Jumat, 14 Juni 2019

JUJUR (4)


JUJUR
Oleh@daras09

Apakah jujur masih dimiliki hati yang terdalam?

Waktu itu telah berlalu saat kau berdiri dengan kepala terangkat, dan berdiri tegap tanpa keraguan yang bersedekap memeluk dirimu yang terlihat percaya bahwa inilah saatnya, inilahlah waktu, inilah panggungku. Begitu memaknai hadirmu di sana. Sempat bertanya dalam hati apakah yang begitu genting sehingga pandangan wajahmu begitu kuat, begitu ingin segera lepas dari cengkraman hati akan sebuah gumpalan yang sudah lama tertanam bagai penyakit yang siap meledak, tapi tak tahu kapan saat yang tepat. Pelan tapi kuat kau uraikan akan semua yang tidak tepat yang terjadi yang membuat sakit pikiranmu yang masih lemah karena usiamu yang masih sangat lugu untuk memahami apa artinya. Zaman sudah berubah segala yang kehendaki siap tersaji, dari yang indah membawa kabaikan untuk diri, sampai hal yang bisa melarutkan diri tanpa bentuk. Kontrol diri yang kurang, iman sudah tak lagi bergantung ke badan, siaplah untuk diterjang. 
Semua kemalangan telah menyertai dirimu, meniggalkan semua yang nantinya akan menjadi sumber bahagia pada yang pana ini dan yang akan menyambut hidup kekalmu ke depan tak kau gauli lagi seperti hari kemarin yang sudah melekat padamu dari kau lahir. Tak ingin lanjut karena belum waktunya dan dirimu yang menginginkan masa depan yang indah, dan takut juga akan azabNya yang perih nantinya. Jujur obat hati begitu yang kau katakan, ungkapkan semua yang dirasakan, kalaupun akan dapat teguran, kaget akan ketidak percayaan akan hal yang dilakukan, bahkan hinaan yang akan menyertai harimu nanti, tapi bagiku tidak peduli apa kata mereka, aku hanya tahu apa kataNya karena itu sudah jadi larangannya saat waktu untuk itu belumlah tiba masanya. Masa saat ini menuntut masa depan yang akan membawa kebaikan kepada yang akan datang. Sujudmu yang lima waktu jangan tinggalkan, tambahkan dengan sunat yang dapat kita tunaikan siang maupun malam, menahan diri senin dan kamis, menjadi satu kenyamanan yang akan mengalir menjauhkan sejauh-jauh mungkin godaan yang akan datang kembali menyapa. 
Tidak sesaat tapi sepanjang jalan yang akan kita lalui disisa umur yang dipinjamkan kepada kita yang tidak pernah bersyukur ini. Peluk dekat mereka yang telah menyertai kehadiran di bumi terindah ini, yang telah dengan kasih menjaga dari rahim sampai hadir dengan taruhan jiwanya. Membekali kekuatan jiwa dan raga agar mampu berjalan pada segala rintangan yang terpampang di depan mata. Jangan juga lupakan mereka yang dengan sabar meski kadang mereka juga punya masala pada diri dan mereka yang tercinta, tapi tetap dengan senyum indah saat berpandangan dengan kita pada pagi ketika kita sampai pada pintu gerbang menyambut kehadiran kita setiap hari sampai menjelang siang saat kita berpisah sementara sampai besok kembali lagi dengan beragam keterampilan yang juga akan menyertai hidup kita sepanjang masa. Mereka yang tidak butuh kau ulang kembali pertemuan demi pertemuan dikala tugas dengan mereka sudah selesai tertunaikan. 
Maka jujurlah karena jujurmu yang akan membawa segala ketenangan selama melangka pada pinjaman kampung sementara sampai suatu hari kelak kita dapat undangan yang wajib kita sambut walaupun raga belum siap untuk datang ke sana, ke kampung halaman keabadian. 

Jakarta, 150619
@mempertemukan
@narasibulanmerah
@irayuki
#11haribertanya
#hari......
#wraitingproject
#mempertemukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar