Minggu, 08 September 2019

KUMPULAN PUISI 2019


Ketika
Karya daras Pane09

Kau muncul dari balik pintu
Seperti seorang Yusup
Eloh dipandang nikmat melayang
Bagai peneduh pada padang gersang
Karena kemarau panjang

Kau muncul dari balik pintu
Dengan senyummu menawan
Riuh berkicau tak tentu tujuan
Menikmati hadirmu pembawa harapan

Itu tak lama berada
Ketika bunga kecewa
Ketika bunga merana

Satu- satu melangkah
meninggalkan raut wajah
linglung tak tahu kemana
Ketika akhirnya kau balik arah
Walau hasratmu tak ingin kesana

Jakarta, 8 September 2019

Katanya Merdeka 
Karya Darmawati Pane

Katanya merdeka
Nyanyian merdu tentang kita
Kau tak punya, kau tak suka
Katamu kampungan sudah tertinggal.

Katanya merdeka
Ketika fajar bersinar indah
Pada Senin yang ceria
Kau pucat dan munta
Minta menepi dan dipapah

Katanya merdeka
Penerus jasa pahlawan bangsa
Yang rela melepas nyawa demi bangsanya
Kau hanya senyum saja seakan tak percaya

Haruskah kita kembali padanya
Padanya yang pernah menginjak bumi kita
Padanya yang berlaku seenak hasratnya
Padanya yang membuat kita tak berdaya

Katanya merdeka
Kita harus bisa bernyanyi indah
Nada-nada kebanggaan tentang mereka
Doa panjang tak ada hentinya
Karena mereka berani membusungkan dada
Gagah berani tak gampang menyerah
Merebut dari tangan penjajah durjana
Kembali pada belaian lembut Ibu tercinta

Jakarta, 22 Agustus 2019

Kami Juga Pemuda
Karya darasPane09

Kami Juga Pemuda
Walau senjata kami tak punya
Kami tetap berdiri di baris depan
Berjuang Bersama dalam keterbatasan
Bersama keluarga yang walau tak rela ditinggal
Bersama pagi yang masih berselimut awan

Jauh langkah yang dilalui
Kadang terjal, curam tak beraturan
Tetap rela berjalan, demi menjumpai 
Wajah-wajah untuk masa depan

Kami juga pemuda
Walau senjata kami tak punya 
Berikan sedikit perhatian indah
Bukan bermaksud berhati ria
Kebahagiaan ini berkat tangan kita.

Jakarta, 15 Agustus 2019

Hanya Rindu
Karya Darmawati Pane

Goresan tangan kecilmu telah berkata
Akan kisahmu penuh cerita duka
Tersembunyi dibalik ceriamu
Ternyata kepalsuan yang tertutup
Senyum indah yang ternyata dusta

Goresan tanganmu telah berkata
Semua tentangmu penuh larah
Yang coba kau tanam agar tak ada
Yang coba kau simpan tapi tetap nyata

Goresan tanganmu telah berkata
Kalau dirimu hanya rindu padanya
Rindu akan sosok hadirnya
Rindu pada sentuhan hangatnya.

Jakarta, 19 Agustus 2019

Ketika Kau Pamit
Karya darasPane

Ketika kau pamit
Hujan bagai di tumpahkan  
Minindih bumi dengan keras
Aku terpojok di sudut kamar 
Sendiri dalam kehampaan hati
Sendiri dalam pesakitan tak berarti

Ketika kau pamit
Bumi serasa berguncang
Menghempas anganku pupus
Pada janji yang kau ucapkan
Pada senandung yang kau tuturkan

Ketika kau pamit
Dalam kepasrahan kau berbisik
Relakan aku pergi anakku sayang
Waktu kita bersama telah tercukupkan.
Kita kan bersua pada keabadian yang tak lekang

Jakarta, 22 Agustus 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar