Minggu, 05 Mei 2019

WARNA-WARNI MENJELANG RAMADHAN





                                  WARNA-WARNI MENJELANG RAMADHAN
@daras09




          Seperti seseorang yang sedang melakukan perjalan menujuh satu tujuan, setelah berjalan cukup jauh akhirnya sampai. Hati tentu sangat senang itu pasti karena kita bisa menempuh perjalan dengan selamat seperti recana dan doa yang selalu kita panjatkan dan pada akhirnya di ja'bah atau dikabulkan Sang Maha Pencipta. Perjalanan yang kita tujuh itu  perjalanan kita menantikan datangnya Ramadhan. Ungkapan rasa akan datangnya bulan mulia sudah terasa. Musik dan lagu pujian terhadap indahnya Ramadhan sudah mulai mengalun sayup-sayup sampai ke gendang telingh. Mulai senyum sendiri memikirkan bukaan segar yang akan disugukan saat berbuka puasa nanti mulai terbayang di pelupuk mata. Lauk pendamping sahur biar makan sahurnya lezat sehingga segar dan kuat seharian menjalankan puasa juga sudah mulai direncana, kurang puas ada mbah geolge wadah yang hampir tidak kehabisan berita.Tradisi 'munggahan' tidak ketinggalan mulai dipersiapkan, ada yang seminggu sebelum puasa, ada yang tiga hari seperi kemarin jumat dengan siswa, teman guru dan karyawan di sekolah setelah paginya dimulai bersalaman memohon maaf kalau terselip selama ini kata yang membuat relung hati tersakiti, dilanjutkan makan siang bersama. Rinai air matapun mulai tidak terbendung. Semoga dengan untaian maaf menjadi sebuah keberkahan saat menjalani puasa di bulan Ramadhan. 
          Selain munggahan ada lagi tradisi munggahan yang sering kita jumpai dibeberapa daerah di tanah air. Kalau di Jawa namanya 'padusan, dari kata padus atau mandi. Padusan berarti mandi yang tujuannya untuk mensucikan diri sebelum malamnya ikut sholat sunat taraweh yang amalannya sungguh besar, sebelum dilanjutkan dengan puasa besok harinya. Selainn di Jawa masih ada satu daerah yang terkenal dengan tradisi menjelang puasa misalnya dii Medan Sumatera Utara tradisi menjelang ramadhan mirip dengan yang ada di Jawa, namanya 'Marpangir. Marpangir atau keramas dengan daun dan akar- akar yang ditumbuk kemudia ditambahkan air lalu diremas-remas supaya keluar sarinya seperti mengambil sari patih kelapa, kemudian disaring, air hasil saringan yang ditapung kemudian dimasukkan ke dalam botol. Ketika mandi disiramkan kebagian kepala sambil rambutnya ditekan-tenan. Setelah merasa cukup boleh dibilas kembali atau dibiarkan begitu sampai kering atau dikeringkan sendiri pakai handuk atau alat lainnya. Rambut akan mengeluarkan aroma harum lumayan cukup lama, bisa dua sampai tiga hari. Marpangir dilaksanakan sehari sebelum menjelang puasa yang biasanya dilaksakan di sungai-sungai yang ada di sekitar kampung, bahkan bisa pergi ke kampung lain bagi yang punya kendaraan. Karena dilakukan di luar rumah biasanya disertakan membawa makanan yang dimasak sebelum berangkat biasanya yang dibawah sebagian untuk persiapan sahur esok paginya. Rasa bahagia membuncah menyambut Ramadhan bulan penuh barokah. 



          Marpangir, Makan-makan, dan berkumpul bersam keluarga juga teman menjadi warna-warni  tersendiri yang terselip di hati yang terbawa sampai sekarang ketika akan menjelang Ramadhan tiba. Walau tak sampai keluar rumah jadi sepert kebiasaan membersihkan diri sebelum ramadhan. Tidak bisa seperti ketika di kampung dulu, cukup dengan sampo biasa hatipun cukup senang. Tentulah tradisi ini bukan ajaran yang diperintahkan dalam agama, ini hanya tradisi atau kebiasaan yang sudah mengakar dari orangtua kita yang terdahulu. Mari kita ambil baiknya dan sikapi hal yang bermanfaatnya bila dirasa memang ada. Misalnya mandi untuk tujuan membersihkan diri, berkumpul untuk bersilaturahmi agar panjang umur dan saling bermaafan. Semoga tenang dalam beribadah selama sebulan Ramadhan. Selamat menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan mohon maaf lahir dan batin.


Jakarta, 040519



#Day(1)

#OneDay OnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar