Selasa, 21 Mei 2019


MALAM NUZULUL QUR'AN

@daras09




     Puasa Ramadhan bulan ini sudah beranjak keangka tujuh belas, itu berarti sudah berada di salah satu hari yang sangat istimewa, karena tanggal tujuh belas ini merupakan tonggak sejarah hadirnya Kitab Allah SWT ke muka bumi ini, lewat perantara Malaikat Jibril yang disampaika kepada seorang hambah Allah yang begitu sangat istimewa dari makhluk Allah yang lainnya yaitu junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. HambaNya yang dengan penuh kepatuhan menjalankan semua perintah yang disampaikan dengan seluruh jiwa raganya. Sebagai pengikut beliau yang setia pantaslah di malam sebelum tanggal tujuh belas seluruh Masjid dan Musollah yang ada dipenjuru bumi ini selalu memperingati malam istimewa ini, ada rasa lebih ketika malam ini sudah mulai mendekat sudah saling mengingatkan malam yang sangat indah dan istimewa ini. Ceramah yang disampaikan pasti berkisah tentang kedasyatan kisah ini. Selalu dibicarakan walaupun yang mengalami masa ini yaitu Nabi Muhammad SAW sudah pergi menghadap Allah untuk selama-lamanya berabat-abat yang lalu.

     Malam Nuzulul Qur'an, Malam di mana turunnya Al-Qur'an dari Allah SWT lewat perantara Malaikat Jibril. Saat itu Nabi Muhammad sudah berumur 40 tahun, dan sudah menikah dengan Siti Khalijah seorang wanita janda keturunan bangsawan yang kaya raya. Saat menikahi Siti Khadijah umur Nabi Muhammad 25 tahun. Meskipun menikahi janda, tapi dalam kisah sejarahnya Siti Khadijah seorang istri yang sangat disayang dan dicintai Rasulullah. Rasa cinta ini sering menimbulkan rasa cemburu di hati istrinya yang lain meskipun Siti Khadijah sudah pergi lebih dahulu menghadapa Yang Kuasa. Suatu ketika tepatnya di bulan Ramadhan Nabi Muhammad SAW pamit kepada istrinya Siti Khadijah untuk meninggalka hiruk pikuk kota Makkah. Nabi Muhammad, kalau istilah milenial sekarang sedang galau hatinya memikirkan kemusrikan yang sudah keterlaluan di sekitarnya, menyebabkan Nabi muhammad ingin pergi menenangkan dirinya yang risau. Tempat yang dipilih Rasulullah untuk menghindar sejenak adalah tinggal dan merenung sendiri di Gua Hiro yang berada di Jabal Nur berjarak 2 mil atau 3,218 km dari kota Mekkah. Perjalanan yang cukup jauh juga. Keinginan Nabi Muhammad untuk menepi sejenak dari keadaan kota Mekkah kemudian disampaikan kepada sang istri tercinta. Siti Khadijah mengizinkan keinginan sang suami. Maka berangkatlah Nabi Muhammad  SAW menujuh Gua Hiro, dengan membawa bekal yang disiapkan sang istri agar tidak capek pulang pergi mengambil perbekalan.

         Gua Hiro sebuah gua yang kecil dengan ukuran panjang hanya 4 hasta, dan lebar 1,75 hasta. Nabi Muhammad menyendiri di sana selama sebulan penuh di bulan Ramadhan. Tentu kedatangan Beliau di Gua Hiro tentu seizin Allah SWT. Awal kedatanganya tidak ada satupun yang ganjil, seluruh waktunya beliau habiskan untuk beribadah kepada Sang Pencipta, hingga suatu malam tepatnya malam ketujuh belas kedatangannya di Gua Hiro, tiba-tiba beliau didatangi seseorang yang menyerupai manusia yang berbadan tegap yang ternyata utusan Allah SWT, Malaikat Jibril namanya. Ternyata di usia Nabi Muhammad empat pulih tahun menandai tanda-tanda kenabiannya mulai jelas. Malaikat Jibril menyodori secarik kertas kemudian memintah Muhammad untuk membacanaya, tapi Nabi menolak karena Beliau memang tidak pernah bersekolah sehingga tiak bisa membaca. Badan Nabi kemudian dipeluk sekuat-kuatnya oleh manusia yang berbadan tegap itu, hingga Nabi Muhammad merasa kesakitan di sekujur tubuhnya dan juga tidak bisa bergerak karena pelukan yang kuat itu, hal itu dilakukan sampai dua kali, tapi tetap Muhammad menjawab tidak bisa membaca, dan seperti yang pertama Nabi kembali dipeluk sekencang-kencangnya sampai Nabi merasakan sakit diseluruh tubuhnya baru dekapan tersebut dilepaskan. Pada hitungan ketiga setelah melepaskan dekapannya seperti yang dilakukan pada perinta pertam dan kedua, akhirnya laki-laki yang mendatangi Nabi Muhammad, barulah mengajari Nabi untuk membacanya.

"Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusi dari segumpal darah. Bacalah, bahwa Tuhanmu yang maha pemurah. yang mengajar manusia dengan perantara kalam. Dia yang mengajarkan manusia apa yang belum diketahuinya. (Q.S. Al-Alaq:1-5)". 

WAhyu pertama yang diterimah Nabi Muhammad SAW, yaitu Qur'an Surat Al-Alaq ayat 1-5. Setelah kejadian itu Nabi Muhammad bergegas pulang ke Kota Mekkah menemui istrinya dalam keadaan yang gemetaran badan berkeringat karena merasa ketakutan. Nabi kemudian menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya kemudian meminta istrinya untuk menyelimuti agar rasa takutnya hilang. Siti Khadijah menuruti perintah suaminya untuk menyelimuti sekujur tubuh Nabi Muhammad. Ketika Nabi masih berada dalam selimutnya, wahyu kedua diturunkan ALLAH SWT lewat Malaikat Jibril.
Memerintahakan agar orang yang sedang berselimut yaitu Nabi Muhammad agar segera bangun. Berikan peringatan, agungkanlah nama Tuhanmu, bersihkanlah pakaianmu, dan janganlah kamu memberi dengan maksud meminta atau memperoleh balasan yang lebih banyak. Bersabarlah dalam menjalankan atau memenuhi perintah Tuhanmu. Sejak Nabi tahu kalau beliau sudah mendapat wahyu dari Allah lewat perantara Malaikat Jibril, akhirnya Nabi Muhammad memulai seruannya untuk berbuat baik, meninggalkan semua kemungkaran yang selama ini sudah meraja lelah hampir di sudut-sudut Kota Mekkah. Seruan itu dimulai Beliau dari orang-orang yang berada di sekitarnya. Seperti istrinya Siti Khadijah, Abu Bakar dan Ali bin Abi Tholib sepupu Nabi Muhammad sekaligus menantunya setelah menikah dengan anaknya Fatimah.

Begitulah pada akhirnya Nabi Muhammad menjalankan perintah Allah SWT, dari mulai sembunyi-sembunyi sampai terus terang, bahkan samapai terjadi berbagai perang yang bertujuan menyampaikan hanya ajaran Allah SWT harus ditaati dan dijalankan karena hanya ajaran Allahlah nantinya yang akan membawa kita ke dalam surganNya Allah seperti yang sudah dijanjikannya kepada orang-orang yang beriman dan menjalankan perinta dan menjauhi laranganNya. Berabat-abat sejarah ini sudah berlalu, tapi pengikut beliau yang sangat mencintai, meskipun tidak pernah bertemu langsung dengan beliau tetap mengenang sejarah ini dengan begitu suka cita, yang tergambar acara yang dilaksanakan di Masjid, juga di Musallah di seluruh penjuru dunia. Untuk memperingati malam turunnya Al-Quran atau disebut juga 'Malam Nuzulul Qur'an. Selamat menjalankan menjalankan ibadah puasa Ramadhan semoga tulisan yang masih jauh dari sempurna ini menjadi sebuah ladang ilmu. Mohon maaf bila tidak berkenan, berikan keritikan sebagai penyempurna tulisan.

   
   
 Jakarta, 17 Ramadhan 1440 Hijriah/220519 ( Nuzulul Qur'an)

#Day(16)
#OneDay OnePost30HRDC
#WraitingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah











Tidak ada komentar:

Posting Komentar