@daras09
Siang itu tanpa ada asap tiba-tiba seorang teman yang bertemu di kamar mandi untuk bersuci dan sekalian mengambil air u'du tiba-tiba bertanya tentang keluarga. Tentu timbul tanda tanya ada apa gerangan, kok sasaran keluarga maksudnya apa? Tidak menjawab salah, kalau dijawab apa tujuannya, keuntungan dan kepentingannya untuk apa. Sekedar untuk tahu atau ada maksud lainnya. Kalau dijawab dan bercerita apakah dia amanah untuk tidak menyampaikan berita kemana-mana atau menyampaikan tidak sesuai kenyataan. Meskipun dahi berkerut penuh tanya akhirnya coba menjawab seadanya. Dengan harapan terpuaskan hatinya.
Begitulah mungkin sebagian hidup dan keseharian yang akan kita jumpai, baik itu dalam lingkungan keluarga, maupun ketika kita berada dilingkungan teman-teman di sekitar rumah atau di tempat kita bekerja. Ragam hal yang kita temui merupakan liku hidup yang harus dihadapi. Bersyukur dalam menghadapi tiap peristiwa merupakan sikap dewasa sebagai bentuk syukur bahwa kita masih diberikan sedikit akan situasi yang tidak menyenangkan, tapi tetap harus di jalani dan dihadapi karena sudah kodrat pergaulan hidup di dunia. Ada orang yang senang melihat bila ada kelebihan yang ditemukannya pada orang disekitar, bahkan dijadikan sesuatu ilmu baru yang harus dipelajari juga demi kebaikan diri dan mungkin orang sekitar. Tapi ada juga yang sebaliknya, selalu mencari apa yang kurang pada orang lain, mengorek cerita hanya agar bisa menjadi bahan menyampaikan berita yang dibuat redaksi ulang yang jauh dari kisah nyata.
Semua kejadian yang sering menimpah kita ini tentu membuat diri tidak nyaman, tapi tentu hal ini tidak mampu kita hindari apalagi bagi sesorang yang ada disatu situasi tempat di mana berkumpulnya beberapa karakter, dan dari sekian karakter itu, tentu ada satu atau dua orang yang bertingkah sesuka hatinya tanpa segan, tanpa malu dan tidak perduli menyakiti orang yang penting aku aman dan nyaman. Semuanya tentu kembali kepada hati kita, ingin ikut arus yang pada akhirnya bisa jadi sengketa yang tidak mungkin membuat kita bahagi dan nyaman atau kembali kepada perintaNya agar meningkatkan rasa kesabaran dan tetap bersyukur akan segala kelebihan dan kekurangan yang seperti makanan yang tersaji di depan mata, ada yang enak tapi membuat penyakit atau biasa saja malah menanbah sehat bagi jiwa begitu juga raga kita. Semoga menjadi raga dan batin yang kuat dalam menghadapi semua permainan baik yang datang dari diri sendiri atau yang tentunya datang dari luar. Selamat menjalankan puasa Ramadhan 1440 Hijriah.
Jakarta, 12 Ramadhan 1440 Hijriah/170519 (Edisi Tawakal)
#Day(11)
#OneDay OnePost30HRDC
#WraitingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar