BULAN PENUH KASIH SAYANG
Oleh @daras09
Dana sangat bingung dan heran dengan penjelasan guru agama ketika mengikuti pesantren kilat yang diadakan di sekolah tempat Danu menuntut ilmu disalah satu Sekolah Menegah Pertama di kotanya. Keheranannya diawali dari perkataan gurunya, bahwa bulan ramadhan yang sedang kita jalani saat ini adalah bulan kasih sayang.
"Bulan kasih sayang?
Dana bingung, kedua alis di wajahnya terlihat berkerut seperti bersatu menanggambarkan keheranan atas perkataan guru agamanya.
"Jelas-jelas tadi ikut sahur bersama keluarga dengan niat berpuasa Ramadhan tahun ini, bisik batinnya Danu. Mengapa bulan Ramadhan, jadi berubah bulan kasih sayang. Terus yang dirayakan kebanyakan orang ketika tanggal 14 Februari yang katanya hari kasih sayang apa dong?
"Berarti boleh dong kasih-kasih bunga seperti merayakan tibanya hari kasih sayang di tanggal 14 Februari setiap tahunnya. Waduh! bulan Ramadhan jadi bulan kasih sayang?
Demi menuntas rasa yang dihati, dengan sedikit agak takut dan ragu-ragu, akhirnya Danu memberanikan diri mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Guru agama yang melihat gerakan Danu segera mempersilahkan kalau ada yang mau ditanyakan. Maka mengalirlah bentuk keheranan yang tadinya terselip di hati dan pikiran Danu tentang maksud 'bulan penuh kasih sayang, padahal jelas sekali kalau saat ini umat islam sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, berpuasa menahan diri untuk tidak menyentuh segala bentuk makanan sampai tiba saatnya paanggilan lantang azdan magrib pertanda diizinkannya menyantap makanan yang diinginkan. Jadi di mana letak kasih sayangnya. Mendengar ajuan pertanyaan Danu, guru agama tersenyum dan menganggungkan kepala tanda siap untuk menjawab dan memuaskan semua resah yang tertanam di dada Danu.
"Bulan Ramadhan atau berpuasanya seluruh umat Islam yang beriman akan perintah Allah SWT di seluruh penjuruh dunia. Puasa, menahan diri untuk tidak menyentuh makanan dan minuman dalam bentuk apapun, mulai terbit fajar di ufuk timur hingga tenggelamnya di waktu sore di ufuk barat, ditingkahi juga gemah suara azdan. Kegembiraaan begitu terasa bila waktu buka itu telah tiba, rasa syukur karena seharian sudah berpuasa dengan aktivitas yang begitu sibuknya, lega hanya dengan setegung air yang membasahi kerongkongan. Kebahagiaan yang tentu tidak dirasakan bagi mereka yang tidak menjalankan, atau tidak memahami makna berpuasa, apalagi kegiatan berbuka dilakukan bersama dengan keluarga di rumah, sungguh indahnya bulan yang diberikanNya. Begitu guru agama Danu memulai berkisah"
"Hubungan dengan kasih sayang apa ya Pak?"
Kejar Danu tak bisa lagi sabar mendengar cerita guru yang menurutnya sangat berteleh-teleh. Senyum makhlum akan rasa penasaran Danu tersungging di bibir gurunya, dengan agak sengaja menggoda Danu dan memintah Danu lebih bersabar, cerita akan berlanjut setelah tayangan iklan berikut, tambah lagi godaan berikutnya. Senyum semakin mengembang hampir tertawa, lengkaplah godaan gurunya untuk Dani yang semakin tinggi tingkat penasarannya.
"Ketika bulan puasa, sebagian hambanya yang memeliki rezeki lebih, memberikan sebagian rezeki tersebut kepada orang lain, bisa pada tetangga, ke mesjid untuk mereka yang akan mengumandangkan azdan agar tahu kalau waktu berbuka puasa telah tiba, tetangga yang ikut sholat magrib berjama'ah, atau mungkin ada musafir yang singgah. Bisa juga rezeki yang dimiliki kita kirim pada keluarga terdekat kita. Saat akan menjelang lebaran kita berduyun-duyun menyerahkan kewajiban zakat fitra dan sedekah lainnya. Kegiatan ini tentu timbul dari raya sayang ingin melihat kebahagiakan di mata saudara semuslim kita yang kurang beruntung hidupnya. Meskipun hanya semangkok es buah, rasa yang menerima tentu sumringah, jadi wajarlah kalau bulan ramdhan disebut juga 'bulan penuh kasih sayang, dengan kasih sayanglah semua itu dapat dilakukan".
Danu sekarang yang gantian mengangguk-anggukan kepala tanda memahami uraian panjang gurunya. Rasa puas tergambar jelas di bibirnya yang tersenyum lebar. Dalam diri Danu berjanji akan menebar kasih sayang, di bulan Ramadhan. Sebaik-baiknya berbagi lakukan itu ketika bulan puasa. Selamat sudah menyelesaikan hari puasa yang keempat, mari berlombah tebarkan rasa sayang di hati kepada sesama.
Jakarta, 9 Mei 2019

Tidak ada komentar:
Posting Komentar