SISI VPN YANG SIAP MENGGIGIT
@daras09
'Kok ngak bisa? tiga kata ini aku posting di laman facebookku kemari malam sekitar pukul 19.08. Aku posting ini karena tidak bisa membuka semua media sosial yang aku ikuti selama, tidak dapat terbuka seperti biasa. Gambar yang menyertai tulisan semuanya putih kecuali satu tulisan saja. bingung dan tanya dalam hati tentunya gencar menyapa. Tidak berapa lama postingan itu mengudara sudah disambut dengan pertanyaan "ga bisa apa bunda? begitu juga yang memberikan jempol tangannya. Aku coba mencari info dengan membuka laman simbah, ternyata memang disengaja melambatkan laju koneksi internet agar tidak dapat mengakses segala keadaan yang sedang terjadi saat ini. Sebelum mengetahui penyebab situasi itu sempat pikiran negatif terjadi pada gawai. Ternyata ada yang lebih parah lagi tingkat kebingungannya dari aku, gawai sampai dimatikan berkali-kali, direstal ulang berkali-kali ternyata tetap tidak bisa, oleng-oleng tidak jelas. Mungkin se Indonesia Raya jangan -jangan sama oleng-olengnya hehehe......
Ditengah sedikit galau itu ada yang menyarankan agar mengunduh VPN agar jaringan internetnya lancar kembali. Mencoba mengunduh lagi dan sudah berhasil tinggal tayang mencoba benarkah yang dikabarkan teman-teman yang sering bersama karena sama-sama bingung dan kesal, tapi aku dihapus lagi, sampai pagi tadi tetap mencoba lagi ketika sudah sampai di tempat kerja, dan terpaksa dengan secepatnya aku buang dari gawaiku karena ternyata sangat berbahaya, bahaya apa ya tanya hatiku, mencoba bertanya dalam hatiku. Untuk menjawab semua rasa ketidak tahuan akan sisi negatif menggunakan VPN apalagi yang berkonten gratis alias tidak berbayar akhinya kebuat janui dengan yang memiliki kemampuan yang luar biasa karena mampu menjawab hampir semua hal yang kita ingin ada jawabanyan, hehehe.... pada tahu dong semuanya apa yang aku maksud? Benar saja kalau menggunakan VPN itu dapat membahaya. Hal apa saja yang membahayakan itu, yok kita simak siapa tahu manfaat.
Tentu semua sudah tahu apa yang sedang kita alami saat ini di negeri tercinta kita yang kaya raya ini katanya. Biasanya kalau bicara kaya selayaknyalah penghuni di dalamnya bahagia, aman dan nyaman karena semua fasilitas yang dibutuhkan sudah tersediah tinggal menggunakan saat dibutuhkan. Begitulah sedikit gambarannya, belum lagi harta yang tersimpan di bilik-biliknya memang benar kaya dengan terbentangnya lahan yang sangat luas terhampar luas bagaikan permata yang indah terpampang di depan mata yang dikenakan seorang putri cantik jelita. Ternyata yang terjadi kerusakan yang kita saksikan di mana-mana, kesengsaraan yang memprihatinkan yang kita saksikan setiap harinya, bergumul dengan peluh hanya untuk mendapatkan sedikit rezeki biar bisa bertahan hidup. Sementara orang yang seharusnya tidak berhak, dengan enak dan entengnya tanpa malu menggondol semua yang sudah diwariskan para leluhur untuk generasi penerusnya agar mampu hidup mandiri berdiri di kaki sendiri tanpa harus juga melangkah pergi keluar rumah untuk mendapatka yang diingin karena hak sudah dirampas orang yang tidak bertanggungjawab, dengan resiko yang tidak boleh dianggap sepele karena bisa saja ada kabar tapi kabar yang mengatakan kalau sudah menghadap yang kuasa untuk mempertanggungjawabkan hal yang tidak pernah dilakukaan. Hanya ingin mempertahankan kehormatan harta yang tinggal di badan. Situasi yang saat ini terjadi akhirnya sangat berdampak yang diluar keinginan yang diharapkan, hingga berjatuhan korban bahkan sampai merenggut nyawa yang tidak berdosa.
