Oleh @daras09
Bagai titik air hujan yang turun membasahi bumi begitulah air yang mengalir pelan dari dua mata indah itu. seakan seorang kekasih yang akan segera pergi meninggalkan diri. Tak akan ada yang mampu menghalagi atau mencoba membasu kesedihan karena ini sudak seperti perasaan yang sudah tertanam setiap hal ini terjadi. Begitulah rasa ini akan hadirmu dan ketika akan pergi berjalan meninggalkan. Sesuatu yang mulai bertanya dalam hati, rasa yang tidak dapat tergambarkan mulai bergelanyut tapi susah untuk diuntaikan menjadi sebuah kalimat akan kesedihan hati yang seringkali datang ketika engkau hendak pergi. Beda ketika menyambut hadirmu padahal waktunya masih seperti kedatangan yang membutuhkan waktu dalam perjalanan sebelum tiba ditempat tujuan. Tapi hati sudah membunca sejuta asah akan hal yang kan segera dilakuakn bersama hadirnya.
Sebulan yang singkat tanpa terasa akan segera berlalu meninggalkan kenangan akan hadirmu yang begitu semarak. Kebiasan dalam kebersamaan yang semakin hilang karena selalu ditingkahi akan pentingnya hal yang diluar demi sebuah kontrak pribadi atau keegoisan diri akan lebihnya kebutuhan dari apapun, sementara mengalah tanpa sebab, semua itu karena hadirmu. Semua kelembutan dan senyum ikhlas semua juga karena datanganmu di tengah-tengah semua yang selalu merindukan hadirmu. Tiada cerita yang mampu menandingi karena di dalam dirimu sudah dilingkari cerita indah, tentang awal seorang hambaNya yang mendapatkan petunjuk dari utusan yang dikirim Robnya. Tentang keutmaan sepuluh hari menjelang masa kepergianmu. Tentang kesehatan yang mengiringi setiap yang berjalan bersamamu, dan masid banyak yang tak dapat digambarkan satu persatu. Mengisahkanmu tak kan pernah akan berhenti sampai dunia suatu hari kelak akan berhenti atas kehendakNya.
Masih banyak yang belum ungkapkan akan isi hati sebenarnya. Belum banyak yang diberikan padamu setiap kali hadir menyapa seantero negeri ini, mungkin seluruh umat bumi ini. menyambutmu hanya di awal dan akhir saja, makanan yang masih tersaji tanpa malu padahal sedang ada hadirmu saat di sana. Masih banyak kalau disusur satu demi satu, tapi begitulah tahunya mereka, karena mungkin kurangnya pengetahuan meraka kalau engkau sangat istimewa, kalau kau sangat bisa membawa keberkahan dan berita gembira suatu hari kelak. Biarlah apa kata dan keinginan mereka hanya bisa serahkan kepadaNya, semoga rasa rindu ini akan tetap bersamamu menunggu hadirmu setiap saat disuatu hari lagi nanti. Masih diberikan waktu tetap dengan rindu ini. Sepinya hati tanpa hadirmu akan jadi semangat menjajari langkah dalam rutinitas. Pergilah karena itu sudah takdirNya, karena akan dilanjutkan hari kemenangan setelah kepergianmu. Semoga hari kemenangan ini bisa sedikit pengobat hati akan kepergian yang sementaramu.
Jakarta, 24 Ramadhan 1440 Hijriah/ 290519 Masehi
#Day(21)
#OneDay OnePost30HRDC
#WraitingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar