KETIKA CINTA BUKAN MILIK KITA
@darasPane09
Kain perpisahan sudah dihamparkan memeluk tubuh tanda perpisahan sudah di depan mata. Sang kekasih pergi melangkah bersatu dengan bumi membawa serta angan yang pernah diukir Bersama. Derai air yang mengalir dari selah anak sungai kecil tak dapat terbendung. Berhari berminggu bahkan berbulan hingga bertahun tak terasa. Kesendirian yang merayap ke dalam jiwa dan seringnya ungkapan kecil lewat candaan yang menyusup relung terdalam, memaparkan raut kepedihan tapi tak mampu membalas karena itu suatu keadaan yang tak terbantah nyata. Ungkapan randa dengan senyum bertujuan apa tak mengerti. Apa yang salah denganya tidak paham. Suatu penyakit menularkah yang harus dihindari, membingungkan. Bahkan cinta mereka untuk kesempatan yang lain dianggap tak pantas. Marah dan ejekan akan dialami selama hayat. Cinta bukan milik mereka lagi, terbawa bersama sang kekasih.
Doni terhenyak mendengar curhatan dari seorang teman sejawatnya. Berkelana tanya dalam pikiranya kok ada adat atau apalah namanya itu. Masih Bersama saja masih menginginkan ada cinta yang lain, sementara yang sudah jelas berpisah karena ketentuan Tuhan sudah tiba tidak diperkenankan, dan lebih membingungkannya hanya berlaku untuk pasangan perempuannya, bila untuk laki-lakinya tetap mempunyai hak untuk membagi cintanya. Suatu situasi yang angat ironis dan tidak adil. Tapi apapun nama dari ketentuan ini, tentu mereka yang berada di luar arena hanya boleh menonton dan boleh berkomentar. Tetap ketentuan hanya milik mereka yang sudah membuat satu aturan, dengan konsekuensi bila dilanggar siap untuk tersingkir dari komunitas. Ketika cinta bukan milik kita jangan menyesal, karena Tuhan sudah menjanjikan segala keindahan yang tidak kita perkirakan. Ketika cinta bukan milik kita sekarang, kalau Tuhan berkehendak tak akan ada yang mampu bertanding denganNya. Jadi! Maka jadilah bila Tuhan berkenan dan turun tangan. Kau boleh pergi dulu, begitu juga diriku, pasti bertemu bila langkah kita sudah lelah, mari pulang ke rumah cinta kita. Kalau tetap kita tak bisa menunggu bawalah selalu namaku dalam kenangan dan doa panjangmu.
Saya tidak akan menyebutkan ini adat dari mana, tapi saya menulis ini karena sering mendengarkan sekilas kisah yang terpapar di atas. Bukan bermaksud mengecilkan sebuah adat, karena adat itu milik yang punya adat. Tapi kita perlu juga berpikir rasional akan ketentuan hidup itu Tuhan yang mengatur. Pergi dan datang ke muka bumi ini hanya ketentuan dariNya, manusia hanya satu kenangan ketika masanya sudah berlalu, jangan membebankan hasratmu pada yang masih diberikan waktu. Berikan waktu padanya untuk membuat harapan lain tanpa perlu melepaskan kenangan yang pernah digenggam.
Jakarta, 6 Agustus 2019
#nuliskeroyokan #GerbongAksara
#GerbongAksara1
Hadir Lewat Doa
Oleh darasPane09
Kau adalah doa yang dipanjatkan kehadirannyanya dalam hidup. Kau adalah cinta yang hadir lewat doa-doa panjangku. Kau adalah doa yang hadir untuk melengkapi angan panjangku dalam pencarian yang tidak berkesudahan hingga pada akhirnya kita dipersatukan dalam doa. Kau dan aku adalah ikatan yang hadir dari doa. Selayaknyalah sudah bersyukur akan semua berkah yang didapatkan, karena berkat doa yang diiyakanNya semua yang kita impikan terjadi dalam kenyatan. Tapi doa yang selayaknya sebagai bakti kita padaNya pemberi dari segalanya seakan kau ingkari dan kau tiadakan. Aku yang seharusnya menjadi ratu dalam hatimu hanya kau anggap seorang perempuan biasa yang tak layak untuk kau adakan di hatimu, yang tak pantas kau hargai seperti ibumu atau anggap ibu anakmu, yang akan menarikmu suatu hari kelak ke dalam syurgaNya. Kau hanya menganggap perempuan itu pelengkap kalau kau sempuna karena sudah mampu menikah, tanpa kau tahu ap aarti pernikahan yang sebenarnya. Tanpa kau coba untuk belajar apa ya tanggujawabku sebagai manusia yang sudah dianugrahi berpikir bukan dengan rasa seperti layaknya wanita. Apakah ini dirimu atau masa lalumu terhadap wanita yang pernah menghadirkanmu, yang tidak sempat menyampaikan ilmu bagaimana cara memperlakukan wanitamu. Aku tidak tahu, aku tidak mau berhubungan dengan masa lalumu, dan juga tak mau jadi penuduh.
Kau adalah yang hadir dari doa, yang sudah mendampingiku begitu lama dalam rencan yang tidak pernah matang dalam pikiranmu. Akan tetap mencoba berpikir indah seperti kala mentari perlahan dan pasti akan terbangun dari istana peraduannya malamnya. Mencoba berhati seluas samudera kalau semua sakit yang telah kau tancapkan dalam dan berdarah, bagaikan nikmat yang berlimpah, pada satu hari kelak bermuara pada satu kebahagiaan. Insyah Allah akan selalu
Tetap mencoba mencinta agar mendapatkan berkah Allah SWT. Juga tak lepas berharap jadilah laki-laki yang sesungguhnya laki-laki yang sudah ditakdirkan Allah. Aku tak minta segumpal emas, cukup jadikan aku perempuan yang ingin dihargai sebagai insan yang diciptakaNya dengan sempurna. Karena hadirmu lewat doa. Tetaplah genggam tanganku jangan pernah kau menduakan.
Jakarta, 6 Agustus 2019
#nuliskeroyokan #GerbongAksara
#GerbongAksara2
@nuliskeroyokan
Mari Belajar Berqurban
Oleh darasPane09
“Assalamualaikum, Abi dan Umi saya ingin menyampaikan ide anak-anak untuk patungan qurban. Alhamdulilah sudah ada beberapa Umi yang sudah bersedia untuk melakukan urunan sedekah qurban untuk kelas kita. Ayo Abi Umi dukung anak kita untuk menyisahkan sebagaian dari uang jajan yang dimilikinya. Menyisihkan sebagian harta yang pasti menurut anak-anak itu adalah barangnya yang sangat berharga, walaupun uang tersebut tentu berasal dari Abi dan Umi sebagai orangtuanya.”
“Walaikumsalam, na,am insha Allah ”.
“Afwan, ini patungan maksudnya buat beli kurban ya? Jadi nanti jatuhnya bukan kurban dong? Cuma sedekah saja, tapi melalui belajar berkurban dengan cara patungan, begitukah?
Sering sekali perdebatan kecil seperti itu kita jumpai dalam keseharian kita, khususnya hal ini kita jumpai di sekolah-sekolah. Ada yang mengiyakan tidak apa-apa, dengan tujuan untuk melatih anak bagaimana berkurban, bagaimana kurban kita dapatkan. Tidak hanya lewat mendengarkan teks yang disampaikan guru agama ataupun guru lainnya, juga orangtua. Tanpa memperlihatkan prosesnya kepada sang anak tercinta. Di samping tentunya ada yang menyatakan tidak setujuh karena tidak ada dalam aturan yang mengikatnya.
Semua pernyataan yang disampaikan sesuai dengan keyakinan dan keinginan masing-masing, tentu tidak ada yang salah, dengan tujuan dan maksud yang diyakini juga diinginkan. Tapi kalau diperdebatkat bisa dan tidak boleh atau jangan tentu tidak akan ada nada habisnya dibahas berhari berbulan bahkan sampai dunia ini berakhir.
Segala sesuatu pasti ada untung dan rugi, ada baik dan buruknya. Tapi untuk hal ini tentu tidak ada sedikitpun ruginya, kalaupun rugi hanya pengurangan jatah uang saku anak-anak pada waktu tertentu saja, karena keuntungan ke depan yang kita inginkan sungguh tidak bisa kita perkirakan dan bayangkan terpampang di depan mata. Tentu sebagai orangtua kita sangat senang bila menyaksikan anak-anak kita selalu berbuat baik sesuai dengan tuntunan agama. Menyaksikan anak-anak kita menjelma menjadi harapan keluarga, yang akan menggandeng tangan kita nantinya beriringan masuk ke dalam surgaNya.
Hal pertama yang diajarkan kepada anak secara tidak langsung, bahwa dalam agamanya ada kewajiban berkurban bagi yang mampu. Akan timbul pertanyaan merekakan masih kecil tidak punya apa-apa sebab biaya hidup masih ditanggung orantua, betul sekali. Tapi harus kita ingat ketika kita diberikan uang oleh orangtua kita dulu bukankah uang tersebut kita gunakan sesuka hati kita untuk apapun yang kita suka? Jawabnya pasti betul pakai sekali, karena ketika uang tersebut sudah berada digenggaman kita secara tidak tertulis itu adalah hak kita, dengan kata lain ketika kita pakai orangtua kita tidak akan pernah protes. Berarti uang anak yang datangnya dari orangtua merupakan harta anak. Sebagai manusia yang hidup dalam masyarakat anak tidak boleh egois mementingkan diri sendiri walaupun harta tersebut sudah merupakan hak meraka. Tugas kita sebagai orangtua harus mengajarkan mereka berbagi dengan sesama, dengan harapan pada suatu waktu kelak anak sudah paham tanpa harus diajarkan lagi untuk menyisihkan sebagian hartanya kepada orang lain yang membutuhkan, dan mau melaksanakan kewajiban berqurban bagi yang sudah mampu, tanpa perlu diminta dan harus menjelaskan panjang lebar tentang sejarah qurban dan apa manfaat berqurban, karena anak-anak kita sudah ditanamkan ajaran berqurban sejak dini. Mari belajar berqurban demi kebaikan hidup kita nanti, baik saat berada di dunia fana ini maupun saat kita sudah kembali kepadaNnya nanti. Tiada yang tersia-siakan selama itu merupakan niat karenaNya.
Jakarta, 7 Agustus 2019
#nuliskeroyokan
#GerbongAksara
#GerbongAksara
#GerbongAksara3
@nuliskeroyokan
Aku Biarkan Dia Sendiri
Oleh darasPane09
“Aku balas semua yang pernah diberikan ibu padaku, walaupun tidak mungkin terbalas sebesr apapun balasan yang diberikan. Aku balas semua keinginan ibu untuk apapun yang diinginkannya. Aku kabulkan semua keinginannya untuk mendatangi semua tempat yang inging ditujuhnya asal hatinya ibu senang. Kehormatan yang kubanggakan saat ini tak lepas dari besarnya pengorbanan ibu kepada kepadaku. Tidak akan ada satupun yang menandingi campur tangannya, sudah selayaknyalah tanpa berpikir dua kali akan segera kuiyakan. Tapi sayang aku hanya mampu memberikan, tanpa bisa menggandeng tangannya yang sudah mulai keriput dimakan gencarnya usia yang menghadangnya. Tanpa mampu merangkul bahu yang sudah mulai luruh, karena tulangmu yang sudah mulai lemah. Tanpa mampu bercerita seperti ketika kecil dulu saat mengantarku pada malam-malam ketika mata mulai sayu mendengar setiap dongeng yang kau ceritakan padaku tanpa lelah, meskipun tenaga dan waktumu sudah terkuras seharian, seperti seorang koky handal melayani agar kami bisa bergoyang lida karena nikmatnya hasil karyamu yang penuh cinta. Tanpa bernyanyi untuk mengungkapkan semua lara yang bersemayam, walau bisa kau lakukan saat itu dan sesukamu karena hatimu yang kecewa menyaksikan ketidakmampuanku membalas semua hal yang sudah engkau lakukan pada diriku. Kau tetap diam seribu kata, karena kau takut kan mengganggu mereka para anakmu yang tidak bisa dan mampu mengucapkan kata cinta sebagai bukti. ”
Siapapun tentu pernah mengungkapkan pernyataan di atas. Ungkapan pemberian pada keinginan orangtua khsususnya seorang ibu, yang akan tetap diusahakan apapun yang terjadi.
Bahkan Sekelas Hotman Paris Hutapea pengacara kondang itu, sambil berurai air mata, mengungkapkan hal yang sudah dilakukannya untuk membuat hati ibunya senang. Tapi pada akhirnya ternyata kebahagiaan seorang ibu tidak terletak pada benda yang disiapkan sang anak untuk ibunya. Ternyata kebahagiaan sesunggunya yang diinginkan dan diharapkan ternyata kehadiran sang anak, untuk menemani sang ibu diselah kegiatan sang anak yang super sibuk itu. Begitu sederhananya keinginan sang ibu, hanya mengharapkan kehadiran sang anak di sisinya, Tapi harapan yang sangat didamba itu kadang hanya angan yang tersimpan indah dalam memori indah sang ibu, tanpa berani mengungkapkan karena si ibu yang baik hati, penyayang dengan sejuta cinta yang bersandar di dinding hati cukup dipendamnya sendiri, takut anaknya susah dan mengganggu aktifitasnya. Ibu hanya mampu berharap dan berharap agar anaknya segera menyadari. Suatu hari sang anak diberi kelonggaran waktu masih bisa menemanni sebelum umurnya diminta kembali oleh Sang Pencipta.
Jakarta, 8 Agustus 2019
#nuliskeroyokan
#GerbongAksara
#GerbongAksara
#GerbongAksara4
@nuliskeroyokan
Sabar itu Buahnya Ranum
Oleh darasPane09
“Tak ada hujan disertai badai tiba-tiba Ratih menyatakan kalau hubungannya yang tidak lama lagi akan segera berjalan menuju pelaminan tidak ingin dilanjutkan lagi. Semua panik semua bingung apa gerangan yang akan terjadi. Ada yang setujuh dengan melakukan yang terbaik menurut hati kalau memang harus dihentikan daripada harus tergelincir ketika sudah Bersama yang akan mengorbankan mereka yang tidak berdosa, lebih baik membuka jalan tersakit kemudian sehat. Perdebatan sengit tidak terelakkan, tidak apa yang penting keselamatan ke depan yang lebih utama. Semua akan indah pada waktunya, semua akan berbuah pada saatnya dengan buah yang ranum juga masak, enak disantab lezat rasanya. Kesabaran dan kepercayaan bahwa semua yang terjadi adalah rahasiaNya yang tidak seorangpun tahu apa yang akan terjadi ke depan, yang terpenting sebagai hambahnya percaya dan tidak berhenti berdoa, Insyah Allah keindahan yang lain akan segera berlabu di depan mata. Yang merasa sakit karena tidak menerima putusan lambat laut akan sadar dan diberikan petunjuk dariNya. Dia sudah berkata bahwa yang baik akan bertemu dengan yang baik juga. Dan pada akhirnya buah kesabaran ditengah sakit yang melilit dinding hati, Ratih pelan-pelan menata diri dengan sabar dan tak lupa melapaskan doa yang tada henti akhirnya buahpun dipetik dan dinikmati.
Perjalan hambaNya di muka bumi tidak akan lepas dari dua hal, yaitu nikmat dan cobaan. Nikmat yang diberikan Allah dari kita selamat lahir dari kandungan ibu, dan juga ibu kita sendiri juga turut selamat saat berjuang melahirkan buah hainya ke muka bumi ini. Tentu merupakan kenikmatan yang tiada tara, hingga suatu ketika akan diberikan cobaan olehanya, tentu tidak ada jalan yang lebih indah dan mulus seperti jalan tol selain kita harus berpegangan pada kata ‘ sabar’. Tiada kata yang lain yang lebih tepat selain sabar karena sabar merupakan pintu gerbang menujuh pintu bahagia. Sabar, satu kata sederhana yang menggambarkan seseorang yang tabah dan kuat dalam menghadapi cobaan yang datang menghampiri diri, tidak putus asa walau bumi bergoncang tiada terperi. Setiap manusia yang sudah di muka bumi ini pasti tidak luput dari kesusahan, tidak lepas dari cobaan, yang semua itu tentu sudah ketentuan yang diberikan oleh yang kuasa untuk hambaNya yang beriman, untuk meningkatkan derajat bila yang bersangkutan sabar dan tawakkal, tetap berdiri di sisiNya dengan selalu melapaskan namaNya tiada henti sedetikpun, menunggu kabar gembira datang menyusul sebagai hadiah indah yang sudah disimpanNya, ketika waktunya sudah tiba. Jadi selalu pertebal sabar, karena sabar sangat dasyat penampilan akhirnya dengan buah yang ranum juga manis rasanya.
Jakarta, 10 Agustus 2019
#nuliskeroyokan
#GerbongAksara
#GerbongAksara
#GerbongAksara5
@nuliskeroyokan
Gemboknya Bahagia
Oleh darasPane09
Sejenak menepi dari hiruk pikuk ibu kota yang bising dengan kendaraan, roda kehidupan yang tidak berhenti berjalan pada siang bersama mentari begitu ganas menembus kepermukaan bumi dan berganti dengan malam bersama kerlipnya bintang di langit biru yang setiap saat bermesraan dengan debu-debu yang mengikuti disetiap tarikan nafas.
Kembali merangkul kampung halaman yang penuh kenangan dan sejuta harapan saat masa kecil yang selalu menggantungkan cita-cita setinggi angkasa. Kembali ke kampung halaman melayangkan semua kenangan bersama teman bermain. Ada yang masih kenal ketika berjumpa, ada yang kadang harus berkerut sejenak melayangkan angan ke masa silam dia siapa gerangan, dengan sedikit menguraikan kisah masa lalu senyum di bibir langsung berkembang. Semua beruba, semua beda. Hanya diri yang masih tetap setia dengan keadaan tanpa banyak perubahan, bahkan tetap seperti yang dulu awet dan tetap masih kencang. Begitu katanya, walau hati bertanya akh masa iya?
Bahagia! Kata kunci untuk semua jawaban mengapa masih terlihat muda, mengapa masih terlihat kencang tanpa kerutan yang kebanyakan terjadi pada saat limapuluan. Mungkin akan terlalu naif dan sedikit angkuh begitu pasti tergelincir pada pikiran. Adakah ukuran bahagia yang dimaksud harus hidup dengan bergelimang uang, mobil yang bersusun di teras dan plesiran setiap saat? Jawabnya bisa saja benar, bisa saja tidak tergantung pada yang menafsirkan sendiri.
Bahagia itu ada pada dasar hati yang terdalam ketika memiliki rasa syukur akan karuniaNya yang begitu besar untuk menikmati indahnya setiap kehadiran mentari pagi sebagai awal dimulainya langkah kehidupan hari itu. Masih diberikan harapan bertemu dengan mentari ketika melangkah menujuh peraduannya. Masih diberikan pekerjaan walaupun tidak seperti penghasilan mereka-mereka yang duduk diketinggian. Masih dipertemukan dengan hari-hari yang kita lalau dengan tarikan nafas yang ringan tanpa dibebani sakit yang membingungkan.
Gemboknya ada pada kebahagiaan.
Jakarta, 11 Agustus 2019
#nuliskeroyokan
#GerbongAksara
#GerbongAksara6
@nuliskeroyokan
Dibalik Fajar dan Senja
Oleh darasPane09
*
Ketika kau janjikan fajar akan kehadiranmu, tapi kau tukar dengan senja. Seharusnya aku sudah sadar kalau hanya harapan yang akan hadir di hari-hari kebersamaan dalam menyusuri perjalanan Panjang ini. Dan pada akhirnya aku hanya burung yang terbang sendiri tanpa seutas benang pengikat simpul yang akan menarikku bila ingin bersandar ketika kepak sayapku sudah mulai lemah karena terlalu lama mengepak di angkasa. Dan pada akhirnya aku hanya sendiri menyusuri panjangnya langkah tanpa ada yang meminta berhenti ketika kaki sudah mulai bergurat karena langkah yang terlalu lama. Dan pada akhirnya terkulai tak mampu berdiri lagi untuk menegakkan benang yang aku coba berdirikan sendiri. Kata-kata yang kita rangkai sudah tidak berarti lagi, menjauh pergi terbawah angin pada harapan yang sudah tak berarti lagi.
*
Sudah habis kata untuk melukiskan hati. Luka yang tertoreh sudah semakin dalam. Ribuan harapan hanya tinggal sunyi, bagaikan bait syair yang nadanya sudah tak enak untuk dinyanyikan juga didengar. Pergi, akupun tak mau hadirmu hanya menambah luka akan semua kecewa yang kau bawah bersama hatimu yang palsu itu. Pergilah aku tak sudih berharap akan bingkai cinta yang hanya pada ucapan tanpa bukti seperti yang pernah kau katakana akan besarnya hati yang kau titipkan. Pergilah masih ada fajar pagi yang akan membangunkan aku dengan mimpi-mimpi indah pada waktu yang akan datang sepanjang bumi ini bernafas. Masih ada senja yang dibalut lembayung yang akan mengajakku berdansa. Aku pasti akan kuat, karena aku yakin senja dan fajar akan selalu setia.
*
Kadang kalah harapan pada janji yang sering terucap tidak sesuai dengan kenyataan yang tentunya akan membuat kepercayaan yang sudah disandarkan hancur luluh tak berbentuk. Kekecewaan yang mendalam pasti menyapa hati. Semua harapan yang disandarkan terkoyak tak bertepi. Selajutnya akan dikembalikan pada yang pernah merasa, akankah bertahan tapi tersiksa atau mencari keindahan senja dan fajar pada waktu yang lain.yang keduanya sama-sama tetap sama indahnya. Harapan yang pernah pupus ditelan janji yang tidak pernah nyata tentu akan membawa sakit yang perkepanjangan. Tapi bukan satu alasan untuk menjadikan diri terpuruk, segeralah berdiri dengan kokoh. Fajar akan segera datang membawa harapan baru, begitu juga dengan senja yang akan menutupi semua luka yang pernah meradang. Di balik fajar dan senja selalu akan menyampaikan harapan indah. Yakin dan percaya harapan pasti sesalu menyertai setiap langkah.
*
Jakarta, 12 Agustus 2019
#nuliskeroyokan
#GerbongAksara
#GerbongAksara7
@nuliskeroyokan
Cemburu itu Racun
Oleh darasPane09
“Mungkin kalian pasti katakana aku naif, pembohong dan pintar berpura-pura, ketika aku katakan kalau aku tidak pernah memiliki rasa cemburu. Baik itu tentang asmara maupun kelebihan yang dimiliki seseorang.” Pernyataan itu terlontar begitu saja ketika kami sedang duduk siang itu di taman di belakang rumahku. Kami sengaja merencanakan pertemuan ini yang lebih seringnya disebut orang reunian. Ya kami adalah teman dekat ketika kami masih duduk di bangku Sekolah Menega Atas. Setelah bertahun tidak berkumpul untuk melanjutkan cita dan cinta masing-masing. Sebenarnya kami sudah sering sekali merencanakan bertemu untuk melepas kangen, tapi waktu kami yang dikelilingi kegiatan masing-masing, maka jadilah kami hanya bisa bertegur sapa lewat sosial media kami.
Obrolan yang dimulai dari aku sebagai pemilik rumah sebenarnya pernyataan yang menurutkku nyelene, karena tiba-tiba saja keluar begitu saja tanpa terkontrol. Benar saja seketika suasana menjadi riuh. Macam komentar tentu dihadapkan pada uku sipembuat ide, ada yang mengatakan aku lebaylah, sok merasa tak punya hatilah dan beranggam komentar yang tidak aku ingat lagi karena begitu gaduhnya mereka saling menilai diriku, mmm.. aku hanya bisa senyum-senyum sendiri tanpa berniat terpancing untuk menyangkal semua istilah yang dialamatkan pada diriku.. Hingga pada akhirnya mereka terdiam sendiri, mungkin sudah capek berkomentar tapi tidak dapat solusi yang pasti. Hening menyelimui sampai salah satu dari mereka tiba-tiba mengeluarkan pertanyaan yang pada akhirnya diangguki ramai-ramai sehinggga semua mata tajam seakan inging menelan hidup-hidup menunggu jawaban. Aku kembali melayangkan senyum termautku. Tapi segera aku Tarik walau sesaat ketika mereka beujar ngak usah senyum-senyum sendiri, jawab saja pertanyaannya. Sebelum menjawab aku masih sempat sedikit menggoda mereka, pengen tahu atau pengen sekali tahu. Aku segera merapatkan kedua telapak tangan sebagai permohonan maaf salah satu tangan diantara mereka sudah siap terangkat dengan tujuan menancapkan kukunya pada kulit tanganku. Aku tahu betul rasa cengkramat jari temanku itu, merah dikulit tanganku akan hilang kalau sudah tiga hari. Walaupun aku tahu itu dilakukan bukan karena benci, tapi karena diantara kami sudah saling memahami karakter masing-masing.
Cemburu sudah tentu sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Siapapun pun dia tentu pernah mengalami cemburu. Cemburu karena cintanya kepada sang pujaan hati, cemburu karena menginginkan sesuatu yang belum mampu dimilki, sementara teman, kerabat dan tetangga sudah memiliki, bahkan yang benda yang dimiliki tersebut sudah dimiliki lebih dari yang kita banyangkan, sementara diri sendiri satupun belum dapat digenggaman.
Cemburu katanya cinta, cemburu katanya tandanya sayang. Tapi coba kita perhatika kondisi orang yang sedang berada dalam pengaruh cemburu, adakah kita melihat senyum di bibirnya atau adakah cahaya bahagia di matanya ketika mengungkapkan perasaan cemburu yang ada di dalam dadanya. Bahkan karena cemburu intonasi suara menjadi tinggi, membentak bahkan ada dengan sengaja tanpa perasaan mampu menyakiti mereka yang dicemburui sekalipun itu orang yang seharusnya dilindungi dalam kehidupan. Dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia, kata cemburu sangat jelas diterangkan bahwa cemburu itu merasa tidak atau kurang senang melihat orang lain beruntung, bisa juga berarti sirik, iri, curiga. Jadi jelas sekali kalau cemburu itu sesuatu hal yang negatif yang seharusnya kita hindari. Cemburu dapat membuat sesuatu hal yang sudah kita bangun dengan harapan akan membantu dalam kehidupan kita selanjunya, karena cemburu akhirnya semua harapan jadinya pupus tertelan rasa yang selalu menggerogoti setiap inci hati kita setiap saat, dan pada akhirnya apapun yang kita rencanakan akan hanya tinggal kenangan tanpa harapan. Hindari cemburu, belajarlah berdamai dengan dirimu, belajarlah menghargai kelebihan yang sudah disatukanNya saat pertama kali terlahir ke muka bumi ini, bahkan mungkin semasi berada dalam Rahim ibu tercinta. Setiap manusia berhak memiliki harapan, raihlah itu dengan segala kemampuan jangan pernah melepas harapan yang pasti sudah di depan mata tinggal berusahalah untuk meraihnya.
Jakarta, 13 Agustus 2019
#nuliskeroyokan
#GerbongAksara
#GerbongAksara8
@nuliskeroyokan
Pelit dan Perhitungan
Oleh Darmawati Pane
“Pelit banget sih kamu Ri! Hanya minta uang segitu saya tak mau kau berikan, diakan adekmu, satu-satunya lagi. Untuk apa kau timbun semua hartamu, titipkan sebagaian agar kelak bisa kau minta kembali suatu hari nanti. Jangan bahagiakan dirimu hanya di dunia saja, tapi pikirkan suatu saat kelak ada tempat yang lebih membahagiakan lagi. Tapi ibarat akan pulang kampung kalau mau nyaman di perjalanan tentu segala bekal harus kita siapkan. Kendaraan, pakaian dan perbekalan lainnya agar tidak susah saat tiba di kampung halaman. Selain untuk bekal kita nantinya, pelit juga dapat membuatmu tidak dapat teman, karena itu jangan pelit dan terlalu perhitungan. Rezeki ada Allah SWT yang telah mengatur. Jangan takut, memberi bukan berarti kita jadi jatuh miskin, tapi sebaliknya akan bahagia yang tercipta dalam hati kita dan harta yang akan kita berikan akan dilipatgandakan olehNya, jangan pernah takut”.
Ada dua bentuk pribadi yang dimilki oleh setiap manusia, bentuk pribadi tersebut selayaknya harus disingkirkan dari kehidupan ke depan atau segera buang jauh. Bentuk pribadi tersebut adalah ‘pelit dan perhitungan’. Dua bentuk pribadi ini sangat mengganggu dalam kehidupan kita, karena tidak akan pernah membantu ketika kita dalam kesulitan, sebaliknya akan menambah beban yang akan kita hadapi. Maka itu berlega hatilah bila kita tidak memiliki sifat ini, karena mereka yang memiliki sifat ini sebenanya hidupnya tidak akan pernah bahagia. Segala sesuatu dihitung dari keuntungan berdasarkan keinginan dan keuntungan bagi diri sendiri. Sementara bagi mereka yang hidupnya yang diisi dengan berbagi dengan ikhlas dan tidak perhitungan, tentu akan mendapatkan kebahagiaan dalam hati dan hidupnya dijamin pasti sangat tenang. Kalau perasaan kita selalu diliputi kebahagian, tentu juga harapan indah hidup ini akan selalu mengiringi setiap langkah kita dalam menjalani hidup. Dengan harapan yang selalu bersemayam di hati, hari-hari yang kita akan kita lalui akan jauh dari segala kemalangan. Mari hindari dan tinggalkan sifat pelit dan perhitungan.
Jakarta, 15 Agustus 2019
#nuliskeroyokan
#GerbongAksara
#GerbongAksara9
@nuliskeroyokan
Menjadi Diri Sendiri
Oleh Darmawati Pane
“Nak jadilah diri sendiri, jangan menjadi orang lain. Apapun yang kau miliki saat ini, sekalipun itu tidak sesuai dengan harapan, tetaplah bersyukur. Tidak perlu merasa malu dan rendah diri, yakinkan hatimu suatu hari kelak akan datang padamu seperti yang kau lihat ada pada teman-temanmu, bahkan bisa kau dapat lebih dari yang mereka miliki, kuncinya Cuma satu menjadi diri sendiri”.
Menjadi diri sendiri, satu ungkapan nasehat yang sering kali kita dengar disampaikan seseorang, baik seorang ibu kepada anaknya, seorang guru kepada muridnya, atau dari siapapun yang ingin mengharapkan satu perubahan kepada seseorang yang diingingkan. Menjadi diri sendiri satu ungkapan yang sangat sederhana, tapi sarat makna yang sangat mendalam yang dapat kita temukan di dalamnya.
Ketika berbicara Menjadi diri sendiri tentu yang terbersit dalam pikiran, sebuah peneriaam diri kita apa adanya, baik itu kelebihan dan kekurangan yang sudah ada pada diri sendiri, baik itu yang berasal dari turunan, bahkan dari turun-temurun yang sudah berurat dan berakar dari para pendahulu tanpa pernah berpikir apakah kelebihan itu harus tetap dipertahankan, atau kekurangan yang ternyata perlu dihilangkan. Jawaban untuk menjadi diri sendiri bukan berarti kita menerima semua yang sudah melekat pada diri kita. Tapi berani membuat terobosan dan langkah untuk merubah segala sesuatu yang lebih apalagi yang merupakan satu kekurangan. Misalkan kita terlahir dalam keluarga kaya yang berari satu kelebihan, tapi bukan berarti kekayaan yang dititpkan tersebut akan kekal selamanya, bisa saja akan jatuh miskin bila harta yang ditinggalkan tersebut tidak dipelihara. Seharusnyalah kekayaan yang dititipkan orangtua atau siapapun itu sedapat mungkin harus bisa dikembangkan, paling tidak dijaga jangan sampai hilang di tangan mereka yang diberikan mandat untuk melanjutkan. Apalagi satu kekurangan, misalnya orangtua kita hanya mampu untuk membiayai tanpa berlebih dengan harapan suatu hari kelak sang anak mampu berdiri di atas kakinya sendiri sampai menimbulkan kepercayaan dan kemandirian. Hingga keinginan dan harapan yang tadinya tidak dapat diperoleh dari orangtua, dapat didapatkan atas kemampuan sendiri, tanpa perlu merintih sedih karena tak mampu memiliki seperti yang dimiliki orang lain. Tapi berkat menjadi diri sendiri semua yang tadinya tidak mungkin menjadi mungkin. Jadi sudah seharusnya bagi yang ingin sukses dalam hidupnya dan harapan hidup yang bahagia, hal yang tepat harus dilakukan ‘menjadi diri sendiri’
Jakarta, 16 Agustus 2019
#nuliskeroyokan
#GerbongAksara
#GerbongAksara10
@nuliskeroyokan
Perempuan Hebat itu Namanya Ibu
Oleh Darmawati Pane
Bicara tentang ibu tentu angan yang melintas di kepala kita tentu seorang wanita yang sudah melahirkan kita ke muka bumi ini setelah Sembilan bulan sepuluh hari ikut bersamanya kemanapun beliau pergi, hingga hari yang dinantikan tiba, dengan bertaruh nyawanya menghadirkan anaknya. Kemudian menyertai disetiap langkahnya hingga sang buah hati tumbuh sehat seperti yang diinginkannya. Karena itu ibu tidak hanya cukup melahirkan saja anaknya, ibu juga selalu yang mendamping anaknya tidak kenal waktu siang maupun itu malam. Menyayangi dan mencintai tanpa batas,
Ibu juga menjadi Lembaga Pendidikan pertama bagi anaknya, yang mengenalkan huruf dan angka, yang juga bercerita tentang segalanya hingga anak memiliki satu cerita tentang ibunya.
Hingga anak memiliki satu kisah tentang ibunya yang selalu terbawa hingga sang anak tumbuh dewasa dan menerapkan pada anaknya bila sang anak sudah mulai dititipi sang buah hati.
Ibu juga seorang penerjemah yang handal, karena ibu mampu memahami semua isyarat yang disampaikan anaknya, melalui gerakan kecil sekalipun itu sampai gerakannya di dalam bisu tanpa suara. Ibu menjadi cinta pertama bagi sang anak, bahkan untuk seorang anak laki-laki kadang sampai terucap kalau istrinya kelak harus seperti ibunya.
Perempuan hebat itu ibuku, ibumu dan ibu kita semua, kehebatannya tak ada duanya. Masih banyak kata dan kalimat yang bisa kita sematkan pada ibu. Begitu indah dan sempurnanya seorang ibu, walaupun kadang mungkin kita mendapati beliau bisa juga marah bahkan melebihi yang kita kira sampai menyematkan kejam padanya, tapi ibu tetaplah ibu yang akan sayang dan cinta pada anak-anaknya. Karena itu mari sayangi ibu kita, apalagi yang masih diberikan kesempatan untuk mendampinginya. Ibu tidak minta banyak pada anak, cukup patuhi apa yang menjadi keinginan beliau. Hatinya akan tenang dan tenteram juga bersyukur karena sudah diberikan putra yang baik.
Perempuan hebat itu ibu, yang akan menjadi tangga menujuh harapan yang akan digenggam
Baik untuk dunia begitu juga untuk akhirat kelak.
Jakarta, 18 Agustus 2019
#nuliskeroyokan
#GerbongAksara
#GerbongAksara11
@nuliskeroyokan
Mencintai Dengan Caranya
Oleh Darmawati Pane
“Diam tanpa suara Rani menghampiri sang ayah. Pertengkarannya dengan sang ibu membuatnya sementara harus berlari menyingkir ke sisi sang ayah. Mengadu secara langsung tentu tak dilakukannya terhadap sang ayah, tapi sang ayah sepertinyai tahu apa yang sedang terjadi dengan hati sang putri, tapi tak mau bertanya, karena pertengkaran itu terjadi di depan mata sang ayah. Awalnya mereka sedang membahas sang adik yang bungsu diinginkan ibunya memasuki satu sekolah, tapi dengan keras Rani menolak karena takut sang adik tidak akan bisa bertahan dan beradaptasi di sekolah yang akan ditujuh. Meskipun alasan sudah disampaikan sang ibu tetap tidak mau menerima, bahkan kekerasan sempat menghampiri Rani sebagai dampak perdebatan tersebut. Karena itu jadilah saat itu Rani meninggalkan ibu untuk sementara, berlari menghampiri ayahnya yang pendiam seribu bahasa itu, tapi Rani tahu ayahnya sangat sayang padanya meskipun sayang itu tidak pernah teruangkap lewat kata-kata, tapi bagi Rani sudah cukup dengan semua peneriamaan dari sang ayahnya meskipun tanpa kata”.
Saat kita terlahir ke muka bumi ini, tentu salah orang yang termasuk merasakan kebahagiaan tentu saja sang ayah. Lahirnya anak sebagai jamu pemberi kekuatan kepadanya, menjadi pemberi harapan akan kelangsungan hidup ke depan, bahkan semua capek yang selama ini mendera tubuhnya seakan sirna terbawa dinginnya angina malam. Kumandang Asma Allah terdengar lantang di selah suaranya yang serak terharu akan gambaran kebahagiaan hatinya. Tak henti tangan mungil sang malaikat yang telah dikirimNya digenggam, seakan igin segera mengajak melangkah bersama. Tak henti juga senyum tergambar dari sudut bibirnya walaupun terdiam dalam pandangan sunyi tanpa uangkapan.
Karena itu berbicara tentang ibu tentu tidak lengkap bila tidak dilanjutkan dengan keberadaan sang ayah, atau sebaliknya bicara ayah, tak cukup rasanya bila tidak didampingkan dengan ibu. Meraka berdua ini manusia utama yang sudah dirancang olehNya sebagai pintu gerbang anak-anak agar bisa hadir ke alam dunia ini. Peran ayah tidak bisa disampingkan seperti apapun kondisinya, sesuai dengan karakter dan gaya masing-masing ayah berdampingan dengan keluarganya. Mungkin jadi karena ayah juga berperan sebagai pemimpin dalam keluarga, terkadang harus tegas agar keluarga bisa berjalan seperti kapal yang sedang berlayar di lautan lepas, kalau kemudinya tidak hati-hati bisa saja ombak datang menerjang.
Ayah juga pasti selalu seperti ibu yang punya keinginan dan harapan kepada anak-anaknya, seperti orangtua lainnya, sehingga tak kala sudah menginjak remaja, khususnya untuk anak perempuannya beliau sangat ketat agar anaknya terhidar dari hal yang tak diinginkan, sehingga akan terjadi silang sengketa yang membuat hati anak-anaknya merasa tersakiti, tapi semua itu dilakukan tentu bukan karena sang ayah ingin kejam, tapi karena rasa sayang dan berlindungan yang membuatnya harus bersikap tegas. Tapi seperti apapun ayah, tentu anak pasti akan selalu akan merindukannya, apalagi yang saat ini sudah tidak Bersama lagi. Karena itu sayangi ayah kita seperti apapun adanya. Karena anak tetap menjadi harapan ayah yang akan melanjutkan tonggang sejarah kehidupan keluarga untuk masa depan.
Jakarta, 18 Agustus 2019
#nuliskeroyokan
#GerbongAksara
#GerbongAksara12
@nuliskeroyokan
Tentu bukan satu alasan ruwetnya di jalan, tapi itulah hidup kadang mampir indah seperti harapan, kadang berlari menjauh bagai bayangan tak mampu dipeluk. Hanya mereka yang mengalami akan berbicara ke hatinya, sementara yang lain, mungkin hidupnya terlalu damai tentu bersyukur, tapi tidak perlu terlalu lebai kemudian berkomentar. Walaupun itu hak. Dan tentu akan akan lebih indah bila hidup disambut dengan pengertian. Semua pasti akan berusaha yang terbaik bagi hidupnya, siapapun itu. Tapi mampukah kita merubah waktu yang begitu gencar berlari mengejar? Tentu jawabnya tidak karena kita hanya manusia biasa yang hanya bisa berusaha sekuat yang kita mampu, berdoa agar selalu diberkahi olehNya, tetap pemegang keputusan akhir atas hidup kita hanya pemilik keabadian ini. Jangan terlalu mencari pembenaran diri, membuat jadi serba salah. Kalaupun menurutmu salah, belum tentu juga seperti yang ada dalam pikiran, tentu ada alasan yang tersembunyi dan jangan pernah mencoba menjawabpasti tak kan bisa selama pikiranmu melayang tak tentu arah. Selama pikiranmua selalu serbah salah.
Serba Salah
Oleh Darmawati Pane
Pagi yang masih diselimuti awan, mentari pun belum menampakkan wajah ayunya dari peraduan malam. Aku bergegas meninggalkan peraduan hangatku. Rasa dingin segera menusuk tulang ketika semburan air mampir pada permukaan kulitku. Waktu masih menempati di posisi pukul empat pagi, masih sepi. Bunyi kokok ayam pun belum terdengar, kumandang adzan subuh juga belum terdengar. Rutinitas yang selalu dilakukan setiap hari sebelum berangkat kerja. Persiapan pagi itu sudah selesai, termasuk memanjatkan rasa syukur kepadaNya yang telah memberikan kembali waktu untuk bersenda gurau, berbakti dan beamal. Semoga besok hari dan seterusnya insya Allah masih diberikan juga waktu yang lain dengan harapan yang makin membuncah.
Seperti biasa sudah bertengger indah diboncengan ojol yang akan mengantar ke tempat mengabdikan ilmu. Jalanan yang dilalui masih cukup lengang dengan kendaraan dan hawa dinginpun kembali menyelimuti. Dua puluh menit menempuh perjalan hingga akhirnya sampai pada tempat tujuan. Suasanya lengangpun kembali menyapa, meskipun sudah ada yang hadir. Lampu-lampu masih menyala tanda hari juga masih berpeluk dengan awan. Bergegas mempelkan jari telunjuk pada sebuah mesin pencatat hadir, lalu bergegas menujuh tempat peristirahatan sementara sebelum kembali bercengkrama dengan anak-anak yang manis dan menggemaskan kadang harus mengusap dada tanda sabar harus ditanam dalam. Begitulah rutinitas harian mungkin mereka juga yang lain, terkadang datang awal, kadang hanya tingkat beberapa waktu dan kadang waktunya terlewatkan. Bukan disengaja dan direncanakan atau dibuat seperti giliran.
Jakarta, 18 Agustus 2019
#nuliskeroyokan
#GerbongAksara
#GerbongAksara13
@nuliskeroyokan
Pria Bercasing Perempuan
Oleh Darmawati pane
Perkembangan berita akhir-akhir ini yang kita saksikan lewat layar kaca kita di rumah atau dalam lingkungan sehari-hari, kita banyak menyaksikan penampilan yang seharusnya tidak terjadi. Bahkan akibat penampilan tersebut ada yang sampai rela memasukkan sesuatu ke dalam tubuhnya agar penampilannya lebih meyakinkan seperti yang diinginkan yang bersangkutan. Tapi yakinlah seperti apapun melepaskan hal yang sudah tercipta lewat tanganNya, tidak akan bisa sempurna sperti yang diharapkan, karena seperti apapun mencoba merubah pasti akan tidak ditemukan kesempunaan, Namanya saja merubah yang asli menjadi aspal alias asli tapi palsu. Casing yang dimaksud, perubahan penampilan dari laki-laki berubah menjadi perempuan, berpakaian bahkan berbicarapun sudah ala-ala perempuan, padahal fisik aslinya seorang pria tulen.
Ketika ada komentar seperti ini tentu sebagian akan menanggapi, alah kamukan hanya ngomong doang, coba kalau kalian mengalami seperti yang kami alami, atau kamikan hanya sekedar berpakaian untuk sekedar mencari makan. Begitu manisnya mencarai alasan tanpa berpikir apa dampak Panjang yang akan dialami, bukan hanya diri sendiri, bahkan mungkin orang-orang yang kita cintai, bisa saja akan menerima dampak dari perbuatan yang kita lakukan. Coba kita bayangkan bila anak kita harus menerima hal yang tidak layak di sekolah atau lingkungan bermainnya, pulang ke rumah air bening menetes dari pipinya yang bersih, bahkan selama hidupnya bisa saja sang anak mendapatkan perlakuan yang sama. Selain itu bila anda penganut agama yang taat tentu juga anda tahu dalam agama hal itu sangat dilarang dan sudah ditegaskan pakaian seperti apa yang layak dan sudah ditetapkan untuk pria, dan untuk perempuan. Bila kita melanggar sudah ditentuNya azab yang akan kita dapatkan.
Karena itu sebelum terlambat mari saling mengingatkan. Selama kita diberikanNya kehidupan pasti harapan yang indah pasti kita dapatkan. Segeralah berbenah diri sebelum bertemu dengan kehidupan yang abadi, yang membawa penyesalan tak akan bisa membenahi diri lagi. Kembali pada ketentuanNya dengan selalu menjalankan semua perintahNya dan menghindari larangan yang sudah ditetapkannya. Casing sudah disiapkanNya dari kita masih di rahim bunda tercinta, dan terlahir dengan perjuangan taruhan nyawa dan harapan yang indah, jangan seenaknyanya mengganti harapan yang sudah dititipkan Yang Kuasa padanya.
Jakarta, 20 Agustus 2019
#nuliskeroyokan
#GerbongAksara
#GerbongAksara14
@nuliskeroyokan
Masih Rizqi Pasti Kembali
Oleh Darmawati Pane
“Alhamdulilah Aku dipercaya sebagai tiem penguji untuk guru di salah satu sekolah Madrasah Aliyah Negeri di Pondok Pinang. Wktu masih berembun sudah berangkat menunjuk tempat yang akan didatangi. Tempat yang jauh dari rumah dan alamatpun belum tahu, alasan keberangkatan lebih awal, disamping itu situasi kota kita yang belum tahu alias macet yang sudah menjadi makanan rutin warga, jadi bila ingin sampai dengan tepat harus rela meluangkan waktu untuk melangkahkan kaki lebih awal, lebih baik menunggu dari pada terlabat walaupun hanya satu menit. Alhamdulilah, perjalanan yang aku tempuh pagi itu lancer, sehingga sampai ditempat tepat waktu. Setelah memarkir kendaraanku yang sangat setia mengantarku setiap hari dan kemudian mencari informasi tentang tempat yang aku cari akhirnya aku memasuki gedung tempat acara pengujian berlangsung. Ternyata salah satu peserta sudah hadir mendahului aku dan yang lain.
Pengujian hari itu berlangsung sampai menjelang sholat dzuhur dengan tiga peserta. Selanjutnya kami melaksanakan panggilanNya di masjid sekolah tempat aku menguji secara Berjama’ah. Selesai menghadap Sang Penguasah Alam, tiba-tiba aku dikejutkan pengumuman kehilangan. Seketika aku raba kantong celanaku kosong. Pertanyaan mulai bergelantungan di sudut kepalaku, apakah itu kunci kendaraanku? Karena kantong tempat aku biasa menyimpan kunci kendaraanku kalau diluar rumah adalah kantong celana yang aku kenakan. Segera aku dekati sumber suara dan bertanya apakah berita kehilangan kunci kendaraan? Ternyata benar saja kalau berita kehilangan kunci kendaraan, dan aku memastikan itu pasti kuci kendaraanku. Setelah lewat seleksi yang sedikit ketat tentang ciri-ciri kunci, aku dipersilahkan untuk mengambil kunciku yang tanpa sengaja tidak aku ambil dari tempatnya tergantung ketika pagi itu sampai ditempat. Akukah yang lalai atau karena begitu antusiasnya sehingga aku lupa mengambil kuncinya. Apapun itu alasannya, yang penting kunciku masih dijaga olehNya dengan dipertemukannya dengan hambaNya yang jujur dan berhati mulia. Alhamdulilah ya Allah masih rizqiku, masih harapanku untuk selalu bersisian dengan harta yang Engkau titipkan. Semoga tetap jadi harapan dan lading pahalaku ke depan.
Kisah ini tentu saja pernah dialami siapapun. Sebuah kisah keteladanan akan arti kejujuran, amanah pada suatu situasi yang sebenarnya bisa saja dimanfaatkan, mungkin bagi sebagian orang. Kesempatan mengambil yang bukan hak, tanpa berpikir dan merasa kalau ada Allah yang sedang mengawasi perbuatan yang sedang dilakukan. Tapi ternya masih banyak hambahNya yang memeluk iman yang tinggi, sehingga mengembalikan yang bukan haknya kepada yang punya hak. Hal ini juga menjadi sebuah renungan bahwa kalau memang Allah masih menitipkan itu menjadi rizqi kita tentu bagaimanapun cara dan situasinya, berapa lama harta itu menjauh dari kita, pasti akan kembali. Semoga kita selalu menjadi hambaNya yang jujur dan amanah, sebagai modal harapan amalan kita bila kelak sudah kembali pada sang pemilikNya. Masih rizqi pasti kembali.
Jakarta, 20 Agustus 2019
#nuliskeroyokan
#GerbongAksara
#GerbongAksara15
@nuliskeroyokan
Tetap Tenang dan Kembalikan PadaNya
Oleh Darmawati Pane
Sebahagia dan sesukses apapun setiap orang tentu perbah mengalami yang nama masalah. Mulai dari masalah yang sepele sampai masalah bersar. Masalah tersebut bisa beraneka raga, mulai dari masalah cinta, Pendidikan keluarga, teman dan masalah lainnya. Ada yang mampu mengimbangi sehingga masalah apapun yang datang menyapa bisa diatasi tanpa harus mengganggu kegiatan sehari-hari. Ada juga yang tidak mampu menangani sendiri meskipun masalah itu menurut orang lain merupakan masalah sepele yang akan hilang seiring berjalannya waktu. Tapi karena tidak mampu mengendalikan diri, yang seharusnya dapat diatasi sendiri berubah menjadi masalah besar bahkan jadi berkepanjangan. Bahkan masalah tersebut bisa menjadi berdampak tidak baik bagi diri kita, bahkan ada yang sampai sakit berkepanjangan.
Untuk menekuk sebuah permasalahan tentu tidak segampang membalikkan telapak tangan, dan semudah kita mengulurkan lidah bahwa semua ada penyelesaiaannya. Tapi kadang sangat begitu pantastik, ternyata masalah tiba-tiba sudah hilang dari peredaran tanpa perlu bersusahpaya untuk menghilangkannyanya, atau solusi untuk masalah itu sendiri sudah hadir dengan sendirinya. Sehingga kita tak perlu lagi repot-repot mencari solusi atau meminta pendapat untuk menemani agar keluar dari masalah.
Hal yang harus kita lakukan ketika mendapatkan satu masalah jangan panik, tenangkan hati. Karena kepanikan akan membuat berpikir tidak kan jernih, ketika pikiran ruwet bukan solusi yang akan didapat, tapi akan memperoleh permasalahan baru. Bisa saja jadi dihinggapi penyakit, dari penyakit ringan sampai penyakit parah yang tidak dibayangkan sebelumnya, yang akan memberikan penyesalan hidup yang berkepanjangan. Dampaknyapun bisa lebih luas, bisa sampai ke mereka yang berdiri di sekitar kita, bisa keluarga, teman bahkan lingkungan sekitar. Hal yang lain yang bisa dilakukan, kalau diperlukan carilah teman untuk berbagi rasa, tentu tidak sembarang teman, tapi teman yang bisa dipercaya. Kalau kurang meyakinkan karena takut rahasia tidak terjamin, ada tempat lain yang tidak akan bisa dijangkau siapapun akan semua ketakutan yang akan menghampiri, dengan menulis semua resa yang melingkar di hati, tuliskan pelan-pelan, curahkan semua isi hati sampai benar-benar seperti kembali seperi yang diharapkan, kembali kepada rasa yang diinginkan, tenang terhindar dari semua hal negative yang dirasakan. Dan yang paling utama dari semua solusi masalah yang sedang dihadapi, kembalikan semua kepada ketentuan sang pemilikNya. Berdoa dan berserah diri tanpa henti, semoga solusi dapat diperoleh dan diatasi.
Jakarta, 21 Agustus 2019
#nuliskeroyokan
#GerbongAksara
#GerbongAksara16
@nuliskeroyokan
Orang Hebat dan Merasa Hebat
Oleh Darmawati Pane
Dalam kehidupan kita pernah bertemu dengan orang hebat, dan merasa hebat. Tentu kedua golongan ini sangat jauh berbeda, baik dalam sikap maupun dalam bekerja. Orang yang merasa hebat, ibarat sebuah kado yang yang dibungkus cantik, rapi dan menarik. Ketika melihat pertama tentu akan terkagum-keagum yang timbul dalam hati, dan melihat cantik akan bungkusnya tentu juga kan timbul dugaan kalau isi yang terbungkus pasti sesuatu yang sangat berharga, begitu jugalah orang yang merasa hebat, hanya luarnya saja yang terlihat hebat ternyata dalamnya pasti tidak demikian adanya. Orang yang merasa hebat bekerja hanya untuk membanggakan kalau dirinya hebat, oaring hebat hanya butuh pujian dan sanjungan atas semua hal yang lakukannya. Orang yang merasa hebat selalu menyombongkan diri dengan semua pencapaian yang didapatnya, padahal hasilnya belum tentu bisa dipakai untuk kebaikan orang yang berada disekelilingnya. Dan kalau dibandingkan dengan yang lain masih kalah jauh Orang yang merasa hebat hanya mampu bicara tapi tidak dalam perbuatan Mampu berbuat hanya untuk mengharap dapat pujian, padahal yang dilakukan tidak seperti harapan banyak orang.
Bagaimana dengan orang hebat? Tentu akan sangat berbeda sekali dalam segala hal, Bagi orang hebat, bekerja harus sampai pada hal yang menurutnya harus diselaikan dengan tuntas. Orang hebat, mereka yang bekerja dengan tulus, ikhlas tanpa perlu minta pujian ataupun minta dihargai setiap langkah yang diambilnya. Orang hebat hanya akan berkerja dengan harapan semua yang dikerjakan dan diusahakan dapat bermanfaat bagi semua orang yang berada disisinya, hingga semua dapat merasakan hasil atau hal positif yang dikerjakan. Orang Hebat tidak banyak berbicara, tidak memaksa dan tidak butuh pamer diri akan kehebatannya, karena orang hebat tanpa pamer diri, kehebatannya pasti akan diakui, meski kadang kehebatannya baru terasa di hati ketika orang hebat itu sudah berlalu dari sisi yang merasakan dampak dan sepak terjang si orang hebat. Maka mari jadi orang hebat, bukan orang yang merasa hebat. Karena manusia sudah diciptakan dengan kehebatan masing-masing, tidak perlulah merasa paling hebat.
Jakarta, 21 Agustus 2019
#nuliskeroyokan
#GerbongAksara
#GerbongAksara17
@nuliskeroyokan
Jangan Cepat Berburuk Sangka
Oleh.darasPane09
“Kalau sudah selesai semua rangkaian kuliahmu, tinggal saja sama 0m, jangan meminta lagi sama orangtuamu, begitu Barra menyapa ponakannya ketika ponakan Bandi datang menemuinya siang itu. Dari hasil pembicaraan yang sudah mereka sepakati, sangat jelas Barra menginginkan sekali ponakannya tidak perlu lagi menyusahkan orangtuanya di kampung, yang kebetulan kakak kandungnya sendiri. Kesepakatan itupun diiyakan sang ponakan. Kemudian Barra melangkahkan kakinya memasuki satu rumah makan, untuk memenuhi lambungnya yang sudah sejak tadi minta diperhatikan, tanpa memperhatikan lagi pada ponakannya yang datang. Mungkin juga menurut sang Paman, ponakannya sudah besar, sudah dewasa dan yang juga sudah seorang sarjana, masa untuk urusan makan saja harus diajak dan disuruh, kayak sama orang lain saja. Dengan orang lain berani minta oleh-oleh, masa sama saudara sendiri ngak berani. Tinggi sekalilah harga diri yang dijunjung.
Seminggu setelah kejadian itu, tiba-tiba sang paman sudah sangat terkaget-kaget mendengar satu kabar yang sangat jauh dari kisah yang terjadi, dan yang lebih tidak masuk akal lagi, menyampaikan cerita yang tidak sebenarnya. Usaha konfirmasi sudah dicoba dilakukan, tapi tidak mendapat tanggapan. Bukankah itu jatuhnya fitnah? Sebegitu cepatkah berburuk sangkah? Apa untungnya jadi penghasut dan pemecah belah. Masalah kecil yang tidak berharga diperbesar yang seharusnya diperkecil bahkan ditiadakan.
Permasalahan ini sering sekali kita jumpai, menyampaikan satu berita yang belum tentu kebenarannya. Menanggapi tanpa kebijaksanaan tentu sangat tidak tepat. Selayaknyalah satu informasi diselidiki dulu tingkat kebenarannya. Kalaupun benar tidak selayaknya juga terlalu lebay untuk mengakat kepermukaan, seolah-olah masalah yang sangat tidak masuk akal itu sampai berani memutuskan hubungan kekerabatan. Yang sudah begitu jelas sangat dilarang olehNya. Mengapa begitu tega, sementara pada orang lain yang bahkan sampai mengancam keselamatan tidak dipandang sebelah mata, bahkan berlalu bagaikan angin malam. Ayok benahi kembali hati-hati yang gelisah, hidup hanya sementara, arah angin tak bisa diduga, sebelum habis kesempatan yang disiapkan olehNya segeralah berbenah, agar harapan disaat sujud panjang dapat terkabul dengan indah. Intropeksi diri mungkin ada yang salah dengan hati kita. Jangan cepat berburuk sangka, agar penyesalan tak menyertai di depannya.
Jakarta, 22 Agustus 2019
#nuliskeroyokan
#GerbongAksara
#GerbongAksara18
@nuliskeroyokan
Simpan Galaumu Padaku
Oleh Darmawati Pane
“Brak! Tas sekolah yang tadinya tergantung di kedua bahu langsung dilempar begitu saja ke atas kursi di ruang tamu rumahnya. Ridha tak perduli lagi kalau tasnya berisi laptop. Kelihatan sekali kemarahan yang tidak terbendung di wajahnya. Siang itu tidak seperti hari-hari ketika Ridha pulang sekolah, sebelum masuk ke dalam rumah selalu mengucapkan salam, lalu kemudian dilanjutakn dengan menghampiri untuk mencium tangan bundany. Tapi siang itu boro-boro menyalami bundanya sedang asyik menyiapkan makan siang, mengucap salam pun Ridha tidak lakukan. Bundanya sempat dibuat bingung dengan kelakuan anaknya yang tidak biasa hari itu, apalagi pakai lempar tas segala. Tapi sang bunda tidak marah, mungkin saja ada sesuatu yang menbuat hatinya ridha sedih begitu batin bunda berbicara kepada diri sendiri. Apalagi kejadian seperti itu baru pertama kali terjadi.
“Setela bunda menyelesaikan semua kegiatannya, dengan pelan tanpa menimbulkan suara bunda memasuki kamar Ridha, yang tidak pernah dikunci sang anak. Di atas tempat tidurnya bunda melihat Ridha sedang dalam posisi tidur membelakangi pintu masuk ke dalam kamar masih dengan pakaian sekolah lengkap bahkan sepatunya masih lekat di kakinya. Bunda sempat tertegun sejenak, sampai segitunya perubahan anak gadisnya hanya karena marah pikir bunda. Kalau yang tidak mengetahui keadaan Ridha saat tadi pulang sekolah, tentu sudah menganggap Ridha sangat keterlaluan, tidur masih dengan pakaian seragam sekolah.
“Ridha merasakan kakinya ada yang menyentuh, tiba-tiba rasa dingin dan ringan segera menyusup ke dalam telapak kakinya. Tapi Ridha tetap tak bergeming. Kemudian sedikit goncangan dirasakannya saat seseorang naik ke dalam tempat tidurnya dan berbaring tepat di belakang badannya. Tidak begitu lama kemudian Ridha merasakan usapan lembut pada punggungnya yang membuat hati Ridha tenang. Ridha tahu siapa yang melakukan itu semua pastilah bundanya. Penyesalan pun pelan-pelan menghinggapi relung terdalam hati Ridha. Tidak bisa menahan diri lagi Ridha langsung membalikkan badannya menghadap kearah bundanya, dan tangisan yang sejak tadi hanya ditahan, sekarang tertumpah lepas pada pelukan sang bunda. Di sela-sela tangisnya Ridha memohon agar bundanya mau memaafkan semua yang sudah dilakukannya saat pulang sekolah tadi.
“Kemudian bunda bangun dari tidurnya dengan masih ridha dalam pelukannya. Ridha juga masih erat memeluk sang bunda, air matanya masih terus mengalir bagaikan hujan yang tertumpah dari langit tak ingin berhenti. Tapi waktu tentu akan berjalan, sederas apapun turunnya hujan tentu akan berhenti juga, demikian juga air mata yang mengalir dari kedua bola mata Ridha akhirnya berhenti juga. Saat ini keduanya sudah duduk saling berhadapan, tentu dengan senyum indah yang selalu tak lepas memandang wajah Ridha anak gadisnya dari bola mata bunda yang begitu teduh. Dengan sangat hati-hati sekali akahirnya bunda meminta kesediaan Ridha untuk bercerita tentatang kejadian ketika pulang sekolah. Maka mengalirlah semua cerita yang menjadi alasan Ridha bertindak seperti saat pulang sekolah tadi. ‘Coba bunda pikir siapa yang tidak marah diledek dan ditertawakan satu kelas hanya gara-gara Ridha mengatakan asyik ya kita dapat teman baru cakep lagi. Teman yang duduk disebelahku langsung teriak kalau aku katanya naksir pada teman yang baru kami itu. Ridha malu kan bunda, apalagi teman barunya ada di depan kami sedang memperkenalkan diri yang diminta wali kelas yang kebetulan mengajar di kelas kami. Bunda yang mendengar cerita Ridha sebenarnya ingin tertawa, tapi mencoba menahan agar Ridha dapat mengeluarkan semua isi hatinya, bunda ingin anaknya lega dan kembali ceria seperti sebelumnya, karena pada dasarnya watak Ridha memang seorang anak yang periang. Tapi dibalik wataknya itu ada satu hal yang menurut bunda perlu diperbaiki. Ridha sangat ringan dalam menyampaikan isi hatinya, tanpa disensor dan pilah mana yang pantas dikeluarkan dan mana yang harus dikonsumsi sendiri, walaupun harus disampaikan tentu tidak pada sembarang orang.
“Setelah semua unek-unek di hati Ridha tertumpah, bunda segera meminta Ridha mengeluarkan hp yang masih bertengger di dalam kantung bajunya yang bisa selamat dari tindakan Ridha karena berada dalam kantung bajunya. Awalnya Ridha bingung mengapa bunda meminta hpnya dikeluarkan. Ridha sempat berpikir kalau bundanya akan menahannya karena mungkin bunda marah dengan cerita yang dialaminya di sekolah. Tapi pikiran negatif yang berani singgah seketika lenyap saat bunda membuka satu aplikasi yang ada di dalam hpnya. Kemudian bunda menyarankan agar semua yang ridha rasakan lain kali tidak perlu diumbar pada siapapun, cukup tuangkan semua pada aplikasi ini. Sambil bunda memutar hp ke arah Ridha untuk menunjukkan. Di sana di dalam hpnya Ridha membaca ada tulisan note, ketika dibuka ada semacam lembaran seperti buku. Bunda jamin tidak aka nada lagi yang akan menertawakan dan meledek juga tidak aka nada lagi yang akan berani menyampaikan isi hatimu kepada orang lain yang tidak berkenan di hati. Kita tidak bisa melarang orang lain untuk tidak membuka mulutnya. Karena hak yang punya mulut untuk berbicara apapun selama mulutnya masih bertengger, kecuali mulutnya hilang. Tentu tidak akan bisa dilakukan oleh siapapun untuk menghilangkan mulut, kecuali atas izin yang sudah menitipkannya, yaitu pemilikNya Allah SWT.
“Pelan-pelan senyum di wajah Ridha timbul, tentu seperti kebiasaannya juga akan segera memeluk sang bundanya yang luar biasa itu. Bunda yang selalu memberikan solusi terindah dalam hidupnya. Sekarng Ridha paham kalau hp yang selama ini hanya dipakai untuk menelepon bunda, ayah, adik, kakak dan keluarga lainnya, cating, berselancar di dunia maya untuk mendengar lagu-lagu kesukaannya, dan mencari materi bila ada tugas dari guru. Ternyata boleh juga digunakan sebagai buku diary tempat menulis semua keresahan yang bertengger di dinding hatinya. Kembali Ridha memeluk bundanya kali ini begitu eratnya sampai bunda sedikit berteriak dengan pelukan Ridha yang begitu kencang. Tak lupa Ridha kembali mengucapkan terimaksih pada sang bunda yang begitu dicintainya. Bunda pun akhirnya membalas pelukan Ridha, jadilah kedua anak beranak itu berpelukan seperti teletabis. Sambil memeluk Ridha, bunda tidak lupa membisikkan nasehat sekali lagi pada Ridha agar jangan lagi mengumbar cerita pada sembarang orang, cukup sampaikan galaumu padanya, pada si mungil yang banyak manfaatnya.
Kisah yang dialami seorang anak yang Bernama Ridha tentu pernah juga dialami oleh siapapun. Malu dan sedih tentu akan memanghampiri hati. Ingin rasanya kalau bisa kembali ke dalam Rahim bunda karena di sana tempat persembunyian paling hangat tiada duanya. Tapi tentu saja suatu hal yang tidak kan mungkin terjadi. Tapi tentu saja kita tak boleh juga lantas putus saja, apalagi sampai menyakiti hati mereka yang diseliling kita yang tidak tahu apa-apa, bahkan tidak ikut terlibat di dalamnya. Tapi bukan juga kita lantas diam saja tidak bertindak, dengan menahan sedih dan kecewa pada teman yang pasti akan sangat kesenangan karena sudah berhasil memporak-porandakan hati kita yang tadinya sangat bahagia, tentu hal itu jangan sampai terjadi menimpah kita.
Untuk kasus ini ada hal yang sangat tepat untuk tempat curhat kita, yang tidak pernah terceritakan pada siapapun isi hati yang kita akan ungkapkan, bahkan semau kita. Dia akan membisu seribu kata apapun yang akan kita sampaikan, asalkan dia tidak jatuh pada tangan yang tidak berhak menyentuhnya. Curahkan galaumu padaku, lukislah galau dalam tinta emasmu lewat buku diary yang kau punya, lukislah galaumu lewat hp yang bisa kau genggam sampai kemanapun kakimu melangkah, dimanapun dan bagaimanapun kondisinya asalkan mau dan meluangkan waktu disisah kesibukanmu yang tiada tara. Jangan pernah terlalu melampau harapanmu pada sekitarmu, tapi jadikanlah dirimu sendiri menjadi harapanmu yang terindah.
Jakarta, 23 Agustus 2019
#nuliskeroyokan
#GerbongAksara
#GerbongAksara19
@nuliskeroyokan
Egoismu jadi Pengukur Dirimu
Oleh Darmawati Pane
“Hei hati-hati, lihat ke depan jangan asal mundur, sabar dong bukan kau saja yang mau keluar dari tempat ini”
“Biar saja, dia yang salah kok, seharusnya mutar dulu baru parkir, itu berarti tidak rezeki dia kalau tidak bisa parkir di situ”
“Ya ampum susah ya ngomong sama kamu, hanya diminta sabar sebentar kamu jawabnya sampai panjang begitu. Jangan egois begitu, kita harus saling mengerti dan sabar kalau situasi sudah seperti ini, padat pengunjung masuk yang akan keluar. Kalau tidak sabar, jangankan keluar dengan cepat bisa-bisa kita tertahan di sini.
“Pokoknya dia yang salah seharusnya dia mutar dulu baru parkir”
“Susah sekali ya berhadapan denganmu, tidak pernah mau mengalah. Hal sepele yang seharusnya bisa diselesaikan dengan secepatnya, tapi dengan tindakanmu ini kamu cari masalah baru. Senang sekali cari keributan. Selalu seperti ini kalau jalan sama kamu, tidak pernah membuat penumpang yang berada bersamamu merasa aman dan nyaman. Sudah diam saja, banci tahu kalau jadi laki-laki kalau mulutnya bawel, cewek saja tidak sampai seperti itu. Tidak punya sopan sama yang lebih tua. Dinasehati selalu menjawab, berkomentar sebanyak-banyaknya, lumayan yang disampaikan enak didengar, semua tidak masuk akal. Kalau begini terus nggak mau berubah, kamu yang akan rugi sendiri karena lama-lama orang tidak ada yang suka sama kamu. Tunggu saja bertemu dengan orang yang berkelakuan gila, biar kamu ditampar. Kamu pikir kalau sudah ditampar, masihkah kamu punya harga diri. Cam itu baik-baik ya, jangan sampai menyesal.
Dalam kehidupan ini, pernah bertemu dengan manusia egois sehingga kita merasa gusar di hati hingga marah dan kesal. Hal sepele yang menurut kita tidak perlu diperpanjang sering kali jadi panjang karena sifat yang ingin merasa paling benar. Sementara menurut orang lain yang penting sudah bisa teratasi apalagi yang harus diributkan. Diam dan tenang, menunggu dengan sabar sedikit, pasti semua bisa terlewati, Tapi bagi sebagaian orang harus tetap diributkan dan harus diperpanjang. Kalau perlu bahkan menjadi ajang adu argumentasi yang tidak masuk akal dan berkesudahan sampai di mana titik perberhentian tidak jelas
Sifat egois tidak mungkin tidak dimiliki setiap manusia, karena egois itu satu cara juga untuk meraih kesuksesan Egois menjadi satu keteguhan hati untuk menyatakan satu kebenaran. Tapi tentu saja kita harus dapat mengolah egois yang membawa kita ke hal positif. Keegoisan yang didasari karena ingin terlihat bahwa kita mampu mempertahankan pendapat, sementara pendapat tidak sesuai denga kenyataannya yang terjadi, tentu jatuhnya tidak akan baik, baik untuk orang lain, apalagi orang-orang terdekat, begitu juga dengan diri sendiri. Jadikanlah egoism menjadi pengukur dirimu dalam arti yang positif, agar hal yang diharapkan dapat terwujud seperti yang kita harapkan, satu keberhasilan yang akan menghampiri impian yang sedang menjadi cita-cita. Sebaliknya jauhkan egois yang dapat menghancurkan harapanmu, bahkan orang-orang yang ada sekitarmu. Banggakan diri dengan egoismu bila itu positif, dan buang egoismu bila itu menjadi negatif yang akan menghancurkanmu.
Jakarta, 26Agustus 2019
#nuliskeroyokan
#GerbongAksara
#GerbongAksara20
@nuliskeroyokan
Bercandalah tapi Jangan Berlebih
Oleh Darmawati Pane
Bersenang-senang dengan bersenda gurau dengan teman, saudara orangtua atau siapun itu tentu sangat tidak dilarang bahkan dianjurkan. Karena dengan bercanda dan berseda gurau, selain bahagia bisa tertawa Bersama, bahagia bersam bisa juga menambahkan keakraban antar teman, keluarga maupun sahabat. Dengan bersenda gurau diharapkan juga ketegangan karena aktifitas pekejaan, sekolahdan kegiatan yang mungkin begitu menyita waktu sejenak dapat kita lupakan, atau membuat sejenak beristirahat melonggarkan otot, khususnya otot pikiran yang selau digunakan.Tentu saja dalam bersenda gurau atau bercanda tentu saja harus ada koridornya. Karena tidak semua orang bisa sejalan pikirannya dengan kita. Bisa jadi hal yang menurut kita biasa saja, tidak begitu dengan yang lain.
Ternyata perlu disadari bercanda atau bersenda gurau harus memiliki batas dan larangan. Dampak yang akan terjadi bila terlalu berlebihan dalam bercanda bisa saja menyakiti perasaan teman yang kita ajak bercanda, atau membuat yang dicandai kan merasa sungkan. Selain itu perasaan muak pada candaan kita bisa saja terjadi, tentu saja yang rugi diri sendiri, karena akan kehilangan teman, karena mereka malas bersinggungan dengan kita karena dianggap menjijikkan. Berseda gurau berlebihan bisa juga membuat kita sering keceplosan mengatai sesuatu yang tidak pantas dengan kondisi teman, bisa bentuk badan, mata, hidung dan yang lainnya. Kalau yang dikatai diam saja, coba kalau sampai membalas yang tidak kita perkirakan, melakukan tindakan kekerasan yang tidak disangka-sangka. Tentu secara pribadi jatuhnya tidak akan menerima, karena menurut kita itu hanya candaan atau guraan. Kalau sudah sampai pada kekerasan tentu akan terjadi permusuhan. Permusuhan akan menghilangkan teman, permusuhan akan menghilangkan persaudaraan.
Karena itu sebelum bercanda perlu hati-hati, perlu lebih memahami sisi lain dari mereka yang kita ajak bercanda agar hal yang tidak kita inginkan tidak sampai terjadi. Bercanda tetap, tapi harus merasakan bahagia bersama karena saling menjaga rasa. Bercandalah tapi jangan berlebihan, agar semua harapan dari yang bercandanya dapat saling merasakan. Tersenyum dan bahagia sama-sama.
Jakarta, 26Agustus 2019
#nuliskeroyokan
#GerbongAksara
#GerbongAksara21
@nuliskeroyokan
Ungkapan Sederhana Sarat Makna
Oleh Darmawati Pane
‘Pagi itu sangat spesial, karena sang suami tercinta sedang berulang tahun. Tentu saja sebagai seorang istri yang baik Gita ingin sekali menyampaiakan ucapan walaupun hanya berupa doa agar sang suami sehat, syukur-syukur tabiatnya yang selama ini yang selalu temperamental tingkat tinggi yang mengakibatkan seringnya timbul adu argumentasi yang akhirnya menyusupkan rasa sedih yang dalam di hati Gita. Kalau boleh memutar waktu tentu saja Gita tidak sudih mempunyai pendamping seperti suaminya. Tapi kata orang menikah itu ibarat berjudi, bisa menang bisa juga kalah. Pada saat ini kekalahanlah yang sedang dirasakan Gita, akibat ulah suami yang sering membuat hatinya bagai teriris sembilu. Meskipun Begitu Gita tetap mencoba bertahan untuk buah hatinya terutama. Saat ini hatinya harus lebih dikesampingkan untuk perkembangan buah hatinya ke depan. Anaknya tak boleh menjadi korban dengan keegoisan orangtuanya. Hingga tiga tahun pernikahannya Gita sekuat tenaga mencoba terus bertahan.
Selain sikap suami yang suka marah-marah itu, ada satu lagi sikap yang sangat tidak disukai Gita dari suaminya. Kalau sudah nempel ke tempat tidur sangat susah untuk dibangunkan. Kalau sudah tidur tidak boleh dibangunkan, sekalipun itu untuk menghadap Sang Pemilik Nyawa yang dititipkan. Marah dan kalimat yang tidak pantas dikeluarkan akan mengalir dengan lancar tanpa sensor dari bibirnya, sekalipun itu sedang berada di depan anaknya. Kadang Gita juga berpikir dirinya menikah dengan manusia seperti apa, yang harusnya memiliki akal dan berbudi seperti sebagai bentuk bedanya manusia dengan hewan. Makanyanya untuk menghindari kontak langsung dengan suami yang bisa membuat hati Gita selalau diserang rasa sedih karena mendapatkan kata yang tidak pantas dari suaminya, Gita akhirnya diam saja tidak pernah lagi bersentuhan dengan sang suami saat sedang berlayar dengan mimpi indahnya sampai mendarat terserah kapan sampainya. Sesuai dengan kehendak si pemilik kapal.
Tapi pagi ini sangat spesial menurut Gita, karena apapun resiko yang harus diterima untung-untung pagi ini berbeda, sang pemilik hati bisa lebih ramah dan bisa mengendalikan hati dan pikirannya. Kalaupun tidak harus Gita terimah yang penting sudah mencoba. Ungkapannya sangat sederhana ‘Happy Milad suami tercinta’. Gita bersama sang putra menggucang tubuh sang suami si pemarah tingkat dewa, tapi apa yang terjadi sang suami terbangun dengan senyuman manis dibibirnya yang suka berujar sembarangan itu, hehehe l.uar biasa. Kata sederhana mengandung makna, kata sederhana mengandung ribuan rasa bagi sang hati yang sedang bersama dengan hari indahnya. Jadi jangan lupakan kata sederhana ini walaupun hanya ucapan, tapi bagi yang sedang diucapkan pengaruhnya sangat luar biasa. Maka ucapkanlah, karena di dalamnya sebuah harapan dan syarat makna.
Jakarta, 26Agustus 2019
#nuliskeroyokan
#GerbongAksara
#GerbongAksara22
@nuliskeroyokan
Jangan Timpahkan Kesalahan
Oleh Darmawati Pane
Setelah proses belajar mengajar siang itu berakhir di sekolah tempat Hanni mengajar, semua guru berkumpul di aula, karena siang itu sampai pukul lima sore akan diadakan pelatihan guru-guru. Agar pelatihan mempunyai dokumentasi yang bagus jajaran pimpinan meminta kepada semua guru tanpa kecuali agar membawa pakaian selain seragam dinas yang dikenakan hari itu. Beberapa guru termasuk Hanni tidak bisa membawa karena mungkin baju yang akan digunakan belum bersih alias kotor, atau dengan alasan lainnya. Sebenarnya tidak mempermasalahkan sekali walaupun tidak bawah, dan yang tidak bawapun bisa dihitung dengan jari, jadi yang membawa lebih banyak bila dibandingkan dengan yang tidak. Tapi jadi sedikit membuat hati terusik ketika salah satu yang tidak bawah bertanya mengapa harus pakai baju lain, dengan alasan hari itu pakaian dinas bukan yang itu atau baju yang dibawa selain baju dinas hari itu. Selain bertanya agak sedikit ngeyel pula. Walaupun pada akhirnya terdiam setelah dijelaskan alasannya, tentu saja hati yang mendengarkan dan menjawab semua pertanyaaan yang disampaikan tentu akan berkata ‘ ini orang mendengar ngak sih, membaca ngak sih pengumuman yang sudah di shere lewat grup, dan mungkin saja akan timbul juga ejekan di hati, ini orang punya kuping kok tidak dipakai, atau hanya sekedar dicantelkan saja.
Dari kisah di atas hal yang dapat kita simpulkan, mereka yang bertanya sebenarnya hanya untuk menutupi akan kekurangannya saja. Malu dan tidak mau merendahkan hati agar situasa lebih aman, tapi malah bertanya yang jelas sekali tujuan hanya untuk membela diri dari suatu kesalahan yang diperbuat. Padahal mengakui atau cukup diam saja atau mungkin lakukan permintaan maaf bila itu dibutuhkan, sudah sangat cukup sekali, tanpa perlu menyerang orang dengan kesalahan atau kelupaan atau sengaja dilakukan untuk mempertahan diri seolah tidak bersalah. Karena itu bijaklah dalam bersikap, bila memang kesalahan jangan merasa diri anda akan kerdil di mata yang lain, tapi sebaliknya bila menyerang agar kekurangan tertutupi, tunggu saja Allah SWT tidak akan segan menegur bahkan bisa saja kan mempermalukan lewat yang lain. Jangan sampai terjadi yang dapat juga memutus harapan untuk mendapat kedamaian di hati, akibat sering berkata yang tidak berkenan di hati orang lain. Jangan tutupi salahmu dengan menimpahkannya kepada orang lain.
Jakarta, 27Agustus 2019
#nuliskeroyokan
#GerbongAksara
#GerbongAksara23
@nuliskeroyokan
Hatimu Kekuatanmu
Oleh Darmawati Pane
Tentu pernah mendengarkan seseorang berkata pada kita, ketika mengalami satu dilema akan satu persoalan yang sedang dihadapi. Bingung mau berbuat yang terbaik dalam mengambil satu keputusan yang tepat agar tidak menyesal pada kemudian hari saat putusan telah diambil. Kata tersebut’ikuti kata hatimu’. Dengan mengikuti kata hati, tentunya kata hati yang positif, diharapkan tujuan yang kita ingin bisa mendapatkankan kesuksesan. Mereka yang selalu mengarahkan hati untuk selalu bersikap positif, diyakini akan selalu merada di lingkaran yang positif juga.
Pikiran yang sangat vital yang sudah disematkan sang penciptaNya merupakan anugrah yang tidak terbatas harganya, tentu semua orang meyaki akan hal ini. Lewat pikiranlah kita mampu untuk melakukan segala hal yang kita kehendaki, inginkan dan harapkan. Lewat pikiranlah kita mampu meyakini bahwa Sang Pencipta itu ada sebagai awal terciptanya seluruh bumi beserta isi. Lewat pikiranlah kita mampu melakukan semua. Tapi perlu juga kita ketahui, bahwa kita tidak boleh hanya berkutat pada pikiran kita saja, sebagai hambaNya yang diciptaka begitu sempurna bila dibanding dengan makhluk lainnya, Tetapi perlu juga kita yakini bahwa pikiran itu hanya salah satunya, ternyata Allah SWT juga sudah menciptakan pendamping dari pikiran kita. Pendamping tersebut berupa hati, yang menjadi kekuatan lain selain dari pikiran. Kedua benda yang bersarang melekat pada kita yang dianugrakan sangat sempurna tiada satupun yang dapat menandingi akan kesempunaannya. Sebagai pendamping pikiran, selayaknya keduanya harus dipakai secara Bersama-sama. Ketika keduanya seiring sejalan segala keputusan insyah Allah akan lebih sempurna. Pikiran dipakai dan disempunakan dengan hati sebagai penuntun. Hati merupakan kekuatan, pakailah sebagai penerang dikalah mengambil keputusan, pakailah hati sebelum bertindak, agar segala harapan dapat dieksekusi dengan tepat dan bermartabat.
Jakarta, 28Agustus 2019
#nuliskeroyokan
#GerbongAksara
#GerbongAksara24
@nuliskeroyokan
Mengeluh Merusak Hatimu
Oleh Darmawati Pane
“Aku sangat sakit dengan perlakuan mereka padaku, hanya karena anakku ingin ke papanya yang saat itu sedang menyetir. Mereka sudah berkomentar dari timur ke barat, dari selatan ke utara. Sepanjang perjalanan komentar tidak berhenti tanpa aku mampu menjawab atau membela diri, begitu juga dengan suamiku yang hanya diam saja mengemudikan kendaraan yang membawa kami. Padahal aku butuh hadir suamiku yang seharusnya membelaku yang sedang terpojok. Bukan aku tidak melarang anakku, tapi yang namanya anak tentu tidak pahamkan apa yang dilakukan dan diucapkan. Tapi mereka tidak paham akan hal itu, padahal mereka jugakan punya, bahkan mereka juga pernah jadi anak-anak, apakah kita tahu kelakuan kita saat kecil, tentu saja tidak bisakan? Sampai saat ini sakit hatiku ini tidak pernah sembuh, dan dendam di hati tetap membuncah bila ingat semua yang pernah mereka katakan, apalagi sama suamiku yang seharusnya melindungiku. Kami sudah sama-sama tua sebenarnya, seharusnya di masa tua kami ini, bergandengan tangan yang pantasnya dilakukan, tapi aku tidak mampu apalagi sifat dan kelakuan suamiku yang tetap tidak perduli dan selalu memancing perselisihan di antara kami berdua.”
“Setiap kali bertemu hanya masalah itu saja yang tidak bosan diungkapkannya. Mengeluh tidak pernah habis-habisnya. Tidak masalah sih mengeluh, tapi masalahnya tidak melihat siapa yang diajak berbicara, tidak melihat pantas tidak, tepat tidak disampaikan pada yang bersangkutan. Paham ngak, ada solusi dari yang diajak curhat. Bukankah jatuhnya membuka aib sendiri?”
Tidak dilarang untuk mengeluh, karena dengan mengeluh salah satu bentuk agar hati kita yang sedang resah, sedih dan gelisah dapat menjadi nyaman karena beban yang sedang ada dipundak bisa kita hempaskan walaupun hanya sesaat. Tapi harus diingat juga, kalau mengeluh tidak boleh dilakukan setiap saat, di samping orang bosan mendengarkan keluhan tanpa mengenal waktu, ternyata mengeluh dapat juga merusak jiwa dari mereka yang suka mengeluh. Kalau jiwa kita sudah tidak sehat, tentu kesehatan kita yang lain juga akan mengikuti. Karena itu hindari mengeluh, apalagi pada tempat dan situasi yang tidak tepat. Tidak ada yang sempurna di muka bumi ini selain sang penciptaNya. Jangan hancurkan dirimu pada hal yang sepeleh. Lupakan masa lalu, mari menatap dengan berani ke depan. Tidak ada yang tidak punya masa lalu, tinggal bagaimana menata diri agar masa lalu jadi cerita suram yang hanya pantas dibuang ke tong sampah saja.
Jakarta, 29 Agustus 2019
#nuliskeroyokan
#GerbongAksara
#GerbongAksara25
@nuliskeroyokan
Apa Untungnya bagimu
Oleh Darmawati Pane
“Ssseet… ada apa? Semua saling menatap. Bisik-bisik kecil mulai beterbangan di dalam ruangan yang mulai terasa panas walau disetiap sisi terdapat pendingin. Tak perlu waktu lama, semua masalah terpampang sudah ketika yang merasa terkhianati, dengan bercucuran air mata menunpahkan segala rasa kecewa hatinya yang merasa dirugikan atas perbuatan yang dituduhkan, padahal sekalipun tidak merasa pernah melakukan”.
“Tega sekali ya komentar keluar dari salah satu mereka yang ikut Bersama di ruangan itu. Apa coba untungnya bagi yang mengarang cerita itu timpalan lain ikut bersuara. Begitulah akhirnya sahut menyahut-menyahut saling mengurai komentar masing-masing sesuai dengan yang dipikirkan.
Pada satu komunitas baik itu di dalam pergaulan kampus, sekolah, dunia kerja dan lingkungan tempat kita tinggal, pasti sering kita jumpai manusia-manusia yang sering diberi ungkapan harimau berbulu domba. Kelihatan manis sekali ketika berhadapan dengan kita, ternyata itu hanya manis di depan saja sampai saat waktunya tiba kita diterkam tanpa ampun hingga kita berada pada titik lemah, yang hanya mampu kita sesali ‘mengapa harus percaya padanya’ mengapa harus bercerita padanya.
Kita yang merasa tersakiti atau terdzolimi dan kita yang kaget akan tindakan yang dilakukannya, tentu akan berpikir bagaimana mungkin ada orang yang tega mengumbar cerita tanpa takut dampak yang akan terjadi dari cerita yang disampaikan. Sekalipun kisah itu benar adanya, seharusnya tidak harus diumbar hingga menyakiti, apalagi sampai tidak benar tentu akan merugikan. Apa untung mencari ribut, apa untungnya bagi diri sendiri, apa harapan yang kan didapatkan ketika sudah berhasil membuat kekacauan dan kesedihan bagi orang-orang sekeliling. Bukankah berbuat baik lebih baik dari berbuat ingkar. Marihlah belajar menahan diri, jangan jadi penyebab pertengkaran bagi sesama, hidup itu pasti ada waktunya. Suatu hari kelak hal yang sama akan mendarat pada diri sendiri bisa saja, bahkan bisa lebih dasyat gelombang yang akan datang menghampiri raga, sampai tak mampu menjadikan harapan lagi untuk mengarugi ke depan akibat ulah yang pernah diperbuat. Apa untungnya bagimu, segerah berbenah sebelum terlambat untuk harapan yang indah.
Jakarta, 30 Agustus 2019
#nuliskeroyokan
#GerbongAksara
#GerbongAksara26
@nuliskeroyokan
Lempar Dengan Pisang
Oleh Darmawati Pane
“Lempar dengan pisang? Enak banget pikir Adinda ketika mendengar bundanya menyampaikan tanggapannya atas kejadian yang tidak diperkirakan akan dijumpai dan dirasakannya ketika siang tadi Adinda mendapati komentar pedas dari temannya sekantor ketika bosnya yang super ganteng dan cakep juga tajir itu mengajaknya untuk keluar menggantikan sekretarisnya yang cuti melahirkan. Menurut Adinda tidak ada yang salah, karena sebelum mbak Nanda cuti sudah mendelegasikan padanya kalau tugasnya sementara akan menggantikan posisinya. Makanya sebelum cutipun Adinda sudah mulai disampaikan semua tugas hariannya sebagai sekretaris. Secara kebetulan juga Adinda pernah menimbah ibu pada jurusan kesekretarisan, lebih tepatnya bidang ilmu yang digeluti Adinda selama ini ketika berkuliah salah satunya pada bidang kesekretarisan. Berhubung setiap melamar jadi sekretaris Adinda selalu ditolak karena mungkin bentuk tubuhnya yang tidak menarik untuk jadi seorang sekretaris. Adinda seorang gadis mungil aliasa tidak tinggi seperti rekretaris pada kebanyakannya, tapi jangan ditanya soal wajah cantinya seperti Dian Sastrowardoyo sang artis yang cantic juga pintar. Adinda akhirnya memutuskan kuliah lagi mengambil jururusan perkantoran. Tapi untung tak bisa ditolong, ilmu itu ibaratakan emas yang tertutup lumpur dipaling dasar sekalipun, ketika diangkat dan dibutuhkan akan tetap terpakai dan berkilau memnacarkan cahaya kemanapun dibawah. Jadi apa yang salah bila sang sekretaris yang asli memilih Adinda untuk menggantikan segala tugas-tugasnya. Jelas Ananda kepada Bundanya yang hanya senyum-senyum memandang wajah putri yang cantiknya yang begitu jelita, walau sedikit kurang sabar, beda dengan dirinya. Siapa dulu dong bundanya pikir bunda, yang memang kecantikkan putrinya turun dari wajanya yang bak bulan itu. Dalam lamunan bundanya, hehehe boleh dong muji diri sendiri”.
“Eh, ini bunda malah suruh Adinda lempar pakai pisang. Ngak salah tuh Bun? Eanak banget jadi orang. Sudah ngata-ngatain Adinda cewek murahan segala, lantas tetap dibalas dengan baik gitu maksudnya? Bunda tersenyum sambil menganggungkan kepala akan pertanyaan Adinda. Tapi Adinda yang masih merasa terdzolimi tetap kekeh dengan pendapatnya, kalau ada orang yang jahat pada kita kudu harus dibalas, bukan dilempar pakai batu tapi dilempar pakai batu biar tahu rasa dan tidak berani lagi sembarangan berbicara, bergosip pada suatu hal yang tidak benar”.
“Dengan penuh kasih sayang dan sambil mengelus pelan punggung Adinda, Bunda mengajak untuk berikhstifar. Dengan pelan juga amarah Adinda mulai turun, dan sambil menangis memeluk erat Bundanya menumpahkan segala keluh kesah yang menghimpit relung hatinyanya. Dan dengan hati-hati sang Bunda menasehati putrinya, kalau melawan orang yang seperti temannya di tempat kerjaan tidak harus dengan seperti yang dilakukan pada kita, sekalipun itu sangat menyakitkan hati. Yang paling penting tunjukkan saja kalau kita mampu, tapi jangan menyombongkan diri tentunya. Suatu hari kelak akan ditemukannya hal yang tidak sesuai dengan harapan yang diinginkan sebagai akibat dari semua kelakuannya selama ini. Bunda yakin memang sudah begitu tabiatnya, senang sekali melihat orang susah, dan susah kalu melihat orang senang. Orang seperti itu tidak memiliki ketenangan batin dalam hidupnya, mereka hanya sibuk memikirkan orang lain, bagaimana caranya menyakiti orang lain. Bahkan seharusnya kita sangat kasihan pada mereka, dan bersyukur Allah sudah memberikan hati yang baik, bersih pada kita. Lemparlah mereka dengan dengan pisang, pisang salah satu buah yang manis dan banyak manfaatnya. Jangan balas kejahatan dengan kejahatan. Balaslah hujatan dengan senyuman. Balasnya kata yang pedas dengan yang manis seperti pisang.
Jakarta, 31 Agustus 2019
#nuliskeroyokan
#GerbongAksara
#GerbongAksara27
@nuliskeroyokan
Indahnya Bila Bersama
Oleh Darmawati Pane
Segala sesuatu yang tercipta dan yang berada di sekitar kita tentulah bukan suatu hal yang kebetulan hadir di hidup seseorang, misalnya kehadiran saudara kandung, meskipun tidak semua orang dapat merasakan, karena ada juga yang terlahir sebagai anak tunggal tanpa kehadiran saudara kandung di sisinya.
Keberadaan saudara kandung menjadikan warna tersendiri dalam kehidupan, baik saat kecil, ketika sekolah bersama, saling membela ketika ada yang mencoba akan melukai. Saudara kandung akan tampil paling depan untuk melindungi saudara yang tengah berada dalam situasi yang tidak nyaman, begitu juga saat dewasa saling membantu satu dengan lainnya. Alangkah indahnya bila persaudaraan itu dapat melenggang sampai umur sudah mulai tua.
Tentu tidak menutup kemungkinan akan ada rasa kecewa dengan kelakuan salah satu dari saudara kandung kita, sehingga ingin menjauh tak ada berita, mencoba mendekat berlari jauh ntah kemana. Tentu suatu hal yang wajar-wajar saja. Tentu suatu hal yang biasa terjadi antar saudara. Tapi bukan berarti harus memutus tali persaudaraan. Dunia ini tempatnya masalah, karena itu tidak ada orang yang tidak punya masalah, siapapun dia pasti punya masalah. Sakit hati, tersinggung, kecewa hal yang biasa, Namanya saja manusia tempat sarangnya salah dan tidak sempurna. Tapi bukan berarti harus memutus hubungan apalagi dengan saudara kandung. Dengan orang lain, bahkan sangat begitu mengecewakan lahir dan batin, rugi badan lenyap harta, kita masih bisa berlapang dada, bertemu tiap hari bahkan menyapa dengan manisnya. Mengapa dengan saudara kita tak mampu berbuat yang sama.
Saudara tidak munafik, saudara tidak suatu kebersamaan yang dibuat-buat. Hubungan persaudaraan, hubungan yang tidak pernah dibuat-buat dan berpura-pura. Hubungan persaudaraan tak akan lekang dimakan zaman, hubungan persaudaraan hubungan yang terpanjang yang dimiliki manusia. Karena itu mumpung masi ada waktu dan juga tenaga mari buka hati buka mata, sebelum hari yang akan menginginkan kita ingin bicara, sudah terlambat karena waktu sudah tak ada lagi untuk bersama. Buka hati lapangkan dada, hiruplah indahnya dunia walau sementara, raih harapan yang terindah, bersama saudara teman setia. Indahnya bila bersama saudara, genggam erat dan jangan pernah lagi melepaskannya yang namanya saudara.
Jakarta, 1 September2019
#nuliskeroyokan
#GerbongAksara
#GerbongAksara28
@nuliskeroyokan
Sahabat
Oleh Darmawati Pane
“Tak lama lagi ujian semester ganjil sudah akan tiba, tapi cicilan pelunasan akhir belum juga terdengar akan kehadirannya. Sudah berulang kali aku bertandang ke bagian tata usaha kampus, untuk menanyakan apakah ada kiriman untukku tapi selalu rasa kecewa yang aku dapat karena memang kiriman yang ku tunggu belum juga ada. Aku hanya bisa terus menunggu, padahal batas waktu tinggal seminggu lagi. Kalau sampai batas itu aku belum bisa melunasi tentu aku harus rela tidak ikut ujian semester kali ini. Ya Allah apa yang sedang terjadi? Apakah surat pemberitahuan yang aku kirim tidak sampai. Aku coba tetap tenang dan berprasangka positif mungkin jadi ayah sudah mengirim, tinggal menunggu saja. Menunggu terus menunggu, walau hatiku bertambah gelisah semakin tak menentu. Tapi hanya bisa pasrah, karena itu yang bisa aku lakukan. Kalaupun harus terjadi yang tidak diinginkan yang penting aku harus tetap tenang, bila aku buyar persiapan untuk menghadapi ujian tentu akan buyar juga. Paling tidak ada yang bisa aku pertahankan, keseriusan dalam belajar walaupun ada rintangan yang menghadang. Aku mencoba meyakinkan diriku kiriman dari orangtuaku pasti akan datang. Dan seberat apapun hambatan pasti akan ada pertolongan, yakin dan percaya begitu aku selalu mengingat pesan ayah sebelum melangkahkan kaki pergi meratau ke kampung orang, jauh dari orangtua”.
“Aku langkahkan kakiku menujuh salah satu di kursi taman kampusku. Kali ini aku hanya sendiri karena sahabatku Rika sudah dua minggu ini tidak bersamaku. Dua minggu yang lalu dia pamit pulang untuk menemani ibunya sedang dirawat di rumah sakit. Aku tidak sempat bertanya sakitnya apa, karena ketika pamit, tangisnya yang sangat sedih membuat aku tidak mampu bertanya. Aku mengantarkan kepergiannya dengan perasaan campur aduk, antara ngak tega membiarkan Rika pergi sendiri. Makhlumlah saat ini hanya Rika yang sangat dekat denganku. Kami sama-sama anak rantau tapi tempat tinggalku tentu lebih jauh, karena aku berasal dari Sumatera sedang Rika jarang tempu hanya lima jam perjalanan. Sambil menikmati sapuan angin yang membelai anak rambutku, aku kembali mengingat sahabatku Rika ‘seandainya Rika ada saat ini tentu beban yang aku rasakan saat ini bisa aku sampaikan padanya. Rikalah selama ini yang selalu membantuku bila ada masalah yang aku hadapi. Tanpa pamri Rika akan berusaha. Tiba-tiba sentuhan lembut aku rasakan dipunggungku. Awal-awalnya aku sempat merinding, karena aku pikir yang menyentuh sesuatu yang kasat mata. Tapi masa iya pikirku kembali, masih terang begini walaupun menjelang sore. Biasanya mereka seringnya kan gentayangan malam hari. Karena penasaran aku putar tubuhku. Kalau boleh tentu aku akan berteriak sekuat tenaga untuk meluapkan perasaanku yang tidak dapat aku lukiskan saat itu. Tiba-tiba Rika sudah berada di sisiku, seperti siluman tak aku tahu kapan hadir dan duduk manis di sampingku”.
“Kamu itu ngapain melamun di sini? Tanpa menjawab pertanyaan dari Rika, aku balik bertanya kapan dia datang, kok tiba-tiba sudah duduk di dekatku. Aku datang dari tadi, sambil tangannya menjawil pipiku. Tapi kamu ngak melihat karena terlalu asyik dengan lamunanmu yang ntah sudah sampai di samudera yang mana jawabnya sambil tertawa lebar. Hanya kata oh yang mampu aku keluarkan untuk menanggapi jawabannya. Mengetahui tanggapanku yang terlihat tidak bersemangat, seperti kebiasaannya yang penuh perhatian, Rika mulai bertanya-tanya apa yang terjadi dengan diriku. Aku hanya bisa menjawab tidak ada terjadi apapun dengan diriku. Tapi Rika terlihat tidak merasa puas dengan jawabanku”. Tapi biasanya Rika akan akan diam saja bila jawaban yang aku berikan tidak sesuai dengan harapanya, sampai tiba waktunya dia akan bertanya lagi sampai menemukan jawaban yang menurutnya sesuai. Itulah Rika sahabatku yang aku jumpai saat aku kuliah di tempat yang sama dan jurusan yang sama denganya.
"Pertemuan kami tanpa sengaja. Ketika sama-sama mendaftar saat mengisi formulir. Aku melihat kebingungan dalam wajah. Entah kenapa aku sangat yakin kalau dia butuh alat untuk menulis, tapi tas yang diaduk-aduknya untuk menemukan benda yang dicarinya tak kunjung bersua. Dengan cepat aku buka tempat biasa aku menyimpan alat-alat tulisku, lalu menyodorkan kehadapannya. Sejenak ada rasa kebingungan dan tanda tanya di wajahnya. Mungkin dia berpikir mengapa aku bisa tahu apa yang diinginkannya. Tapi aku tidak menghiraukan rasa bingungnya karena akupun segera asyik dengan pengisian data-data pada lembar pendaftaranku. Sejenak kami saling terdiam dengan kegiatan masing, hingga aku mendengar tarikan nafas lega berbarengan kami lakukan setelah pengisian selesai kami lakukan, hingga akhirnya kami tak bisa lagi menahan tidak tertawa bersama".
"Pertemuan kami tanpa sengaja. Ketika sama-sama mendaftar saat mengisi formulir. Aku melihat kebingungan dalam wajah. Entah kenapa aku sangat yakin kalau dia butuh alat untuk menulis, tapi tas yang diaduk-aduknya untuk menemukan benda yang dicarinya tak kunjung bersua. Dengan cepat aku buka tempat biasa aku menyimpan alat-alat tulisku, lalu menyodorkan kehadapannya. Sejenak ada rasa kebingungan dan tanda tanya di wajahnya. Mungkin dia berpikir mengapa aku bisa tahu apa yang diinginkannya. Tapi aku tidak menghiraukan rasa bingungnya karena akupun segera asyik dengan pengisian data-data pada lembar pendaftaranku. Sejenak kami saling terdiam dengan kegiatan masing, hingga aku mendengar tarikan nafas lega berbarengan kami lakukan setelah pengisian selesai kami lakukan, hingga akhirnya kami tak bisa lagi menahan tidak tertawa bersama".
‘Setelah saling menyebut nama tanda perkenalan diri, sejak itu juga kami selalu bersama, seakan dua sahabat yang sudah lama saling mengenal. Bermula dari pulpel, berkenalan, satu kampus juga satu jurusan. Teman satu kos walau berbeda kamar, akhirnya menjalin bertemanan dan berlanjut jadi sahabatan”,
Setiap orang pasti punya teman atau sahabat. Persahabatan atau pertemanan menggambarkan sikap yang selalu mendukung, baik dikalah senang maupun dikalah susah. Sahabat akan hadir ketika sahabatnya sedang membutuhkan. Sahabat akan hadir dikalah kesusahan dan kesedihan sedang melanda. Memahami setiap perubahan yang tergambar langsung maupuntidak. Rela berkorban untuk kebaikan persahabatan. Tidak akan membiarkan hal buruk terjadi, maka saling menerima nasehat itu yang akan dilakukan sahabat.
Persahabatan akan selalu menginginkan yang terbaik bagi sahabatnya (tentu saja saling). Persahabatan harus simpati juga empati, jujur tidak ditutup-tutupi. Maka berbahagianya yang masih atau mempunyai sahabat. Jagalah persahabata, dan jadilah sahabat yang baik karena sahabat juga salah satu yang akan menyampaikan harapan yang akan kita raih ke depan.
Jakarta, 2 September2019
#nuliskeroyokan
#GerbongAksara
#GerbongAksara29
@nuliskeroyokan
Bersyukur Sudah Berbuat
Oleh Darmawati Pane
AlhamdulilahIni kata yang mengalir pertama, hari terakhir bersama menulis keroyokan, tiga pulu hari yang menggembirakan, tiga puluh hari dilanda gelisa dan juga menegangkan karena kadang ide yang diinginkan tidak datang. Kadang sudah ada tapi tidak sempat menuliskan karena kesibukan dan kadang sinyal untuk mengirim tidak ada, bukan karena tidak punya data ya. Hal ini aku rasakan ketika pulang kampung saat lebaran kurban. Namanya di kampung pasti segala kemudahan tidak seperti di kota kan? Dan alhamdulilah ketika aku sampaikan pada salah satu admin tanggapan yang aku dapatkan sangat membuat hatiku sangat bersemangat lagi untuk terus menulis. Untuk itu semua aku ucapkan terimaksih karena sudah memahami. Ternyata rintangan tidak cukup karena sinyal, pernah juga kadang sempat tidak mengirim sampai tiga hari, bahkan kemarinpun aku tidak mengirim karena yang akan dituliskan belum muncul juga, ketika sudah jadi tak mungkin aku kirimkan karena sudah terlalu malam. Semoga hari ini semua dapat terselesaikan. Juga sebagai bentuk janjiku karena sudah ikut mendaftar tentu harus tetap bertanggungjawab. Kalau mandi harus basah sekalian kan? Jangan setengah hati hanya ikutan doang.
Terimakasih dengan acara menulis keroyokan, membuat kegiatan ini menjadi tantangan tersendiri, mencoba segala bentuk tulisan. Kadang hatiku berkata sangat bodoh mengapa harus susah mengambil tulisan yang harus dibuat paling sedikit satu halaman, lebih enakkan yang hanya tiga sampai empat baris saja. Tapi berpikir belum tentu juga, karena kata yang hanya tiga baris juga pasti perlu berpikir. Jadi kesimpulannya apapun yang dilakukan akan terasa berat bila tidak dilaksanakan, sebaliknya akan terasa ringan bila dicoba. Kesulitan pasti tetap kan menyapa, tapi tak boleh menyerah, karena pada kesusahanpun akan lahir harapan-harapan yang akan selalu mengiringi pada setiap langkah untuk meraih mimpi. Bersyukur sudah berbuat hal yang harus kita banggakan tapi bukan berarti jadi sombong. Jangan berhenti berbuat dan mencoba, mereka bisa, kita juga bisa. Mari tetap berkarya sahabat sekalian dan maaf bila diakhir tulisan ini tidak dianggap dan tidak berhubungannya, tapi inilah yang aku rasakan hari ini, inilah yang melintas dalam pikiran dan rasa yang terselip pada dinding hati yang terdalam.. Salam selalu berkarya.
Jakarta, 3 September2019
#nuliskeroyokan
#GerbongAksara
#GerbongAksara30
@nuliskeroyokan