Jumat, 31 Mei 2019

JANGAN SAMAKAN MEREKA

JANGAN SAMAKAN MEREKA

Oleh @daras09



          Seorang anak manusia yang hadir di muka bumi ini tentu sudah membawa nasib dan keberuntungan sendiri dalam hidupnya. Ada anak yang sudah terlihat istimewa, yang sejak lahir sudah dibicarakan setiap harinya, seperti anak seorang yang lahir dari orangtua yang sudah namanya dikenal orang, baik pada lingkup kecil maupun lingkup besar, tak perduli anak itu model atau bentuknya seperti apa, cakepkah, hitamka, maniskah atau apalah yang terjadi dengan anak tersebutu tentu menjadi istimewa. Tapi ada anak yang biasa-biasa saja atau tidak ada yang perlu dibahas tentangnya. Yang lebih diutamakan kenali anak agar tidak salah langkah yang akan menyulitkan anak nantinya saat usianya sudah beranjang dewasa, atau menyulitkan orang yang terlibat di sekitarnya.

 "Samanya nanti adik kalian itu dengan kalian". 

Sang anak mendengarkan dengan hati yang bingung di benak anak gadis tertuanya ketika membicarakan adik perempuan terkecil di keluarga mereka yang keluar dari bibir ibunya ketika dia menyampaikan agar adik terkecilnya itu tidak usah melanjutkan ke jenjang tertinggi setelah menyelesaikan sekolah ditingakat menengah atas.

"Tapi mak, pendapat aku berbeda begitu juga dengan ayah, tolonglah dipikirkan kembali".

Sahut anak gadisnya dengan hati-hati dan suara sepelan dan setenang mungkin agar hati maknya tidak tersinggung, karena bagaimanapun pastilah seorang ibu akan sedih kalau salah satu anaknya dibedakan dengan anaknya yang lain. Ibu yang mana yang rela, padahal semua anaknya dikandung dengan rahim yang sama, makanan yang sama juga, tapi mengapa saat lahir ke dunia jadi berbeda. Perlakuan berbeda, cara berpikir berbeda dan tingkat kecerdasan berbeda pula.

"Maaf y mak, bukan bermaksud membedakan adikku yang bungsu ini dengan yang lain, tapi memang mereka berbeda. Adikku yang lain semua rela mengerjakan apapun tanpa diminta. Ini jangankan berpikir sendiri untuk membantu orang lain, diminta sekalipun dia tidak perduli bahkan marah-marah tidak jelas. Jadi lebih baik dimasukkan atau diarahkan ke arah yang mengajarkan keterampilan, misalnya sekolah menjahit, kursus salon kecantikan yang akan lebih cocok untuk kehidupannya ke depan, dan tidak akan  menyusahkan keluaraga, karena sudah punya keterampilan yang bisa menopang kehidupan sendiri kelak bahkan kehidupan keluarga sendiri, untung-untung walaupun tidak berharap bisa berbagi dengan keluaraga yang, atau bersedekah untuk menambah amalan yang baik".

          Kembali menambahkan penjelasan yang lain agar maknya yang polos, baik hati dan begitu bertanggungjawabnya terhadap kelangsungan masa depan anak-anaknya itu, lebih merinci lagi alasan mengapa anak bungsunyanya itu tidak perlu melanjutkan kuliah seperti anak-anaknya yang lain. begitu juga penjelasan dari suami yang kebetulan juga seorang guru yang seharusnya pasti lebih paham dan mengerti kalau setiap anak punya kemampuan yang tidak boleh disamakan dengan anak yang lain. Hati-hati mendidik anak jangan sampai anak berbahaya karena keegoisan orangtua yang tidak paham tingkat kemampuan anak. Sekolah setinggi-tingginya harus, tapi akan sangat sayang dan sia-sia bila sekolah yang dijalani setiap hari nanti nya tidak mampu memberi solusi terhadap kehidupan anak ke depannya. Sebelum itu terjadi berikan pengertian segera bahwa masih ada alternatif yang lain untuk menjadi berhasil dan sukses bahkan melebihi mereka yang bersekolah tinggi, yang penting mau berusaha melatih diri lebih awal mumpung umur masih muda dan tingkat pendalaman terhadap kegiatan keterampilan yang disapatkan pasti lebih muda dibandingkan kalau umur mereka sudah tua, apalagi yang namanya sudah ditimpali istilah malas, sudah lengkap sudah tinggal tunggu keberhasilan yang dicita-citakan tertunda. Tapi sayang sekali semua penjelasan panjang lebar dari anak dan juga suaminya tetap tidak berhasil meluluhkan hati si Ibu. Tetap berpendapat bahwa semua anaknya sama saja, dan suatu saat kelak apa yang diperoleh saudaranya yang lain akan diperoleh juga oleh anak bungsunya. Begitulah rasa kasih dan sayang ibu yang begitu dasyat sampai tidak memikirkan hal lain di depan yang bisa saja terjadi seperti yang ditakutkan keluarga lainnya, tapi karena kuatnya benteng kepercayaan ibu begitu tidak bisa digoyah hal apapun masukan sekitar tidak akan pernah ditanggapi. Semoga jadi ibu yang bijaksana terhadap anaknya, kadang kesal meronta karena tidak sesuai harapan, tapi tetaplah dengar apa kata sekitar, tentu saja mereka yang bisa dipercaya. Demi kemajuan dan kehidupan anak yang bahagia tentram ke depannya. 

     
Jakarta, 28 Ramadhan 1440 Hijriah/ 020619 Masehi

#Day(27)
#OneDay OnePost30HRDC
#WraitingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah 

Kamis, 30 Mei 2019

SUKSES BERSAMA KESABARAN DAN KEIKHLASAN

SUKSES BERSAMA KESABARAN DAN KEIKHLASAN

Oleh @daras09  



     Setelah menyelesai studi disalah satu perguruan tinggi swasta di kota gudeg, yang hingga saat ini masih tetap dirindukan untuk datang bernostalgia mengenang suka duka saat di kampus, maupun bersama teman di tempat kosan. Sayang saat ini rasa rindu itu harus tetap tertahan dengan harapan suatu hari kelak akan tersampaikan mengunjungi kampung halaman kedua, begitu sering aku menyebutnya. Pernah sekali waktu ke sana, kalau tidak salah pada tahun dua ribu sembilan, sudah cukup lama. Untungnya saat ini komunikasi dengan teman-teman kembali terjalin walaupun hanya lewat WhatsApp, cukuplah rasa rindu terkikis sedikit dan ternyata teman yang lain ada juga yang sama-sama tinggal di Jakarta. Ketika ada acara Pelatihan Gerakan Literasi Sekolah yang diadakan di salah satu SMP Negeri di kawasan Jakarta Selatan, tanpa terduga bertemu dengan teman satu angkatan tapi beda kelas Mbak Kusmiyati, ya lumayan tambah bisa bernostagia lagi mengenang masa kuliah. Selama kegiatan itu kita yang ternyata di tempatkan di kelas yang sama jadilah setiap bertemu di hari Sabtu kegiatan itu dilaksanakan tidak pernah berpisah sejenak, bahkan kelas kami sampai menulis bersama-sama insya Allah bukunya sudah jadi, setelah lebaran sudah bisa dalam genggaman, maaf bukan bermaksud pamer, hanya sekedar menyampakan rasa senang dengan harapan teman yang lain ikut berbahagia juga dan segera melakukan hal yang sama. Senang rasanya, pertemuan yang tidak dikendalikan, tapi bila Allah SWT sudah berkehendak tiada yang tidak mungkin dalam hidup ini, tidak hari ini kapanpun itu pasti terjadi, tapi tidak menutup kemungkinan sih kalau pertemuan juga bisa direncanakan. Semoga teman-teman yang berencana menggelar temu kangen kembali di bulan penuh kemenangan nanti bisa terlaksana. 

     Kok jadi melantur ngalor-ngidul ya? jowo sitik nggeh hehehe. Kalau seorang anak sudah menyelesaikan semua pendidikan apalagi sudah sampai tamat dari perguruan tinggi tentu keinginan lainnya bisa segera bekerja, kemudian menikah. Bahkan ada yang berani melangsungkan pernikahan tanpa harus memiliki gawe dulu, karena ada semacam kepercayaan rezeki akan menyusul setelah melaksanakan pernikahan. Berdoa berdua suami istri lebih abdol daripada sendiri saja. Aku sih hanya dengar kata orangtua. Kata yang lain dari pada berzinah ya weslah nikah saja dulu, soal mangankan bisa ikut priuk mertua dulu, sing penting pagine ora malas tangi, sholat subuh bareng-bareng jadi imam sekalian jangan lupa mohon doa biar hari itu perjalanan mencari rezeki diridhoi karo Sing Due langit dan bumi karo isine untuk mememudahkan pencarian kerja. Tentu tidak semua juga bisa seperti itu karena jodoh juga ada yang datang dengan cepat ada yang datang terlambat. Pekerjaan yang layak sudah ditangan, tapi jodoh tak juga kunjung mendekati. Bersabar dan berserah diri akan janji Allah kalau jodoh sudah diatur dan disiapkan olehNya, tinggal kapan hadirnya hanya Allah jugalah tentunya yang Maha Tahu. Kalau ibuku pernah bercerita ketika sudah kerja tapi jodoh belum juga muncul, biasa keresahan hati orangtua ketika anaknya belum juga menyatakan akan dilamar oleh si Anu tentu saja kan muncul, apalagi kalau anaknya itu berjenis gadis yang katanya umurnya ada waktunya, jangan terlalu muda tidak boleh juga sampai tua. Kalau pun jodoh itu tetap tidak datang sampai ajal menjemput, kalau dia wanita sudah disiapkan olehNya seorang pangeran yang akan menjadi jodohnya kelak diakhirat, begitu juga dengan laki-laki akan ditunggu jodohnya seorang pri yang cantik jelita. Mungkin ini hanya ungkapan rasa ibuku agar tidak ada resa yang berkepanjangan, atau bentuk kepercayaan akan kuasa Allah, bahwa segala sesuatu tidak boleh ragu akan janji Allah. Alhamdulilah sih meskipun tidak sampai bangkotan jodoh yang selama ini masih bersembunyi akhirnya dimunculkan Allah SWT. 

     Awal perjalanan karir yang tidak terduga yang membawa aku akhirnya menetap di kota ini. Di kota yang sering dibayangkan bisa dengan muda mendapakan kehidupan, kota yang didatangi dari segala penjuru tempat di negeri ini. Dari awal yang tidak direncanakan. Menemani orangtua yang sedang sakit untuk dapat pengobatan yang lebih baik, akhirnya mencoba menemukan tempat untuk mengisih waktu senggang, yang pada akhirnya orangtua selesai dengan pengobatannya, aku tetap di kota ini untuk melanjutkan berbagi ilmu dengan anak-anak generasi bangsa yang polos dan lucu-lucu itu, hingga hari ini sudah berlangsung selama dua puluh dua tahun bahkan sudah mendekati angka dua puluh tiga. Perjalanan pertama menapak dari lingkungan kumuh di belakang sebuah pasar di daerah Jakarta bagian Selatan. Berdesakan sesama penumpang lain, kadang kalau lagi rezeki dapat duduk sampai di tempat, walau lebih sering kaki pegal karena berdiri sampai ditujuan.  Tidak ada naik tangga dimulai dari atas, tentu semuanya lewat tangga pertama kemudian menapak ketangga kedua sampai menujuh ke tangga paling tinggi. Begitu juga dalam meraih kesuksesan, semua perlu perjuangan, kesabaran dan keikhlasan agar yang dicita-citakan dapat  segera terwujud. Kalau pun ada rintangan menghambat semua itu bunga-bunga dalam meraih kesuksesan. Satu hal yang sampai saat ini begitu sangat mengucap rasa syukur yang tidak henti, tempat berbagi ilmu yang pintu awal mengajarkan kalau wanita itu harus menutup aurat. walaupun diawal kehadiran hanya dikenakan ketiga berangkat menuanaikan tugas, lambat laun merasa ada yang janggal bila tidak tertutup, semoga tetap istiqomah, mendapatka dunia juga akhiratnya.

     Belajar dari semua ini aku sangat meyakini kesuksesan tidak ada yang instan atau tiba-tiba dalam genggaman tangan. Sesukses dan sekaya apapun pendahulunya kalau turunan berikutnya tidak mau memperjuangkan hal yang sudah dimiliki tinggal tunggu kehancuran, bisa ditangan sendiri atau ditangan generasi setelah Anda. Maka mulailah sedikit demi sedikit semampu yang bisa dilakukan, mumpung usia masih muda jangan malas belajar juga bertanya. bertanya bukan berarti bodoh jangan takut dilecehkan. Kalau ada orang yang seperti itu, melecehkan yang sedang bertanya yakinilah kalau ilmu yang dimiliki hanya sampai disitu juga. Berbagi ilmu sama saja berbagi rezeki dalam bentuk yang lain, bahkan sepanjang ilmu dimanfaatkan selama itu juga pahala mengalir. Kesabaran dan keikhlasan dalam meraih cita-cita atau segala yang diinginka, berserah diri kepada Allah hal yang juga tidak bisa diindahkan, karena Allah Sang Penentu dan tetap yakin Allah tetap akan di samping hambaNya yang berjuang karena Allah. Subhanallah Allah Maha Kuasa di bumi maupun di langit. Semoga menjadi hamba-hambaNya yang selalu teguh dalam keimanannya.

Jakarta, 26 Ramadhan 1440 Hijriah/ 310519 Masehi

#Day(25)
#OneDay OnePost30HRDC
#WraitingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah 

MEMBENTUK KARAKTER DENGAN BERPUASA

MEMBENTUK KARAKTER DENGAN BERPUASA

Oleh @daras09


     Pukul dua tiga puluh dini hari, Rahmi sudah terbangun dari tidurnya, pelan-pelan bangkit dari peraduannya dan berjalan tanpa menimbulkan kegaduhan karena takut membangunkan anak balitanya yang sudah berumur tiga tahun, yang tertidur lelap di samping suaminya. Mengetahui istrinya sudah bangun, sang suami beralih mengambil tugas sang istri agar anaknya tidak sampai terjaga dari tidurnya sampai istrinya selesai menyiapkan sahur mereka di bulan Ramadhan pagi ini, yang akan memasuki puasa di hari yang ke dua puluh lima. Setelah satu jam berkutat mempersiapkan segala keperluan sahur di pagi itu, Rahmi kembali ke kamarnya untuk menemui anak dan suaminya untuk mengajak sahur bersama. Ternyata tanpa perlu susah paya kedua oarang yang dicintainya sudah siap untuk menikmati makanan yang dibuatnya untuk sahur mereka di pagi itu. Kehadiran Rahmi di dalam kamar mereka disambut dengan senyum suka cita. Anaknya yang sedang berada dalam gendongan ayahnya langsung mengulurkan tangan minta digendong Rahmi. Kemudian mereka segera beranjak ke arah meja makan yang sudah menanti segera untuk dinikmati bersama saat makan sahur mereka di pagi itu.

     Tidak seperti anak kecil pada umumnya yang selalu tertidur dan akan malas atau marah ketika dibangun di pagi hari, apalagi paginya masih sangat buta, seharusnya tidur masih akan lebih enak. Tapi bagi keluarga Rahmi membawa serta anak mereka bangun di pagi hari untuk sahur ketika Ramadhan bukan hal baru, karena sejak anak mereka masih dalam kandungan ketika Rahmi mengandung diawal kehamilannya yang kebetulan di bualan penuh berkah itu Rahmi sudah mulai memperkenalkan kepada anak yang dalam kandungannya kalau saat itu mereka bangun pagi untuk makan sahur karena besok ketika adzan subuh sudah berkumandang berarti harus berhenti makan karena harus berpuasa seharian sampai ada tanda berbuka puasa tiba. Hal itu terus berlanjut samapi anaknya lahir dan menginjak usia tiga tahun. Walaupun anaknya yang masih berumur tiga tahun itu hanya bisa sanggup menahan rasa lapar dan haus sampai pukul sembilan pagi harinya tak menjadi masalah, karena pembelajaran yang didapat dari semua itu akan perlahan berkembang hingga waktu rasa kuat berpuasa bagi anaknya tiba, kapan itu Ramhi tidak bisa memperkirahkan. Menurut Rahmi memperkenalkan lebih awal ajaran agama itu tidak harus menunggu anak cukup umur, pelajaran yang disampaikan dan diajarkan sejak kecil akan mampu menanamkan pemahaman anak tentang ajaran agama akan terpatri sampai kelak sang anak sudah tumbuh remaja, dan akan dipegang teguh ajaran tersebut ketika sang anak sudah dewasa.

     Mengajarkan anak berpuasa lebih awal, selain sebagai perintah agama ternyata mengajarkan berpuasa dapat menjadikan anak lebih memiliki rasa kesabaran, sabar menahan lapar karena sedang melaksanakan kewajiban yang diperintahkan Allah bahwa berbuka puasa itu ada waktunya, jadi anak belajar sabar menunggu sampai waktu itu datang. Dengan berpuasa melatih anak jadi lebih perduli pada sekitarnya yang mungkin tidak bisa menikmati makan yang layak setiap harinya, bahkan mungkin tidak bisa hari itu makan karena persediaan makanan yang sudah habis tidak mampu membeli karena uang untuk membeli sudah tidak ada. Puasa juga mengajarkan anak untuk lebih menjaga sikap, tidak berbicara atau berperilaku yang dapat membatalkan pahala puasa. Rahmi sangat berharap ketika anaknya besar nanti akan menjadi anak yang membanggakan orangtua dan bagi agamanya. Untuk mendapat semua itu kuncinya harus mau mengajarkan anak lebi dini terhadap ajaran agama, tapi tentu saja tidak dengan paksaan agar anak lebih menikmati proses belajarnya tanpa merasa dipaksa sehingga tidak menjadi momok yang menakutkan. Belajar harus dengan hati riang dan kerelahan  agar ajaran lebih cepat diterima. Mari mengajarkan anak berpuasa, agar karakter anak sudah tercipta sejak anak berusia belia. Jangan pernah merasa anak akan sakit atau hal negatif lain yang dipikirkan orangtua terhadap anaknya. Karena tidak ada dalam sejarah umat manusia meregang nyawa karena berpuasa. Selamat menjalankan ibadah puasa semoga menjadi pribadi-pribadi yang baik dan selalu bahagia.

Jakarta, 25 Ramadhan 1440 Hijriah/ 300519 Masehi

#Day(24)
#OneDay OnePost30HRDC
#WraitingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

Rabu, 29 Mei 2019

REZEKI SUDAH ADA YANG MENJAMIN

REZEKI SUDAH ADA YANG MENJAMIN

Oleh @daras09


     Ini rekening BRI, 71380-10057-xxxx A/n SELVIANA MERDEKAWATI. Bangun pagi disuguhi SMS seperti ini. Siapa pun pasti sudah tahu asalkan dalam keadaan sadar atau tidak sedang akan bertransaksi yang mirip dengan kode nomor bank yang akan dikirim. Tentu saja sepakat kalau ini adalah bentuk cara lain untuk menipu atau kedok penipuan seolah-olah akan mengirim uang ke sanak keluarga apalagi ini menjelang lebaran, sementara nomor yang ditujuh tidak ada dan terpaksa menumpang pada keluarga lain. Saat seperti inilah kesempatan dilancarkan dengan harapan yang mengirim sedang dalam sistuasi kurang teliti karena mungkin sibuk dalam mengerjaka semua tugas untuk mencapai target agar saat libur menjelas lebaran dan saat lebaran bersama keluarga di kampung halaman lebih tenang tanpa memikirkan kerjaan yang belum selesai dikerjakan. Bisa juga kurangnya konsentrasi karena sedang berpuasa sementara tenaga sudah terkuras dengan segala aktiftas. Apalagi saat ini semua kegiatan perbankan sudah bisa kita lakukan dengan satu alat kecil tapi canggi sehingga tidak perlu harus repot-repot antri berlama-lama di bank. Di mana, pukul berapa dan situasi apapun bisa kita lakukan transaksi. Hal inilah yang penyebab seringnya salah melakukan yang menyebabkan terjadi penipuan. hal ini jugalah yang ditunggu mereka para penipu yang tidak punya hati dan pikiran, dan yang jelas mereka tidak takut Tuhan.

     Allah menciptakan bumi ini sungguh-sungguh sangat sempurna diluar espektasi siapapun yang coba memikirkannya, makanya ketika membaca SMS tersebut yang timbul dalam pikiran bahkan sempat jari tangan mengetik di papan gawai untuk menjawab.

"Terus mau diapakan rekening Anda? Agamamu apa sih? Kok ngak percaya kepada Tuhan yang sudah menebarkan rezeki halal di seluru penjuru bumi ini, tapi tidak tahulah kalau Anda pemalas". Tidak tahulah kalau Anda lebih senang bertanam dosa yang membawa pada kehancuran baik di muka bumi ini, maupun diakahirat tempat berakhirnya seluruh kehidupan tinggal Anda tunggug giliran. Anda pasti punya keluarga yang menunggu di rumah, atau hak ini Anda kerjakan kendalinya dari rumah juga. Sunggu merugilah hidupmu bila tidak segera bertobat. Sementara hidup yang akan dilewati seperti kita mengedipkan mata. Na' udzubillahi Mindzalik, lindungilah kami dari perbuatan keji dan mungkae/

Tapi tulisan yang diketik tidak jadi dikirim. Kata teman untuk apa diladenin kalau mereka terima, kalau tidak tentu akan menimbulkan persoalan baru, di samping itu ngapaian juga menghabiskan pulsa untuk hal yang tidak berguna, masih banyak hal yang baik bisa kita lakukan selain mencampuri urusan mereka dengan pulsa yang kita punya. Akhirnya tulisan yang aku buat segera dihapus berikut SMS yang aku terima.

     Tentu Allah SWT sangat senang melihat hambaNya yang rajin beribadah dan rajin juga mencari rezeki, apalagi seorang suami atau ayah yang mencari kehidupan untuk keluarga tercintanya. Ibaratkan seorang ibu yang sudah menyiapkan semua makanan di atas meja, tinggal duduk dan makan. walaupun tidak bisa disamakan Allah pun sudah menyiapkan segala hal yang kita inginkan di buminya ini, lewat otak manusia yang sudah diciptakan demikian sempurna rezeki apapun pasti kita peroleh yang penting mau berbuat tidak malas, tentunya Tuhan menginginkan rezeki yang kita dapat dari sumber yang halal pastinya. Tapi sangat disayangkan sebagian lebih memilih mencari dengan cara instan, tinggal duduk manis, buka gawai di tangan kirim acak kalau beruntung terjebak orang polos ayng tidak mengerti saat itu keberuntungan menghampiri, begitulah mungkin mereka berpikir. Tidak ada lagi rasa takut kalau suatu hari hidup ini akan berakhir juga, harta apa yang harus kita bawa ketika menghadap kepadaNya, sementara saat hidup kita jadikan diri tidak berarti karena kemalasan yang lebih dikedepankan dari pada mencoba mencari yang jelas ganjarannya apa seperti yang dijanjikan Allah SWT. Rezeki sudah ada yang menjamin, maka carilah Allah akan mengabulkan. Semoga kita menjadi hamba-hambah Allah yang takut akan larangannya, dengan selalu menjalankan semua perintahnya.

Jakarta, 25 Ramadhan 1440 Hijriah/ 300519 Masehi

#Day(23)
#OneDay OnePost30HRDC
#WraitingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

Selasa, 28 Mei 2019

PERLAKUAN SEHARUSNYA TIDAK BERBEDA


PERLAKUAN SEHARUSNYA TIDAK BERBEDA
Oleh @daras09



      Membaca salah satu postingan teman pagi ini tentang orang ketiga dalam kehidupan dalam berumah tangga, melempar anganku pada satu kisah pedih temanku yang terlalu ikut campur pihak ketiga. Pihak ketiga yang dimaksud di disni bukan kehadiran wanita idaman lain. Keluarga yang dikisahkannya, kehadiran keluarga suami yang sering sekali turut memperkeruh situasi yang seharusnya tidak melebar, bagai api yang sedang disulut cukup membakar hal yang diinginkan saja, akhirnya membakar kesegala menjuru yang akhirnya berkobar membakar sehingga tidak mampu dipadamkan. Kisah yang seharusnya hanya diukir satu kalimat, jadi mengular kemana yang diinginkan penulisnya, sesuai dengan yang dipikirkan tanpa konfirmasi, tanpa melihat kebenaran tulisan yang disambung persih penulis, belum lagi penyampai pesan berantai yang simpang siur sehingga finalnya pesan yang tidak sesuai dengan penyampai awal. Bahkan tega tanpa perasaan meminta memutuskan hubungan janji suci yang sudah direstui Allah SWT. Di mana  rasa diletakkan? Bukankah suatu hari kelak adek, anak dan cucu perempuan akan menjadi seorang menantu di keluarga suaminya? Apakah tidak ditarik kepada diri sendiri, bila perlakuan yang tidak adil akan menyertai langkah mereka dalam membina mahligai rumah tangga. Bahkan bisa saja perlakuan yang lebih tidak bisa dibayangkan setiap hari membayangi mereka sampai mereka susah menghembuskan nafas karena ketidakberdayaan. Semua itu tidak akan mustahil akan menimpah. Tapi itulah manusia meskipun tidak boleh dipukul rata, masih banyak kok yang memperlakuakan menantunya bah seorang putri sendiri yang disayang dan dijaga sepenuh hati, tidak membeda-bedakan sehingga harmonisasi dalam keluarga jadi indah dan tenteram karena adanya rasa saling mengasihi, menjaga dan menciptakan rasa saling pengertian. Coba hal ini yang diterapkan begitu indahnya hidup berkeluarga. saling mendukung dalam menciptakan keluarga sakinah, mawaddah dan warohmah.

          Masih teringat sangat jelas kejadian di tahun 2007, dia berkisah ketika suatu hari mereka harus rela berpisah kerena sudah begitu sakit yang tidak bisa lagi terobati dan jalan satu-satunya harus rela. Saudara laki-lakinya meminta suami ikut bersama membantu pada usahanya, tapi berhubung sang adik juga hanya tahu cerita saja, atau mungkin belum menyaksikan sendiri ikut juga memojokkan dirinya. Lengkaplah sudah penderitaan. Tapi Allah memang tidak tidur, seperti apapun rapatnya disimpan bangkai, suatu saat tentu bau busuknya akan mengeluarka aroma yang tidak sedap pada penciuman. Begitu juga kelakuan sang suami yang selama ini dibela akhirnya terbongkar juga. Pada akhirnya tidak ada lagi yang bisa dilakukan selain mengambil putusan berpisah, dalam arti bukan berpisah sampai bercerai, sang suami sementara yang pergi dari rumah menngikuti keluarga. Memang agak jauh tempat yang ditujuh, tapi apa boleh buat mungkin ini yang terbaik, dengan tetap berharap suatu hari ada jalan terbaik untuk bisa tersambung kembali rasa yang sudah terjalin selama ini meskipun sudah terkoyak dan tidak akan bisa mulus seperti semula.

        Buah dari doa yang teraniayah memang dasyat sekali. Mereka yang selama ini selalu mengambil tempat pada lipatan tapi bukan untuk menutup satu perkara kalau bisa menghilangkan agar tercipta satu perdamaiaan yang sempurna, tapi jadi guntuing untuk memotong hingga tepisahkan. Menyebar berita yang tidak sempurna. Akhirnya dapat azab pedih, ibarat penyakit menular hinggap pada badan tak mampu diobati. Semua itu tentu datangnya dari Sang Maha Kuasa atas segala yang diinginkaNya.  Hanya kesabaranlah modal kita dalam menatap semua permasalahan dalam hidup. menyerahkan seutuhnya akan suatu waktu tentu akan ada balasnya atas perbuatan. Tetap yakin akan datangnya pertolongan apalagi dari Allah seharusnya yang harus diyakini. Begitulah yang seharusnya dilakukan, sabar pintu dari segala penangkal apapun yang akan bermaksud menerjang pertahanan kokok yang bermaksud menghajar dari segala penjuru.

      Subhanallah, sangat bangga dengannya yang sangat begitu sabar, bahkan berkata segala sesuatunya pasti sudah kehendakNya, tinggal kita harus kuat menjalani. Masih banyak yang bisa dilakukan. Reziki di mana-mana sudah ditempatkan tinggal dicari dengan kerja keras, pantang menyerah. Semoga menjadi pelajaran agar jangan bertindak keterlaluan, jangan membedakan siapapun mereka, karena Allah tidak pernah membedakan kecuali dengan keimanan dan ketakwaan umatnya. Mengapa malah kita yang bukan siapa-siapa jadi berbuat sesukanya. takutlah akan azabNya yang maha pedih dan dasyat tiada terhitung berapun jumlahnya.

Jakarta, 25 Ramadhan 1440 Hijriah/ 300519 Masehi

#Day(22)
#OneDay OnePost30HRDC
#WraitingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

SEPINYA NANTI TANPA HADIRMU

SEPINYA NANTI TANPA HADIRMU

Oleh @daras09


         Bagai titik air hujan yang turun membasahi bumi begitulah air yang mengalir pelan dari dua mata indah itu. seakan seorang kekasih yang akan segera pergi meninggalkan diri. Tak akan ada yang mampu menghalagi atau mencoba membasu kesedihan karena ini sudak seperti perasaan yang sudah tertanam setiap hal ini terjadi. Begitulah rasa ini akan hadirmu dan ketika akan pergi berjalan meninggalkan. Sesuatu yang mulai bertanya dalam hati, rasa yang tidak dapat tergambarkan mulai bergelanyut tapi susah untuk diuntaikan menjadi sebuah kalimat akan kesedihan hati yang seringkali datang ketika engkau hendak pergi. Beda ketika menyambut hadirmu padahal waktunya masih  seperti kedatangan yang membutuhkan waktu dalam perjalanan sebelum tiba ditempat tujuan. Tapi hati sudah membunca sejuta asah akan hal yang kan segera dilakuakn bersama hadirnya. 

        Sebulan yang singkat tanpa terasa akan segera berlalu meninggalkan kenangan akan hadirmu yang begitu semarak. Kebiasan dalam kebersamaan yang semakin hilang karena selalu ditingkahi akan pentingnya hal yang diluar demi sebuah kontrak pribadi  atau keegoisan diri akan lebihnya kebutuhan dari apapun, sementara mengalah tanpa sebab, semua itu karena hadirmu. Semua kelembutan dan senyum ikhlas semua juga karena datanganmu di tengah-tengah semua yang selalu merindukan hadirmu. Tiada cerita yang mampu menandingi karena di dalam dirimu sudah dilingkari cerita indah, tentang awal seorang hambaNya yang mendapatkan petunjuk dari utusan yang dikirim Robnya. Tentang keutmaan sepuluh hari menjelang masa kepergianmu. Tentang kesehatan yang mengiringi setiap yang berjalan bersamamu, dan masid banyak yang tak dapat digambarkan satu persatu. Mengisahkanmu tak kan pernah akan berhenti sampai dunia suatu hari kelak akan berhenti atas kehendakNya. 

        Masih banyak yang belum  ungkapkan akan isi hati sebenarnya. Belum banyak yang diberikan padamu setiap kali hadir menyapa seantero negeri ini, mungkin seluruh umat bumi ini. menyambutmu hanya di awal dan akhir saja, makanan yang masih tersaji tanpa malu padahal sedang ada hadirmu saat di sana. Masih banyak kalau disusur satu demi satu, tapi begitulah tahunya mereka, karena mungkin kurangnya pengetahuan meraka kalau engkau sangat istimewa, kalau kau sangat bisa membawa keberkahan dan berita gembira suatu hari kelak. Biarlah apa kata dan keinginan mereka hanya bisa serahkan kepadaNya, semoga rasa rindu ini akan tetap bersamamu menunggu hadirmu setiap saat disuatu hari lagi nanti. Masih diberikan waktu tetap dengan rindu ini. Sepinya hati tanpa hadirmu akan jadi semangat  menjajari langkah dalam rutinitas. Pergilah karena itu sudah takdirNya, karena akan dilanjutkan hari kemenangan setelah kepergianmu. Semoga hari kemenangan ini bisa sedikit pengobat hati akan kepergian yang sementaramu. 


Jakarta, 24 Ramadhan 1440 Hijriah/ 290519 Masehi

#Day(21)
#OneDay OnePost30HRDC
#WraitingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

Senin, 27 Mei 2019

TIDAK SEPERTI BAYANGAN


TIDAK SEPERTI BAYANGAN
Oleh@daras09

      Sampailah diujung penantianmu setelah tunai semua kerja keras yang sudah dilakukan selama tiga tahun. Perjuangan dengan segala rintangan dan suka duka mengejar impian sudah akan berakhir, tinggal menentukan langkah yang akan dipilih ke depan untuk melanjutkan angan dan cita-cita yang sudah tersusun selama ini hendak kemana dilabukan, agar jangan sampai salah jalan yang bisa jadi penghambat menggapai angan ke tingkat puncak kehidupan kelak akan bersandar. Ya, besok asah itu akan terjawab tuntas.

Untuk melengkapi rasa syukur akan semua hal yang sudah dijalani selama ini, Rabu 29 Mei 2019 akan diadakan syukuran atas semua pencapaian. Senin pagi tepat pukul 9.00 sudah dilakukan gradiresik agar pada hari H semua hal yang akan dilakukan dan ditampilkan hari itu sesuai dengan keinginan panitia penyelanggara yang kebetulan sebagian dari orangtua yang sudah disepakati bersama dengan orangtua yang lain pada masing-masing kelas dan bekerja sama juga dengan EO (Event Organizer). Pada kesempatan tersebut wali kelas sembilan satu sampai sembilan delapan, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, beberapa guru dan siswa yang akan membantu terlaksananya acara ikut serta hadir di tempat acara akan berlangsung. Awal semua dari pihak yang hadir dari sekolah hanya jadi penonton bagaimana gladiresik berlangsung. Dasar anak-anak dimana dan kapan saja ada kesempatan tentu mereka akan melakukan hal yang menurut mereka benar tanpa menghiraukan atau berempati akan keberadaan orang lain, atau karena mereka menganggap itu orang lain tak tahulah, yang jelas semua jadi berjalan lambat tidak sesuai dengan apa yang sudah direncnakan.

      Galau yang melanda hati kapan semua ini berakhir sementara waktu terus beranjak mengejar teriknya mentari. Ditambah lagi badan sudah tidak sekekar dulu lagi karena usia yang sudah tak muda lagi walau semangat hidup jangan ditanya dan coba untuk ditakar. Memulai sedikit mengambil alih takut diri tersinggung dan kecil hati nanti, merasa hak sedang dikebiri. Akh sudahlah terserah tersinggung atau mau terimakasih, karena tak mungkin melihat semua ketidak nyaman ini menjadi hal yang tidak enak dipandang, dan sampai kapan hal ini berlangsung. Tidak beta rasanya menyakasikan semua yang bertele-tele, dan capek hati, akhirnya terpaksa mengambil alih situasi agar segera selesai tentu dengan harapan yang diinginkan semua. Alhamdulilah tanpa bermaksud sombong dan merasa diri lebih semua teratasi.

      Jangan pernah membayangkan sesuatu akan selalu bisa dikuasai, ada hal yang bukan milik maka serahkanlah pada yang lebih mengetahui. Bukan mau merendahkan bahwa itulah yang terjadi, bahkan di depan mata sendiri bahwa ada yang lebih mengetahui karena memang mereka pemilik semua itu, yang setiap saat menyertai hari-hari mereka setiap hari bertahun-tahun tanpa pamri. akaedkatan yang terjalin dari hari ke hari bahkan sampai suatu hari akan sudah melangkah kaki jauh memulai kehidupan untuk masa depan, baik yang baru menapak atau yang sudah berhasil dalam kehidupan tetap menjadikan sebuah kenangan samapi kapanpu dan di manapun. bersua suatu hari tanpa sengaja tetap menjadi sebuah kebanggaan di hati, karena keberhasilan yang didiknya merupakan doa yang selalu terlapaskan dan kegigihan yang tidak pernah punah. jadi tidak seperti bayanganmu, karena itu hargai dan jangan meremekah kekuatan lahir dan batinnya meski tanpa ilmu bela diri sebagai benteng kekuatanya.


Jakarta, 23 Ramadhan 1440 Hijriah/ 280519 Masehi

#Day(20)
#OneDay OnePost30HRDC
#WraitingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

Minggu, 26 Mei 2019


SEMUA ADA WAKTUNYA

Oleh@daras09


      senyum kecil itu perlahan melebar ketika mendengar tidak bisa ikut buka puasa bersama karena mengikuti iktikaf mulai hari kesepuluh di bulan Ramadhan tahun ini. Tahun kemarin masih mau ikut. Hanya mampu mengucapakan alhamdulilah semoga jadi berkah tahun ini dan untuk tahun-tahun bulan Ramadhan yang akan datang, Aamiin. Mengalir rasa syukur yang mendalam. Tentu semua ini tuntunan hati kepada hambaNya yang diinginkan dan diridhoi Allah SWT.

      Pelan-pelan hamparan kisah mengalir deras di pelupuk mata. Semua kejadian demi kejadian kembali. Saat kecil yang suka marah kalau ditanya tentang suatu hal, ketika tiba-tiba uang dari laci warung kurang, sang kakah bertanya apakah melihat, bukan mau menuduh uangnya diambil, apalagi uang itu milik keluarga sebagai tambahan penghasilan, orangtua membuka warung sembako kalau istilah orang sekarang. Tinggal jawab tidak susah sekali atau tinggal jawab baik-baik tidak akan menyusahkan diri. Tapi yang terjadi kata-kata kotorlah yang akan keluar sebagai jawaban dari pertanyaan sang kakak, tidak tahu malu dan sungkan kalau orangtua ada di sana kata-kata tersebut tetap akan mengalir enteng tanpa disaring pantas atau tidak ucapan tersebut dikeluarkan. Padahan orangtua sudah selalu memberi pesan agar kata-kata yang tidak pastas diucapakan jangan sampai naik ke dalam rumah, hanya boleh sampai pintu sebelum kaki melangkah masuk. Hal ini berlangsung sampai masuk SMP yang lebih parah, sampai terjatuh dari motor bersama temannya di bawah sendiri ke rumah sakit bersama teman yang dibonjengnya, keluarga tidak tahu sementara akibat kecelakaan itu ada yang harus dijahit. Sang dokter yang menangani saja sampai sedikit ragu, tapi adek yang bandel ini masih sempat-sempatnya memberi semangat yang tinggi kepada sang dokter agar jangan ragu melaksanakan tugasnya. Mungkin ini dilakukannya karena rasa takut terhadap orangtua kalau dimarahi bila ketahuan diam-diam mengendarai motor, ketempat yang seharusnya tidak boleh karena SIM saja belum punya. Ya, itulah di kampung, tidak begitu ketat bila dibandingkan dikota-kota besar yang polisinya akan ditemukan di setiap sudut jalan. Dia berani menyampaikan berita kecelakaan ini setelah semuanya dapat dikendalikan sendiri olehnya. Bila ingat kejadian yang pernah dialaminya itu meskipun dikemuadian hari setelah sama-sama dewasa, hati sang kakak selalu perih dan tidak bisa membayangkan kalau sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan semenatara keluarga tidak ada di sampingnya hanya berdua dengan temannya saja. Meskipun tetap bersyukur Allah masih melindungi Adek laki-laki satu-satnya itu.

      Perlahan semua kelakuannya yang amburadul itu pelan-pelan mulai terkikis, meskipun belum sembuh kalau dengan emosi. Sampai kuliah selesai dan bekerja bahkan samapai berkeluarga luapan emosi kadang masih menghampiri. Marah dan suka mengancam masih terus dilakukan. kesel dan pusing karena tidak memahami maksud dan tujuan. Tetap tidak boleh dikasih tahu pasti marahnya tetap yang terdepan. Pernah suatu hari karena sang kakak sudah tidak kuat lagi dengan memendam semua kelakuannya sang kakakpun akhirnya balas marah, tentu saja seperti kelakuannya selama ini selalu tidak mau kalah, apapun kan dilakukan untuk mempertahankan dirinya padahal sudah jelas-jelas kelakuannya sudah tak pantas. 

      Begitulah seharusnya jadi kakak atau kalau ingin membuat oarang lain berubah. Setelah selesai marah tidak dilanjutkan dengan dendam apalagi dendam itu berkepanjangan. Sesalah apapun saudara itu tetaplah keluarga, apalagi yang terlahir dari ibu yang sama. bukannya memusuhi apalagi sampai mengajak anak-anak yang tidak tahu cerita. Membiarkan anak bercerita tentang kejelekan saudara kita padahal sang anak kemungkinan hanya membela diri, fakta yang sebenarnya jauh panggang dari api, jauh dari kebenaran yang sesungguhnya. Sebaik-baiknya orang di luar keluarga bahkan mungkin seperti keluarga, bisa berbagi cerita tentang hati yang gunda gulana, tentulah penolong yang sebenar-benarnya penolong dan membantu yang sebenarnya membantu tentulah masih keluaraga seayah dan seibu kita. Janganlah pernah putuskan silaturrahmi dengan keluarga.  Berbicara dari hati ke hati  tidak memutuskan sepihak akan lebih bijak. Belum tentu yang disampaikan sesuai dengan kenyataan, jatuhnya jadi suudzon.

      Alhamdulilah semua telah berlalu, semua pasti ada waktunya. Tidak ada yang tidak mungkin ketika Allah SWT sudah berkata bisa tentulah semua akan terjadi seperti yang diinginkanNya, tinggal kita percaya atau tidak akan kasih sayang dan ketentuan indah dariNya. Mari menjalin kembali tali silaturrami yang sudah terputus, karena memutus salaturramisuatu hal yang tidak baik dan merugikan. Barang siapa yang memutuskan silaturrami memperpendek masa tinggal di muka bumi ini, nauzubika minjalik


Jakarta, 22 Ramadhan 1440 Hijriah/ 270519 Masehi

#Day(19)
#OneDay OnePost30HRDC
#WraitingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

Sabtu, 25 Mei 2019


MALAM NUZULUL QURAN DENGAN MALAM LAILATUL QADAR

Oleh @daras09



     Baru saja seluruh umat muslim diseluruh pelosok-pelosok negeri diseluruh dunia memperingai malam Nuzulul Qur'an, malam ke tujuh belas di bulan Ramadhan. Malam di mana Nabi Muhammad pertama sekali menerima wahyu yang diperantarai Malaikat Jibril sebagai utusanNya. Saat itu Nabi Muhammad dalam keadaan sangat sedih atas semua perlakuan penduduk Mekkah yang semakin hari sangat jauh dari perbuatan baik. Karena tidak kuat lagi menyaksikan itu semua akahirnya Nabi Muhammad menepi kepinggiran kota Mekkah. Tempat yang Beliau datangani sebuah gua yang terdapat di Jabal Nur yaitu Gua Hiro. Beliau Nabi Muhammad SAW menyepi di Gua Hiro selama bulan suci Ramadhan. Tepat malam ke tujuh belas antara setengah sadar dan tidak Nabi Muhammad SAW didatang seorang laki-laki yang sangat besar dan berbadan tegap, kemudian meminta Beliau untuk membaca secarik kertas yang disodorkan lelaki tersebut, Nabi Muhammad menolak membaca dengan alasan tidak bisa, kemudian lelaki tersebut mendekap Nabi Muhammad sekencang-kencangnya samapai badan Nabi tersa sakit yang tidak terperih. Kemudian badan Nabi dilepaskan dan kembali diminta membaca pada tulisan yang ada dalam kertas tersebut, tetap saja Nabi Muhammad menolak, tetap dengan alasan yang sama tidak bisa membaca. Badan Nabi kembali dipeluk kencang sampai Nabi tidak bisa menggerakkan tubuhnya dan merasakan sakit yag amat sangat. Lelaki tersebut melepas tubuh Nabi dan meminta untuk membaca pada kali ketiga, Nabi tetap menolak karena memang tidak pernah bersekolah karena itu tidak bisa membaca. Badan nabi tetap dipeluk kembali dengan sangat kuat, setelah dilepas lelaki tersbut kemudian mengajarkan Nabi membaca isi kertas tersebut yang ternyata merupakan wahyu yang pertama untuk Nabi Muhammad SAW. yang terkenal dengan surat Al-Alaq ayat 1-5.

     Malam
   

   








Jumat, 24 Mei 2019

INDAHNYA BERBAGI


INDAHNYA BERBAGI
Oleh @daras09















"Eh, Anggi sudan bayar zakat?"

"Sudah dong Ai! Kamu sendiri sudah belum?"

"Nah itu masalahnya, aku belum tahu mau bayar zakat ke mana?"

"Kok bisa, kan ada Masjid atau Musallah dekat rumah?" Tinggal datang ke Amil Zakatnya, lalu bayar sesuai dengan takaran untuk beras, jumlah uang kalau yang pakai uang bereskan. Terus masalahnya di mananya neng?"

"Ngak ada masalah dan dimananya sih!"

"Nah,  kalau tidak ada masalah tinggal bayar dong!"

"Iya tahu ngak usah gitu amat kali suaranya, pakai dengan mata melotot segala lagi, serem tahu!"

"Ikh, begitu saja sudah marah!"

"Siapa yang marah? Aku cuma bilang biasa saja suaranya dan matanya ngak usah dibesar-besarkan nanti  keluar benaran loh! hehehe".

Begitulah percakapan seru kedua ibu muda yang sedang asyik bercengkrama sambil tertawa renya, menertawakan candaan mereka kala terjadi perbincangan di halaman rumah dari salah seorang  diantara keduanya. Keduanya ibu muda yang baru saja beberapa tahun menempati rumah mereka di komplek itu, rumah mereka bersebelahan hanya dibatasi tembok begitu keluar rumah bisa langsung bertatap muka. Mereka sudah merasa bagaikan pengganti keluarga yang tidak bisa bersama seperti sebelumnya, karena sudah harus membentuk keluarga yang baru ketika ada yang sudah lebih bertanggungjawab dan punya hak lebih dibanding keluarga. Agar rasa kehilangan dan sepi tidak selalu melanda mencari keluarga baru di tempat yang baru didatangi tindakan yang sangat bijak untuk sekedar tidak membisu sendiri, bila badan beruntung jadilah keluarga baru tempat berbagi rindu dan resa akan kehadiran keluarga yang ditinggal di kota lain.

Bila Allah sudah berkehendak apapun pasti akan terjadi, kesendirian yang dialami karena jauh dari keluarga, mampu kita gantikan dengan kehadiran keluarga lain meskipun bukan kandung tapi rasa keluarga bisa tercipta di sana yang penting mampu menciptakan situasi itu memjadi indah bak keluarga atau bisa jadi musuh karena merasa  lebih tinggi derajatnya menurut pendapat sendiri, padahal yang kita nilai seperti itu biasa-biasa saja karena mungkin jadi prinsifnya berbeda. Bagi sebagaian cukup bersyukur dengan pemberian Allah yang sangat berlimpah, tapi bagi yang lain harta dianggap prestasi yang diperoleh dari hasil kerja keras, harus ditunjukkan 'ya...kaya harus disampaikan walaupu tidak langsung dengan suara, tapi gerakan dan cara berpenampilan bahkan tidak pantas dan tidak pada tempatnya.

Untungnya tidak berlaku pada kedua wanita soleha tersebut, mereka hidup berdampingan selalu lebih memilih merendahkan hati dan pikiran agar tercipta kedamaian seperti dua keluarga yang diharapkan. Bebas mengeluarkan untuk menyampaikan masukan sebagai ladang ilmu bagi yang belum tahu tanpa bermaksud menganggap rendah karena ketidaktahuannya dan tidak menjadi sombong dan congkak karena merasa lebih tinggi ilmu yang didapat. Keduanya mampu berlama-lama duduk membahas berbagai hal untuk mengusir sepi kalah suami sedang berjuang untuk memenuhi kelangsungan keluarga kecil masing-masing yang baru dianugrahi bayi kecil perempuan yang cantik  untuk keluarga Aisyah yang sering dipanggil Ai oleh Anggi dan lelaki yang tampan penuh pesona untuk Anggi. Umur kedua bayi mereka tidak jauh berbeda, bayi Anggi dua tahu, sedangkan bayi Ai baru saja merayakan hari jadinya yang pertama. Pernah suatu hari di tengah keseruan perbincangan mereka ingin suatu hari kelak kalau anak-nak mereka sudah tumbuh dewasa dan sukses dengan sekolah dan karirnya ingin menjodohkan kedua anaknya agar hubungan yang sudah seperti keluarga ini benar-benar menjelma menjadi keluarga sungguhan. Begitulah keseharian mereka bila ada waktu untuk bisa berbincang sambil menjaga anak mereka yang masih balita. Kadang berteriak kompak berdua ketika akan terjadi hal yang tidak diinginkan terjadi pada kedua anaknya. Hal yang penting tentu saja perbincangan keduanya tidak sampai melupakan semua kewajiban terhadap keluarga mengurus kebutuhan suami sebelum berangkat menunaikan tugasnya, juga tugas lainnya menyempurnakan tatanan rumah agar perasaan nyaman dan betah menghinggapi perasaan seluruh anggota keluarga. Keduanya berjumpa bukan untuk melupakan dan lalai tugas utama terhadap keluarga yang juga merupak ladang pahala yang tidak ada duanya dan tidak boleh dipandang sebelah mata, bahkan jangan sampai tersia-sia. Berkat keluargalah saat ini mereka jadi bisa menjalin silaturahmi yang sangat indah juga bermakna. Karena keluarga jugalah kalau saat ini diantara keduanya menjadi seperti keluarga.

"Ai, sudah bayar zakatnya kan?.

"Sudah dong! Kan ikut anjuran temanku yang bernama?".

Sejenak Ai terdiam, dengan senyum seakan menggoda Anggi yang kelihatanya sedang serius bertanya kepada Ai.

"Ikh, kamu ya senang sekali menggoda orang".

Sambung Anggi sambil mencoba mencubit tangannya Ai, dengan cepatnya Ai menjaukan badannya sebelum tangan Anggi mendarat di tangan atau di badan. Sejurus kemudian keduanya tertawa lepas, yang membuat kedua anak mereka bengong lalu mendekat ke arah orangtua masing-masing. Sekarang mereka jadi berempat dengan anak di dalam pelukan masing-masing ibunya. Kedua anak itu seperti tahu kalau akan ada pembicaraan seru diantara kedua orangtuanya, mereka diam saja ketika dipeluk tidak seperti biasanya memilh berjalan kemana-mana mengitari seluruh halaman di depan rumah.

"Terimaksih ya Nggi dengan saranmu".

"Saran yang mana ya?"

Sekarang Anggi yang balas menggoda, seakan balas dendam akan kelakuan Ai barusan. Tapi Ai tidak membalas hanya senyum mengerti kalau Anggi hanya mencoba membalas godaannya tadi. Kali ini agak terlihat serius yang terpancar dari wajah keduanya

"Selama ini aku paksa untuk harus ke kotaku agar membayar zakat di sana atau ke kampung halaman suami, sehingga menyusahkan keluarga di sana, padahal kita boleh berzakat di mana saja yang penting sesuai aturan yang sudah ditentukan. Boleh langsung kepada yang berhak menerima atau kita bisa serahkan ke Amil Zakat yang biasanya sudah ditetapkan setiap Masjid. sebaiknya diberikan jauh-jauh hari agar mereka yang berhak bisa menikmati rasa bahagia ketika datangnya hari kemenangan setelah sebulan berjuang mulai sahur di pagi hari sampai seharian tidak menyentuh hidangan sekecil apapun karena jatuhnya haram walaupun itu makanan halal, akan jadi haram bila di siang hari ketika sedang menunaikan ibadah puasa, dan sebaliknya akan pahala bila disegerahkan ketiga saat berbuka puasa telah tiba. Subhanallah Maha Suci Allah akan segala nikmatNya yang telah dikaruniakan kepada hambahNya yang selalu taat menjalankan perintahNya. Walaupun sebenarnya kita masih syah membayar zakat ketika sholat Id belum dimulai".

Ai menambahi penjelasannya.

"Syukur alhamdulilah puji Anggi".

Sambil mengangkat kedua jempolnya mengarahkan ke Ai dan tidak lupa menyertakan dengan senyum terindahnya karena sudah bisa menghalau kegelisahan yang kemarin-kemarin sempat menggelanyuti wajah cantik Ai yang sangat manis.

"Terimakasih ya Anggi atas pencerahannya".

Bisik Ai hampir tidak terdengan kedua bola matanya berkaca-kaca. Anggi sampai dibuat terheran-heran akan tingkah tetangganya yang sudah menjadi sahabat dan juga saudaranya. Anggi jadi ikut terharu juga. Hitungan berikutnya belum sampai tiga keduanya sudah bersatu dalam pelukan masing-masing. Pelukan tanda indahnya bertetangga yang saling memberi dan mengingatkan, apalagi sesama muslimah yang taat akan perintah aturan Sang Khalik. Indahnya berbagi dengan berzakat. Indahnya berbagi ilmu dengan saudara sesama muslim dan muslimah.


Jakarta, 20 Ramadhan 1440 Hijriah/ 250519 Masehi

#Day(18)
#OneDay OnePost30HRDC
#WraitingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah




PANTUN NASEHAT

Karya @daras09

1. Memetik mawar di halaman rumah
    Bunga mawar banyak durinya
    Bicarah jangan mengadah-ngadah
    Agar jau dari dusta dan rasa curiga

Kamis, 23 Mei 2019

SOAL ULANGAN HARIAN IV

Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
      Kelas/Sem      : VII/II
1.     Berikut ini yang merupakan  kategori fiksi adala….
A.   Novel
B.    Buku pelajaran
C.    Buku biografi
D.   Buku masak

2.     Hal  yang tidak dikomentari dalam sebuah buku adalah….
A.   Pengunaan bahasa buku
B.    Penyajian isi buku
C.    Judul buku
D.   Pengarang buku

3.     Perhatikan teks berikut
Buku ini mengundang selera untuk membaca. Pemberian judul “Larena Buku Senikmat Susu” benar-benar unik. Penulis ingin menunjukkan bahwa kegiatan membaca bisa setara dengan menikmati minum susu. Buku ini ditulis dengan sistematika yang runtun sehingga sangat mudah dipahami
Hal yang dikomentari pada kutipan teks adalah….
A.   Bahasa buku
B.    Isi buku
C.    Pengarang buku
D.   Kenikmatan membaca buku

4.     Perhatikan kutipan berikut ini!
Susunan kalimat yang digunakan dalam buku ini sederhana dan menggunakan istilah yang popular dalam masyarakat, sehingga pembaca mudah memahami isinya. Meskipun demikian masih ada beberapa kesalahan penulisan yang masih perlu diperbaiki.
Hal yang dikomentari dalam kutipan di atas adalah….
A.   Isi buku
B.    Bahasa buku
C.    Tampilan buku
D.   Tampilan huruf

5.     Perhatikan pernyataan berikut!
Buku yang berisi tentang hasil karya pengarang berupa cerita rekaan tentang tokoh yang mengalami konflik dan melalui tahapan-tahapan peristiwa di sebut….
A.   Buku nonfiksi
B.    Buku ilmiah
C.    Buku pelajaran
D.   Buku fiksi

6.     Berikut ini yang bukan merupakan bagian-bagian (unsur-unsur) buku non fiksi….
A.   Judul buku
B.    Tema cerita
C.    Judul subbab
D.   Bahasa yang digunakan



7.     Perhatikan pernyataan berikut ini!
Resensi adalah kegiatan untuk mengulas atau menilai sebuah....
A.   Keterampilan
B.    Karya
C.    Kerajianan
D.   Nilai

8.    Perhatikan kutipan teks beriku!
Salah satu jenis cokelat adalah compound chocolate.  Cokelat ini memiliki rasa manis dan harganya juga cukup murah. Selain itu, proses pembuatannya juga termasuk mudah. Jadi, tak heran kalau compound chocolate termasuk cokelat yang sering dan banyak dikonsumsi.
Berdasarkan kutipan di atas termasuk ke dalam kategori….
A.  Cerpen
B.   Nonfiksi
C.   Fiksi
D.  Fabel

9.    Perhatikan kutipan berikut!
Acara tahun baru selalu dirayakan dengan meriah. Acara tahun baru tersebut biasanya diselenggarakan di lapangan terbuka dengan menggelar konser dan menyalakan kembang api. Banyak orang-orang yang datang ke lapangan untuk merayakan tahun baru bersama. Namun, kemeriahan tahun baru tersebut tidak diimbangi dengan kesadaran para pengunjung untuk menjaga kebersihan lapangan. Akibatnya banyak sampah yang tertinggal setelah perayaan tahun baru tersebut.
Kalimat utama kutipan teks adalah…..
A.  Banyak yang meriakan acara tahun baru
B.   Acara tahun baru diadakan di langan 
C.   Acara tahun baru selalu dirayakan dengan meriah
D.  Banyak sampah yang berserakan

10. Perhatikan kutipan berikut!
Pencemaran akan semakin berbahaya jika sudah ada di dalam tubuh kita, seperti di dalam darah atau rambut. Jika terus menerus terkumpul di tubuh, maka proses pertumbuhan dan perkembangan kita akan terganggu. Selain itu, pembentukan tulang, perkembangan otak, dan saraf pun akan mengalami gangguan.
Gagasan utama teks adalah…
A.  Dampak pencemaran lingkungan bagi tubuh
B.   Pencemaran lingkungan dan dampaknya
C.   Proses pertumbuhan akan terganggu
D.  Pembentukan tulang dan saraf mengalami gangguan


11. Bacalah dan tentukan simpulan paragraf berikut!
ASI atau air susu ibu adalah sumber makanan utama bagi bayi. ASI mengandung banyak nutrisi penting bagi bayi. ASI mengandung asam amino yang diperlukan untuk proses tumbuh kembang otak bayi. Selain itu, ASI mengandung zat untuk kekebalan tubuh bayi.
Simpulan paragraf di atas adalah ... .
A.   ASI adalah sumber makanan utama bagi bayi
B.    ASI adalah sumber makanan utama bayi karena mengandung berbagai nutrisi yang penting untuk bayi
C.    ASI mengandung zat untuk kekebalan bayi
D.   Asam amino diperlukan untuk proses tumbuh kembang otak bayi


12. Bacalah dan tentukan simpulan paragraf berikut!
Meski terlihat mungil dan berukuran kecil, tetapi menanam bonsai cukup sulit. Teknik menanambonsai sama sekali tidak bisa disepelekan. Sebab, seorang penanam bonsai harus menguasai berbagai teknik perawatan. 
Simpulan paragraf di atas adalah ... .
A.   Teknik menanam bonsai sama sekali tidak bisa disepelekan
B.    Bonsai bentuknya mungil dan berukuran kecil
C.    Cara menguasai teknik perawatan bonsai cukup sulit
D.   Menanam bonsai cukup sulit karena harus menguasai berbagai teknik perawatan
  

13. Bacalah paragraf berikut!
Walaupun dianggap sebagai gulma, eceng gondok juga mempunyai manfaat. Eceng gondok dapat dijadikan peluang usaha sebagai bahan dasar kerajinan tangan. Bagian tumbuhan eceng gondok yang sudah dikeringkan ternyata bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan tas, kopor, sandal, keranjang, tatakan gelas, tikar, dan sebagainya. Akhir-akhir ini eceng gondok juga banyak dimanfaatkan untuk mendukung industri mebel, yakni sebagai pengganti rotan yang harganya semakin melangit.
Kutipan teks diatas dikategorikan….
A.  Cerpen
B.   Novel
C.   Nonfiksi
D.  Fiksi
  
14.  Bacalah kutipan berikut!
Sudah beberapa bulan aku menunggu panggilan kerja. Rasanya hatiku pilu bingung tanpa arah. Kerjaanku hanya luntang-lantung di rumah. Aku bingung harus ngapain. Ingin usaha tapi tak punya modal. Suatu hari, kuniatkan untuk bertemu teman-temanku, sekedar berbagi tentang masalahku ini.Saat jalan menuju rumah temanku, di samping jalan sedikit ujung dari trotoar, aku melihat sebuah dompet berwarna hitam. Kuhampiri dompet itu, kubuka, dan kulihat isinya. KTP, SIM A, beberapa surat- surat penting, tabungan yang isinya fantastis, dan sebuah kartu kredit. Dalam pikiranku muncul suara agar aku menggunakan isi dalam dompet itu.
Kutipan teks di atas dikategorikan….
A.   Fiksi
B.    Berita
C.    Nonfiksi
D.   Prosedur

15. Berikut ini bukanhal yang harus kita lakukan saat akan meringkasBukuadalah….
A.   Mencatat judul buku yang akan kita ringkas.
B.    Membaca buku yang akan diringkas.
C.    Mencatat garis besar isinya dan merangkainya menjadi sebuah ringkasan. 
D.   Membeli buku sebanyak-banyaknya.

16. Bacalah kutipan berikut ini, kemudian kerjalan nomor 16 dan 17!
1.    Susunan kalimat yang digunakan dalam buku ini sederhana
2.     dan menggunakan istilah yang popular dalam masyarakat 
3.    sehingga pembaca mudah memahami isinya. 
4.    Meskipun demikian masih ada beberapa kesalahan penulisan yang masih perlu diperbaiki
Hal yang dikomentari dalam kutipan di atas adalah….
A.   Isi buku
B.    Bahasa buku
C.    Tampilan buku
D.   Tampilan huruf buku

17. Kekurangan terdapat pada kalimat
A.   Kalimat pertama
B.    Kalimat kedua
C.    Kalimat ketiga
D.   Kalimat keempat

18.  Buku fiksi merupakan buku yang berisi kisahan atau cerita yang dibuat berdasarkan....
A.   Kenyataan
B.    Kesuksesan seseorang
C.   Khayalanatau imajinasi pengarang
D.   Ide penulis

19   Berikut ini termasuk hal-hal yang dibahas pada bagian isi resensi buku ilmiah, kecuali.....
A.   Sipnosis
B.    Ulasan singkat buku dengan kutipan secukupnya
C.   Keunggulan dan kelemahan buku
D.   Menilai hasil karya

20.  Bacalah kutipan teks berikut!
1.Buku yang berjudul Matinya Media Perjuangan Menyelamatkan Demokrasi disunting oleh Danny Schechter. 2) buku tersebut mengulas perkembangan media massa yang mulai mengancam masa depan demokrasi. 3) Sampul buku tersebut berwarna biru tua. 4) Namun, bahasa yang digunakan masih terlalu sulit dipahami.
Kutipan isi buku terdapat pada kalimat ….
A.    Kalimat satu 
B.    Kalimat dua
C.    Kalimat tiga
D.   Kalimat empat