Ketika
Karya daras Pane09
Kau muncul dari balik pintu
Seperti seorang Yusup
Eloh dipandang nikmat melayang
Bagai peneduh pada padang gersang
Karena kemarau panjang
Kau muncul dari balik pintu
Dengan senyummu menawan
Riuh berkicau tak tentu tujuan
Menikmati hadirmu pembawa harapan
Itu tak lama berada
Ketika bunga kecewa
Ketika bunga merana
Satu- satu melangkah
meninggalkan raut wajah
linglung tak tahu kemana
Ketika akhirnya kau balik arah
Walau hasratmu tak ingin kesana
Jakarta, 8 September 2019
Katanya Merdeka
Karya Darmawati Pane
Katanya merdeka
Nyanyian merdu tentang kita
Kau tak punya, kau tak suka
Katamu kampungan sudah tertinggal.
Katanya merdeka
Ketika fajar bersinar indah
Pada Senin yang ceria
Kau pucat dan munta
Minta menepi dan dipapah
Katanya merdeka
Penerus jasa pahlawan bangsa
Yang rela melepas nyawa demi bangsanya
Kau hanya senyum saja seakan tak percaya
Haruskah kita kembali padanya
Padanya yang pernah menginjak bumi kita
Padanya yang berlaku seenak hasratnya
Padanya yang membuat kita tak berdaya
Katanya merdeka
Kita harus bisa bernyanyi indah
Nada-nada kebanggaan tentang mereka
Doa panjang tak ada hentinya
Karena mereka berani membusungkan dada
Gagah berani tak gampang menyerah
Merebut dari tangan penjajah durjana
Kembali pada belaian lembut Ibu tercinta
Jakarta, 22 Agustus 2019
Kami Juga Pemuda
Karya darasPane09
Kami Juga Pemuda
Walau senjata kami tak punya
Kami tetap berdiri di baris depan
Berjuang Bersama dalam keterbatasan
Bersama keluarga yang walau tak rela ditinggal
Bersama pagi yang masih berselimut awan
Jauh langkah yang dilalui
Kadang terjal, curam tak beraturan
Tetap rela berjalan, demi menjumpai
Wajah-wajah untuk masa depan
Kami juga pemuda
Walau senjata kami tak punya
Berikan sedikit perhatian indah
Bukan bermaksud berhati ria
Kebahagiaan ini berkat tangan kita.
Jakarta, 15 Agustus 2019
Hanya Rindu
Karya Darmawati Pane
Goresan tangan kecilmu telah berkata
Akan kisahmu penuh cerita duka
Tersembunyi dibalik ceriamu
Ternyata kepalsuan yang tertutup
Senyum indah yang ternyata dusta
Goresan tanganmu telah berkata
Semua tentangmu penuh larah
Yang coba kau tanam agar tak ada
Yang coba kau simpan tapi tetap nyata
Goresan tanganmu telah berkata
Kalau dirimu hanya rindu padanya
Rindu akan sosok hadirnya
Rindu pada sentuhan hangatnya.
Jakarta, 19 Agustus 2019
Ketika Kau Pamit
Karya darasPane
Ketika kau pamit
Hujan bagai di tumpahkan
Minindih bumi dengan keras
Aku terpojok di sudut kamar
Sendiri dalam kehampaan hati
Sendiri dalam pesakitan tak berarti
Ketika kau pamit
Bumi serasa berguncang
Menghempas anganku pupus
Pada janji yang kau ucapkan
Pada senandung yang kau tuturkan
Ketika kau pamit
Dalam kepasrahan kau berbisik
Relakan aku pergi anakku sayang
Waktu kita bersama telah tercukupkan.
Kita kan bersua pada keabadian yang tak lekang
Jakarta, 22 Agustus 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar