Mana Bu Dara? ayok Bu tulis ini ada yang lucu. Sempat aku bengong dan bingung tidak paham ketika membaca salah satu tulisan di grup yang sengaja memamang kami buat, agar bisa bebas berhahahihi konyol-konyolan sesama teman tanpa ada yang protes teman yang lain tidak suka, orang-orang yang ada di dalam grup juga orang pilihan yang kira-kira agak rese tentu tidak akan masuk golongan hahaha. Walaupun akhirnya ada yang tetap mau masuk dengan paksa bahkan sampai berbohong kalau sudah diizinkan admin senior alias pembuat grup pertama yang kebetulan aku sendiri yang buat hahaha sombong dikit. Tidaklah aku tidak sombong, buktinya aku memasukkan teman yang lain sebagai admin tanpa diminta, karena penting sekali menurut kalau ada yang darurat sementara yang admin pembuat tidak bisa karena sesuatu hal, kan bisa admin yang lainnya, ngak usah banyak-banyak cukup dua atau tiga orang admin. Melibatkan orang itu sangat penting apalagi itu sebuah grup, jangan dikuasa sendirilah menurut aku, karena ngak jadi hebat kok kita dengan sendiri. Maaf ya yang jadi admin jangan tersinggung, hanya curhat saja dan semoga saja tidak jadi admin yang seperti itu.
↧
Kok jadi melantur ya? Ya serius nih, kok jadi curhan kapan mulainya ya? Iya mulai nih hehehe, semoga yang baca tidak bosan, tapi ngak apa-apa bosan juga ngak apa kalau ngak mau baca, ngak mau menyatakan cintanya juga boleh kok, lah kok jadi cinta sih? lah iya lah, kalau di instagramkan kalau suka simbolnya berbentuk cinta kan? Ya gimana dong, lupa atau tidak diperhatikan hahaha. Tambah parah nih ngelanturnya, tapi semuanya benar loh coba diteliti lagi. Tapi janji sekarang lebih serius lagi.
↧
ceritanya ada salah satu teman yang sering kita juluki Bu dokter, namanya ngak usah ya disebut, mengapa dengan julukan yang kami sematkan karena mata pelajaran yang diembannya yaitu guru Ilmu Pengetahuan Alam. Sempat bertanya-tanya dalam hati apa ya hubungannya? Ternyata karena guru mata pelajaran ini jga membahas tentang anatomi tubuh manusia, tentu saja tidak sedalam jurusun kedokteran yang sebenarnya dong, inikan hanya julukan yang disematkan. Selain itu teman guru ini juga dijadikan koordinator ekskul PMR, uda tahu dong tugas PMR? Tentu berhungan dengan masalah kesehatan bagi seluruh warga sekolah, khususnya siswa yang mengalami gangguan kesehatan saat berada dilingkungan sekolah akan ditangani sebagai pertolongan pertama sebelum dikembalikan lebih awal pulang kalau sudah tidak bisa diatasi di sekolah atau dipulanhkan saja untuk istirahat saja di rumah. Agar proses penangan bisa dilaksanakan, tentu saja pihak sekolah memalui koordinator sebagai penanggung jawab menyiapkan peralatan sederhana, seperti obat-obatan sederhana untuk sakit pusing, perut, maag, dan untuk keperluan wanita disiapkan diruangan khusus yang disiapkan sekoalah, tidak ketinggalan juga alat untuk mengetahui tekanan darah, cek kolesterol diadakan. Kalau lagi senggang setelah lelah bersama anak di kelas jasa guru yang merangkap koordinator PMR ini sering dimanfaatkan guru-guru untuk mengukur tensi darah atau kolesterol tadi walaupun untuk lebih yakinnya menganjurkan periksa kedokter hehehe, namanya saja pertolongan pertama juga untuk seru-seruan agar lebih akrab dan rasa kekeluargaan jadi lebih terjaga. Sunggu riskankan kalau diantara teman satu dengan yang lainnya tidak terjalain kekompakan? karena kompaklah yang membuat cita-cita untuk membuat yang terbaik akan tercapai.
↧
Mungkin pernah mendengar kata bijak ini 'dokter juga manusia' atau siapapun bisa saja. Maksudnya siapapun pasti bisa sakit sekalipun yang bersangkutan tahu penyakit bahkan bisa menyembuhkan penyakit tersebut, tentu berkat izin Yang Kuasa ya? Begitu juga dengan Bu dokter kami yang disekolah ini, yang biasanya duduk bersama di ruangan kok tiba-tiba menghilang, ternyata dia bercerita kalau tidak enak badan memilih istirahat. Ternyata di saat kurang kesehatannya tidak bersahabat itu tiba-tiba dibagian kalinya ada muncul warna seperti lebab berwarna kebiruan-biruan, warna biru yang mengitari kaki bagian kanan, tambahlah paniknya yang rasakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar