SINGKIRKAN PELIT JIKA INGIN MELEJIT
@daras09
"Selamat ya kamu diterima, semoga tambah sukses ditempat yang baru"
"iya terimakasih. Aamiin."
"Rezeki memang sudah ada yang mengatur, tidak akan tertukar kalau sudah waktunya ya?"
"Alhamdulilah, mohon doanya urusan ke depannya juga lancar"
"Iya sekali lagi selamat ya!"
Begitu setiap kali satu-satu mereka di dalam ruangan itu mendapatkan kehidupan atau rezekinya yang mulai mendaki menemukan muaranya setelah sekian lama dengan sabar bertahan dalam situasi rezeki pas-pasan. Ternyata dibalik semua kesabaran itu ada hal penting yang kadang tidak kita sadari bahwa kehadiran orang-orang disekitar kita merupak salah satu sumber doa yang tidak kalah pentingnya. Merasa paling hebat tidak butuh bantuan, akhirnya mengabaikan kalau tenaga yang kita berikan kepada orang lain, dan diakhiri ucapan terimakasih karena sudah ringan tangan dalam membatu ternyata tanpa kita sadari adalah doa. Berbagi ilmu tanpa meminta imbalan selain ladang pahala bagi yang memberikan, juga merupakan doa yang akan mengiringi langka ringan untuk mendapatkan derajat yang lebih tinggi. Kapan itu datang tentu tidak bisa kita pastikan kehadirannya, bisa cepat atau lambat, tapi yang jelas Allah tidak tidur, akan menjawab semua doa-doa dan doa orang disekeliling kita yang merasa bangga dan senang dengan bantuan yang sebenarnya sangat sepele dan tenaga kadang tidak begitu dibutuhkan sekali.
Pelit atau tidak mau berbagi pasti dimiliki setiap individu itu sudah tidak dapat terbantahkan. Pelit pasti kalau diminta berbagi itu adalah suami. Pasti pelit bahkan pakai banget pelitnya, siapa pula yang mau suaminya dibagi dengan perempuan lain, sekuat tenaga pasti tetap bertahan kalau tidak ada pembagian cinta dengan wanita lain, bahkan dengan ibu dari suami saja, walaupun itu hak dari sang ibu kadang masih terjadi hal yang tidak diinginkan, apalagi sampai dengan wanita lain, bahkan kadang lebih baik melepas dari pada harus berbagi kalau memang sudah tidak bisa lagi kompromi. Kalau begitu pelit seperti apa yang tidak harus kita miliki yang bisa menghambat segala bentuk langkah kita walaupun tidak jaminan, tapi sering terjadi pada sekitar? Pelit yang dimaksud, tidak adanya empati kita terhadap mereka yang minta pertolongan padahal pertolongan yang diminta misalnya hanya untuk tolong printkan, tolong saya tidak bisa membuka data di dalam pleadis sepertinya kena virus, dan bentuk permintaan tolong lainnya. Boro-boro menawarkan diri, dimintai tolong saja, akan keluar beribu alasan, bahkan kalau perlu alasan yang ada diseluruh bumi ini akan dikeluarkan. Akhirnya memang orang tidak akan menghampiri lagi, karena tidak guna minta bantuan karena akan keluar lagi alasan seribu satu malam, kayak dongeng saja. Ternyata tahu tidak, saat itu tanpa disadari rezeki sudah terhambat menghampiri. Reziki itu tidak hanya dalam bentuk harta, rezeki lain masih banyak, rezeki suami soleh atau istri soleha, pekerjaan yang tingkat penghasilannya lebi yang akan menghampiri. Tapi karena terlena dengan pelit dan tidak mau perbagi, membantu dan yang lainya, akhir harus siap juga tetap duduk ditempat menyaksikan teman yang lain satu persatu meninggalkan dalam kesendirian atas apa yang sudah dilakukan dan diyakini selama ini, pelit dan selalu menghitung tenaga dengan hanya selembar uang yang kadang hanya datang sesaat, sementara masih ada lembaran yang lain yang lebih banyak teronggok tak berhasrat mendekati. Singkirkan pelit kalau ingin melejit, bukan sekedar kata dan ilusi karena sudah terbukti dan berada di hadapan sendiri. Agama juga menganjurkan untuk berbagi, dengan berbagi bukan menghilangkan atau mengurangi tapi akan melimpahkan yang jumlahnya diluar batas nalar, silahkan buktikan.
Salam berbagi tambah berkah di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.
Jakarta, 14 Ramadhan 1440 Hijriah/ 190519 (Edisi berbagi nasehat)
Pelit atau tidak mau berbagi pasti dimiliki setiap individu itu sudah tidak dapat terbantahkan. Pelit pasti kalau diminta berbagi itu adalah suami. Pasti pelit bahkan pakai banget pelitnya, siapa pula yang mau suaminya dibagi dengan perempuan lain, sekuat tenaga pasti tetap bertahan kalau tidak ada pembagian cinta dengan wanita lain, bahkan dengan ibu dari suami saja, walaupun itu hak dari sang ibu kadang masih terjadi hal yang tidak diinginkan, apalagi sampai dengan wanita lain, bahkan kadang lebih baik melepas dari pada harus berbagi kalau memang sudah tidak bisa lagi kompromi. Kalau begitu pelit seperti apa yang tidak harus kita miliki yang bisa menghambat segala bentuk langkah kita walaupun tidak jaminan, tapi sering terjadi pada sekitar? Pelit yang dimaksud, tidak adanya empati kita terhadap mereka yang minta pertolongan padahal pertolongan yang diminta misalnya hanya untuk tolong printkan, tolong saya tidak bisa membuka data di dalam pleadis sepertinya kena virus, dan bentuk permintaan tolong lainnya. Boro-boro menawarkan diri, dimintai tolong saja, akan keluar beribu alasan, bahkan kalau perlu alasan yang ada diseluruh bumi ini akan dikeluarkan. Akhirnya memang orang tidak akan menghampiri lagi, karena tidak guna minta bantuan karena akan keluar lagi alasan seribu satu malam, kayak dongeng saja. Ternyata tahu tidak, saat itu tanpa disadari rezeki sudah terhambat menghampiri. Reziki itu tidak hanya dalam bentuk harta, rezeki lain masih banyak, rezeki suami soleh atau istri soleha, pekerjaan yang tingkat penghasilannya lebi yang akan menghampiri. Tapi karena terlena dengan pelit dan tidak mau perbagi, membantu dan yang lainya, akhir harus siap juga tetap duduk ditempat menyaksikan teman yang lain satu persatu meninggalkan dalam kesendirian atas apa yang sudah dilakukan dan diyakini selama ini, pelit dan selalu menghitung tenaga dengan hanya selembar uang yang kadang hanya datang sesaat, sementara masih ada lembaran yang lain yang lebih banyak teronggok tak berhasrat mendekati. Singkirkan pelit kalau ingin melejit, bukan sekedar kata dan ilusi karena sudah terbukti dan berada di hadapan sendiri. Agama juga menganjurkan untuk berbagi, dengan berbagi bukan menghilangkan atau mengurangi tapi akan melimpahkan yang jumlahnya diluar batas nalar, silahkan buktikan.
Salam berbagi tambah berkah di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.
Jakarta, 14 Ramadhan 1440 Hijriah/ 190519 (Edisi berbagi nasehat)
#Day(14)
#OneDay OnePost30HRDC
#WraitingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

padahal simpel ya permintaan tolong dari temen kantor tapi gak maunya ada2 aja deh alasannya. bisa juga ada rejeki tapi dia merasa stuck karena kok kayaknya gitu2 aja
BalasHapusBetul sekali padahal bersedekah tdk selalu dgn uang kan? Sedekah ilmu jg ada. Tp pelit ditenaga akhirnya rugi sendiri.
BalasHapusTeks komennya semoga bermanfaat
BalasHapus