Jumat, 10 Mei 2019

SEJENAK TERSENYUM dan MERENUNG



                                             SEJENAK TERSENYUM dan MERENUNG

@daras09

          Pagi ini seperti biasa aku sudah berada di tempat tugasku sebelum puku 6.30. Aku sampai pukul 6.28, segera jari telunjuk kutancapkan ke absen tanda bukti kehadiranku pagi ini. Memang agak mepet hadirku pagi ini, tapi tetap bersyukur dari pada pas pukul 6.30 meskipun tidak terlambat. Selanjutnya memasuki ruang kerjaku. Membuka kembali laptopku karena aku harus menginfut nilai ke leger sebelum mengisi rapot, sambil sesekali membaca kiriman di WhatsApp.

Ditengah keasyikanku dalam mengimput nilai, tiba-tiba gawaiku berbunyi lagi tanda ada info yang terbaru masuk lagi. Sejenak keasyikan pada laptop aku alikan sesaat. Membaca status dengan sedikit tegang.

"Pagi itu superti biasa sehari-hari kegitan pak Beruang sudah sampai di kantonya sebelum semuua karyawan datang, meskipun kantor dimulai pukul 08.00 tidak jadi persoalan. Sang istripun sudah memahami tabiat dan kesharian suaminya yang sangat disiplin dalam menjalankan semua pekerjaan, baik di rumah apalagi ketika di kantor. mungkin inilah yang menjadikan usaha yang ditinggalkan kakeknya kemudian turun ke ayahnya dan sekarang turun kepada Pak Beruang, tetap eksis bertahan tanpa tantangan yang berarti ditengah gencarnya persaingan dengan lawan-lawan bisnis yang kadang bertindak seakan ingin mematikan bisnis yang sudah ditangan pak Beruang. Semua itu tentu kedisplinan pak Beruang dan seluruh karyawan yang bernaung di kantornya. Jangan tanya fasilitas yang yang disediakan kantor pak Beruang, mulai dari konsumsi pagi sampai siang jangan dirisaukan semua tersedia tinggal makan, lanjut dengan dana kesehatan termasuk keluarga di rumah, tentu bagi yang sudah tidak lajang alias atau mereka yang susdah punya istri dan anak di rumah. Karena itu sangat susah untuk ikut bergabung masuk ke dalam perusahaan, tes yang panjang akan siap diterapkan, tentu modal pendidikan pasti sangat dibutuhkan, tapi kesabaran dan berdedikasi tinggi tidak akan terlewatkan. Semua syarat itu yang selalu juga diterapkan pendahulunya dalam memajukan perusahanan. Karena itu boleh tersenyum banggga ketika surat penerimaan sudah di tangan karena kehidupan layak segera akan di dapatkan juga sebagai imbalan dari kerja keras dan pengabdian yang tinggi tanpa pamri"

"Pagi itu tidak superit biasanya pak Beruang agak terlambat masuk kantor, bahkan sudah sampai pukul 11.00 belum juga hadir. Sebenarnya tidak jadi masalah, kantor sendiri yang punya juga sendiri mau datang pikul berapapun atau tidak datang sekalipun tentu tidak ada yang melarang dan marah karena dirugikan, apalagi pak Beruang sudah menempatkan semua karyawan sesuai dengan kemampuannya. Tentu rasa tanya pasti terselip pada tiap hati karyawan yang sudah hadir dan bekerja sejak kantor dimulai, tapi tanya itu tidak ada satupun yang berani mulai menyusun kata. sekali-sekali hanya pandangan terarah ke halaman kantor dari jendela kaca bagi yang mejanya dekat dengan jendela, tapi tetap sunyi tanpa kata bertanya pada sesama. mungkin di hati masing-masing mereka sudah terjawab kalau ada yang lebih penting di hari itu sehingga masuk kantor jadi yang kdua. serahkan saja bagi yang punya, karena yang terbaik pasti sudah pasti jawabannya ada padanya. Tanpa terusik lagi dengan kehadiran semangat bekerja terus berlanjut"

"Tepat pukul 11.30 pak Beruang tiba-tiba sudah berada di depan pintu kantornya dan siap melangkah masuk, tapi langkahnya sejenak tertahan karena dia melihat seorang laki-laki sedang berdiri di pintu masuk kantor dengan badan yang bertumpuh kedaun pintu masuk. Dengan santainya tanpa sedikitpun terganggu dengan kehadiran pak Beruang. Pelan-pelan langkah pak Beruang terayun lagi, tapi tidak langkah untuk masuk ke dalam kantornya, tapi melangkah mendekati laki-laki yang sudah dengan beraninya berdiri santai sedangkan teman-temannya sedang asyik bekerja meskipun waktu istirahat siang sudah menjelang, tapi belum waktunya. sesuai perjanjian kerja hanya boleh meninggalkan kantor kalau sudah waktu istirahat pukul 12.00. tidak ada satupun yang berani melanggar kalau tidak inging terjadi pemutusan hubungan kerja"

"Pak Beruang sudah berada tepat berhadapan dengan laki-laki tersebut. Tanpa bertanya siapa mengapa berdiri di pintu, mengapa tidak bekerja seperti yang lain, ini belum waktunya makan siang. Pak Beruang langsung pada pokok masalah 'Berapa kau dapat satu bulan? Dengan sedikit gugup takut dan juga kaget karena tidak menyangkah akan ada orang yang tidak dikenalnya bertanya begitu gencar pada pemuda tersebut. Eeeee.......mmmmm.....anuh Pak...... Jawab saja bentak sedikit pak Beruang karena merasa terlalu lama jawaban pemuda tersebut. Pak Beruang ingin segera menyelesaikan urusannya dengan pemuda itu yang telah dengan sengaja menghalangi langkahnya pikir pak Beruang. Kemudian dengan masih terbatah pria itu menjawab kalau Dia mendapat semua bersih 4 juta berbulan. Tanpa bertanya apa maksud kata bersih pak Beruang langsung mengeluarkan uang dari tasnya, lalu menyerahkan kepada sang pria tersebut, kemudian dengan sedikit ancaman memerintahkan agar segera pergi meninggalkan kantornya dan jangan kembali lagi, dan sekalian juga menyerahkan 3 bulan gaji dan pesangon selama tiga bulan. Sang Pria kemudian berlalu meninggalkan pak Beruang dalam kondisi masih sedikit gugup tanpa mengeluarkan suara. Dengan muka seorang pemimpin yang berwibawa di hadapan bawahannya, pak Beruang pun segera masuk ke dalam kantornya. Para bawahannya yang sejak tadi menyakasikan adegan tersebut kembali menekuni tugasnya seolah-olah tidak ada yang terjadi. Pak Beruang yang sudah berada di hadapan karyawannya lalu berkata, nasib yang lain akan sama dengan laki-laki tadi bila tidak disiplin dalam bekerja dan sekalian bertanya siapa yang menjadi atasannya. Semua diam tidak ada satupun yang berani mengangkat wajah apalagi menjawab pertanyaan Pak Beruang, sampai terdengar suara lirih karena takut, 'bahwa pria yang barusan diusir dan diberi uang sama pak Beruang adalah pedagang es doger yang sedang menunggu gelasnya yang belum sempat diambil kemarin ketika ada karyawan yang pesan, ketika datang mengambil kantor sudah tutup.

"Pak beruang yang meyadari akan keteledorannya segera memerintahkan pada seluru pihak keamanan agar segera mencari laki-laki pedagang es doger, kalau ketemu gerobaknya jangan lupa tenggelaaaamkaaaaan!!!

Sejenak aku terpaku dan merenung setelah selesai membaca. Pelan dan pasti semburat senyum terukir dari sudut bibir. Sifat dasar sebagian manusia, semoga jadi bahan renungan bagi kita semua. Tidak ada yang sempurna. selamat menjalankan ibadah puasa, semoga lancara selalu ibadahnya.



         

Tidak ada komentar:

Posting Komentar