Begitu gentingnya situasi ini yang berdampingan lagi dengan berbagai gambar yang bermunculan silih berganti berlombah-lombah menampakkan diri, dari hal yang tidak enak di pandang sampai mengiris rasa yang menyaksikan. Terpaksa beberapa pintu masuk dunia maya katanya dilambatkan sehingga membuat resa ketika memandang karena bergoyang-goyang tak jelas, hingga sampai kapan tak bisa menjawab dengan jelas. Semua resa karena terganggu dengan segala aktifitas yang selama ini sudah berlangsung nyaman, mulai dari yang hanya sekedar nampang-nampang dari hasil jepretan, menyampaikan kelangsungan hidup karena numpang juga menjajakan berbagai kebutuhan dan mencurahkan hati lewat tulisan. Bagaikan tersesat jalan semua mencari jalan keluar agar tetap aktifitas jalan hingga sampai ketujuan. Semua berkeluh kesah karena tanpa didahului mendung hujan turun mengguncang siang yang memancarkan senyum.
VPN tercetuskan jadi bahan bahasan tiba-tiba jadi primadona. Langsung mengunduh tanpa bertanya hal yang akan terjadi bila menggunakan, yang penting bisa melanjutkan keinginan terus berjalan sesuai harapan. Sempat hati kepincut tanpa pikir langsung ikut nimbrung, alhamdulilah diingatkan segera mundur sebelum terbentur pada sebuah penyesalan yang akan mengikut sepanjang langkah pada kehidup muncul. VPN (Virtual Private Network) jadi tumpuan harapan pada saat pintu dunia maya tidak bisa diakses seperti biasa. Saling menyarankan karena sudah mencoba dan berhasil menggunakan, kembali normal sesuai harapan. Jaringan ini katanya lebih aman dari koneksi internet biasa. Tapi ternyata VPN juga memiliki resiko yang wajib diketahui. karena bisa menganbil data pribadi sipemakai secara diam-diam, apalagi koneksi yang diunduh digunakan memilih yang gratisan. Kehilangan data perbankan atau data penting lainnya sangat tinggi untuk disadap, yang menyebabkan kerugian pada pemiliknya. Hal ini sudah lewat penelitian para peneliti dari 'Data61/CSIRO,UC Berkeley, UNSW Sydney dan UCSI, menunjukkan ada 283 aplikasi VPN sebagiannya mengalami atau rentan terhdap virus yang dikeluarkan aplikasi ini. Karena itu marih kita lebih berhati-hati lebih baik. Semoga tulisan ini bermanfaat, kalau penasaran marih mencari informasi agar lebih terbukti kebenarannya. Semoga bermanfaat jadi bahan renungan sambil bersabar sedikit walaupun hati sudah mulai tak tahan. Semoga mereka yang berwenang segera sadar ada hal yang dikorbankan yang menjerit karena kehidupan butuh segera dituntaskan. Boleh takut, tapi sebaik-baik takut hanya kepada Allah sang pemilik seutuhnya kerajaan di langit dan juga di bumi. Manusia hanya singga sementara suatu hari akan kembalikan hal yang dititipkan kepada Sang Pemilik. Hidup hanya sekedip tidak ada yang abadi. Takutlah akan pembalasan yang sungguh pedih, kurangi arogansi mulailah berbelok pelan apalagi usia yang sudah merambat menujuh singgah sana mentari akan mendarat memulai malam yang akan pekat.
Jakarta, 18-19 Ramadhan 1440 Hijriah/ 23-240519 Masehi
#Day(17)
#OneDay OnePost30HRDC
#WraitingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar